#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Dasasila Peternakan dalam Pembangunan Peternakan di Indonesia

Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Phd
Jurusaan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Peternakan diakui sebagai salah satu komoditas pangan yang memberikan kontribusi yang cukup besar bagi devisa negara dan harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Pada kenyataannya, target kebutuhan protein hewani asal ternak sebesar 6 g/kapita/hari masih jauh dari terpenuhi. Ada sedikitnya sepuluh permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam mengembangkan peternakan yaitu pemerataan dan standar gizi nasional belum tercapai, peluang ekspor yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sumber daya pakan yang minimal, belum adanya bibit unggul produk nasional, kualitas produk yang belum standar, efisiensi dan produktivitas yang rendah, sumber daya manusia yang belum dimanfaatkan secara optimal, belum adanya keterpaduan antara pelaku peternakan, komitmen yang rendah dan tingginya kontribusi peternakan pada pencemaran lingkungan.

Bahkan, akhir-akhir ini produk ternak  dari luar negeri semakin membanjiri pasar Indonesia dengan harga yang lebih murah dan mutu yang lebih baik. Hal ini sangat sulit untuk dihindari, karena adanya kecenderungan adanya perdagangan bebas dan Indonesia mau tidak mau harus menghadapinya. Hal ini tentu saja mengancam perkembangan peternakan di Indonesia.
Untuk mengantisipasi terpaan dari luar, peternakan di Indonesia harus mengubah strategi agar mampu bertahan dan bahkan mampu bersaing dengan produk luar baik dalam memperebutkan pasar nasional maupun pasar internasional.
Dasasila Peternakan
Dalam kaitannya dengan hal tersebut di atas, penulis mengemukakan sepuluh dasar peternakan yang harus dikembangkan dan diterapkan di Indonesia. Sepuluh dasar tersebut yang penulis namakan Dasasila Peternakan telah diseminarkan di forum seminar nasional yang diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2004 di Bengkulu. Konsep  ini  meliputi hal-hal sebagai berikut :
  1. Interaksi Pelaku Peternakan yangHarmonis.
  2. Interaksi Pelaku Peternakan denganLingkungan yang Harmonis.
  3. Pengembangan Pakan Berbasis BahanBaku Lokal yang Kompetitif.
  4. Penciptaan Bibit Unggul.
  5. Perencanaan Usaha Terintegratif.
  6. Penciptaan Tatalaksana BerbasisPeternakan Berkelanjutan.
  7. Kesehatan yang Optimal bagi Ternak,Peternak dan Masyarakat.
  8. Pengelolaan Keuangan, dan KemudahanBerusaha serta Kemudahan Mendapatkan Modal Usaha.
  9. Pemasaran Terpadu.
  10. Kesejahteraan bagi Ternak, Peternakdan Masyarakat Luas.

Sepuluh sila tersebut telah ada dan telah dimengerti dan dipahami oleh dunia peternakan di Indonesia. Namun dalam kenyataannya kebijakan pemerintah dan juga strategi swasta masih terkotak-kotak. Belum terintegrasi.

Editor : Yusran A. Yahya
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment