#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Metode Sapi Dipingsankan Di Saat Proses Penyembelihan

Di negara-negara maju seperti di Barat, kebutuhan akan daging  sapi meningkat dengan pesat. Setiap hari, ratusan bahkan hingga ribuan sapi harus disembelih untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Metode penyembelihan ternak sapi dengan cara mengikat kemudian merebahkannya terlebih dahulu sebelum disembelih, tidak lagi dapat mengejar peningkatan kebutuhan akan daging sapi.
Oleh sebab itu, para ahli di bidang peternakan mencoba menciptakan satu metode penyembelihan, yang dapat mempercepat proses tersebut sekaligus juga menjamin keamanan bagi para pemotongnya, yaitu dengan cara pemingsanan.
Proses yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Stunning ini secara teknis memang memberikan kemudahan, kecepatan dan keamanan . Kemudahan, karena  ternak sapi  yang sudah dipingsankan cenderung tidak bergerak. Kecepatan karena sapi dapat langsung dipotong, serta keamanan karena ternak sapi yang sudah pingsan tidak akan meronta atau melakukan gerakan yang membahayakan pemotong.
Ada beberapa alat yang digunakan untuk proses pemingsanan, yaitu :
1.      Palu yang terbuat dari kayu keras. Palu ini dipukulkan pada bagian atas dahi, sehingga ternak jatuh dan tidak sadar.
2.      Senapan yang mempunyai  pen. Ketika ditembakkan, Pen ini akan menembus tempurung kepala ternak dan mengenai otak, sehingga ternak pingsan dan roboh.
3.      Pistol dan peluru khusus dengan kaliber yang berbeda-beda sesuai dengan besar kecilnya ukuran sapi. Metode ini dikenal dengan captive bolt pistol. Pada saat ditembakkan ke bagian kepala ternak sapi,  jaringan otak akan rusak, akibatnya ternak akan pingsan.
4.      Sengatan listrik. Ada 2 metoda pemingsanan yang digunakan bila menggunakan sengatan listrik, yaitu :
·         Voltase rendah, dengan menggunakan arus bolak-balik pada frekwensi 50 cycles/menit, tegangan 75 Volt, kuat arus 250 mA selama 10 detik.
·         Voltase tinggi, dengan tegangan 200 sampai 400 volt selama 2 detik.
Khusus untuk metode pemingsanan ternak sapi dengan menggunakan captive bolt pistol memang masih menjadi perdebatan di Indonesia, karena erat kaitannya dengan dengan hukum Islam.  Ada keraguan mengenai  status kehidupan dari ternak sapi yang dipingsankan dengan metode tersebut.
Jika menggunakan peluru yang terlalu besar, maka ada peluang hewan tersebut tidak hanya sekedar pingsan, tetapi langsung mati. Jika hal itu yang terjadi, maka binatang tersebut telah menjadi bangkai dan daging yang dihasilkan tidak lagi memenuhi kaidah halal
Sebaliknya, jika kekuatan peluru yang digunakan terlalu ringan, maka hewan tidak akan pingsan, bahkan akan meradang dan menjadi ganas. Ia akan meronta dan mengeluarkan tenaganya untuk berontak. Daging yang dihasilkan dianggap tidak halal juga karena Ternak sapi akan tersiksa sebelum disembelih. Kondisi seperti ini juga membahayakan pekerja atau penjagal yang akan menyembelihnya.
Selain itu waktu untuk menyembelih juga harus dilakukan secara tepat. Jarak waktu yang ideal antara proses stunning dengan proses penyembelihan adalah 20 hingga 30 detik. Kurang dari itu akan sulit melakukannya, sementara lebih dari itu akan menghasilkan dampak kurang baik dilihat dari segi kehalalan.
Metode stunning telah diterapkan di banyak negara, di Amerika, Eropa dan Australia. Metode ini di satu sisi memang memberikan banyak kemudahan dalam menyembelih hewan ternak, khususnya dalam skala besar. Namun di sisi lain metode ini juga menyebabkan resiko dalam kehalalan, jika tidak dilakukan dengan tepat dan baik.
Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Fatwa sebenarnya membolehkan metode stunning ini digunakan di Indonesia, dengan syarat pengelola rumah potong hewan harus dapat memberikan jaminan bahwa hewan yang mengalami pemingsanan tersebut tidak mati sebelum disembelih. Kematian hewan tersebut harus akibat proses penyembelihan, bukan akibat penembakan atau pemingsanan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin menggunakan metode pemingsanan adalah :
a.       Biaya murah, agar tidak membebani konsumen
b.      Mudah dikerjakan, tidak harus menggunakan tenaga berpendidikan tinggi
c.       Dapat menjamin keselamatan penggunanya
d.      Tidak menimbulkan rasa sakit dan menyiksa ternak.
e.       Tidak menimbulkan kematian pada ternak.
f.       Tidak mempengaruhi kualitas karkas.
g.      Tidak membahayakan bila daging dikonsumsi.
h.      Harus efektif dan dapat bekerja dengan cepat.
i.        Harus bisa digunakan untuk macam-macam ternak.

Sumber : republika.co.id
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment