#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Tinggi, Minat Peternak Masago terhadap Inseminasi Buatan

Bone, Sulsel – Di Desa Masago, Kec. Patimpeng, Kab. Bone, Sulawesi Selatan, sebagian besar  ternak sapi masyarakat dikelola secara intensif. Disisi lain produktivitas ternak sapi potong maupun ternak lainnya beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan  menurun. Data sensus pertanian 2013, mengungkapkan jumlah populasi sapi potong menurun. Sementara dilain pihak pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan rata-rata 1,5 persen per tahun, maka diperkirakan permintaan daging akan terus meningkat. Oleh karena itu diperlukan upaya memotivasi peternak dalam pemeliharaan ternak yang lebih maju dan menguntungkan melalui pembinaan dan penyuluhan yang dapat meyakinkan mereka.

Untuk menyikapi hal tersebut, salah satu upaya untuk meningkatkan  populasi dan produktivitas ternak sapi dapat dilakukan melalui kawin suntik yang dalam bahasa ilmiahnya adalah Inseminasi Buatan (IB). Hal tersebut adalah sebagai salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak, sehingga dapat menghasilkan keturunan/ pedet dari bibit pejantan unggul.
IB merupakan  sistem perkawinan pada sapi secara buatan yakni suatu cara/teknik memasukkan sperma kedalam kelamin sapi betina sehat dengan menggunakan alat inseminasi yang dilakukan oleh manusia (Inseminator) dengan tujuan agar sapi tersebut menjadi bunting.
Menurut THL-TB Penyuluh Pertanian Desa Masago, Andi Elya Azis, SPt bahwa berdasar teori, IB mulai diperkenalkan masuk sekitar tahun 1977 dan di kembangkan tahun 1985an.. Awalnya peternak melakukan IB secara gratis tidak membayar  karena merupakan program pemerintah untuk peningkatan produktifitas ternak“. Kecenderungan petani Masago mengembangkan  sapi Limousin-Simental karena bentuk tubuh yang lebih besar disbanding sapi lokal (bali).

Beliau menambahkan bahwa keunggulan IB antara lain, “Sapi bibit unggul, bebas penyakit, tidak harus memelihara pejantan, efisien dan menyesuaikan permintaan pasar. Diharapkan agar peternak sapi tetap mengembangkan sapi dengan cara IB yang terbukti memberikan manfaat dan keuntungan bagi peternak“ pungkasnya .
Yusran A. Yahya
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment