#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Balutta, Masakan Khas Makassar yang Diharamkan

DIORAMA PENYULUHAN PERTANIAN-News. Dari sekian banyak masakan khas di Sulawesi Selatan, khususnya dikalangan suku Makassar, ada satu jenis masakan yang diharamkan untuk dimakan. Bahkan masakan yang disebut Balutta ini dilarang untuk dibuat dan dikonsumsi, khususnya bagi kaum Muslim.
"Balutta itu darah hewan yang dimasak, makanya diharamkan bagi ummat Islam" tutur Salahsatu Penasehat Ormas Islam, Syamsuddin yang diwawancarai oleh Tim Diorama Penyuluhan Pertanian.
Dikatakannya, pada era tahun 60-an masih kerap disaksikan ada orang yang menadah darah hasil pemotongan qurban menggunakan ember atau baskom. Darah tersebut selanjutnya dibawa pulang, lalu dimasak untuk dikonsumsi.
"Dulu setiap pemotongan hewan kurban harus dijaga, untuk menghindarkan orang mengambil darah segar saat pemotongan. Alhamdulillah, skarang sudah tidak pernah lagi terlihat hal-hal seperti itu" paparnya.
Ini, lanjut Syamsuddin, karena syiar Islam tentang hukum mengkonsumsi darah sebagai hal yang terlarang sudah kian merata. Juga kian meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya mengkonsumsi darah hewan, yang bisa saja mengandung penyakit dan tidak hilang saat proses pengolahan berlangsung.
Selain itu ketersediaan daging qurban saat ini begitu banyak dari kaum muslim yang mampu malakukan ibadah qurban. "Apa lagi daging kurban kini banyak dibagikan. Jadi untuk apa ambil darahnya, kalau bisa dapat dagingnya". Tukasnya.
Sekedar diketahui, Balutta adalah darah yang dimasak bersama garam secukupnya. Setelah mengental, darah tersebut dicampur dengan daging olahan seperti masakan Pallubasa.
Dimasa lalu Baluta baik tersendiri maupun dicampur dengan Pallubasa, kerap menjadi hidangan pelengkap saat minum minuman keras khas Makassar, yang disebut Ballo. (Y.A.Y)

Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment