#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Kuliner Bepang Takalar, Dinikmati Sampai Negeri Jiran (1)

DIOLUHTAN-suluhtani. Bepang adalah salah satu camilan khas Makassar yang dikembangkan pengusaha di Kabupaten Takalar. Salah satu pengusaha bepang yang suksek adalah pasangan suami istri, H Usman dan H Sitti Nadjmah. Selain dipasarkan di Sulsel, bepang yang diproduksi di Takalar sudah mampu menembus pasar di Pulau Jawa dan bahkan Malaysia.
Beras ketan selama ini hanya diolah menjadi sajian kuliner yang terbatas. Namun, siapa sangka di Kabupaten Takalar, pasangan suami istri, H Usman dan H Sitti Nadjmah berhasil mengolah beras ketan menjadi camilan sedap khas bernama "bepang". Setiap hari, bepang-nya dinikmati di berbagai daerah, termasuk warga negeri jiran, Malaysia, yang tidak ketinggalan ikut mencicipinya.
Suara dentuman keras, mengawali pembuatan bepang di kediaman pasangan H Usman dan H Sitti Nadjmah, saking terbiasa mendengar suara gaduh tersebut, sepuluh pekerja industri rumah tangga ini sama sekali tidak terpengaruh. Mereka dengan tekun mengolah beras ketan hingga menjadi camilan bepang.
Sekilas, pembuatan bepang terlihat mudah untuk dilakoni. Sekira tiga genggam beras ketan putih dimasukkan dalam sebuah alat berbentuk seperti tempat alat peluncur meriam yang berukuran mini. Sumbu api yang diletakkan di bawahnya membuat suhu dalam alat tersebut menghasilkan panas yang terperangkap. Untuk membuat panasnya merata di dalam, seorang pekerja pun terus memutar-mutar alat tersebut. Tidak sampai lima menit, alat tersebut "meledakkan" butiran beras ketan yang mengembang ringan layaknya serpihan gabus. "Kalau kita lihat, seperti membuat popcorn atau lappo-lappo kata orang. Disinilah letak seninya," kata Nadjmah.
Butiran beras ketan yang mengembang tersebut, kemudian diayak untuk dipisahkan dari butiran yang kecil atau hangus. Setelah itu, proses pemberian campuran bahan pun di mulai. Gula merah dari pohon aren yang dipasok dari Bulukumba dicarikan hingga mendapatkan kekentalan yang diinginkan. Lalu, ditambahkan irisan kacang tanah, kacang mente atau pun wijen yang telah disangrai secukupnya. "Ketika masih panas, semua bahan dicampur rata. Kemudian dicetak, dan ditekan-tekan supaya melengket sempurna. Panas-panas juga cetakan bepang dipotong dan dikemas," papar Usman yang mendampingi Nadjmah.
Usman dan Nadjmah yang menekuni usaha pembuatan bepang ini sudah 13 tahun lebih menjalankan usaha pembuatan bepang di Takalar. Awalnya, Nadjmah hanya membuatnya secara kecil-kecilan sebagai jualan kue dalam toples di pekarangan rumah mereka yang dijadikan toko kecil. "Kakak saya yang pertama memulai membuat bepang. Karena sudah berhenti, saya melanjutkan membuat bepang tapi hanya satu toples saja untuk pertama kali," terang Nadjmah.
Dari situlah, pembeli yang terbuai dengan nikmatnya bepang ini pun mendorong Nadjmah membuatnya lebih benyak lagi. Usaha pembuatan bepang pun dimulai. Bepang dibungkus koran, bungkusan plastik kecil, hingga kini menjadi kemasan rapi pun dibuatnya. Kewalahan menerima lonjakan pesanan setiap harinya, Nadjmah pun mulai merekrut pekerja perempuan untuk membantunya. Hitung-hitung, ia ikut membantu menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang kurang mampu di sekitarnya. "Setiap hari minimal 300 kemasan bepang berbagai rasa kita buat. Jadi tidak pernah stok bepang tersisa, dan kita hanya produksi mulai pagi sampai jam 11 saja. Menghabiskan satu karung beras ketan putih, 40 kilogram gula merah, dan banyak campuran irisan kacang tanah, mente, dan wijen," papar Nadjmah.
Ilustrasi Kuliner Bepang
Harga yang dipatok untuk satu kemasan, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung rasanya. Nadjmah mengaku, harga tersebut sesuai dengan bahan baku berkualitas yang digunakannya. Tidak heran, bepang buatannya bisa bertahan di suhu ruangan maupun suhu dalam kulkas hingga berminggu-minggu, bahkan lebih dari satu bulan. Selain dikirim ke Makassar, Parepare, Sengkang, Palopo dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, bepang ini juga tiap hari kita kirim ke Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Dari daerah dan kota tersebutlah, Nadjmah mengatakan bepangnya sampai dibawa ke Malaysia. Saat ini pun pemasarannya, juga dapat dilakukan dengan cara dipesan melalui nomor ponsel yang tertera di bungkus kemasan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Kebudayaan, dan Pariwisata Kab. Takalar mengatakan, saat ini pemerintah kabupaten terus membantu pemasaran hasil kuliner bepang ini di beberapa kesempatan. Selain itu, bepang ini pun kerap dijadikan penganan bagi tamu daerah yang berkunjung ke Takalar, serta dijadikan cinderamata. Bepang buatan Nadjmah inipun menjadi satu-satunya produsen bepang di Takalar yang berhasil dipasok ke berbagai daerah. "Kita juga mengupayakan adanya pembangunan semacam showroom di pusat ibu kota Takalar. Jadi tempat ini akan menampung banyak industri kecil dan menengah, dipasarkan sekaligus "dipamerkan" proses pembuatannya. Ini sangat disukai oleh wisatawan lokal, dalam negeri maupun wisatawan manca negara," jelasnya. 
===  bersambung ===
Editor: Y.A. Yahya

 Sumber : Koran Harian Fajar-Sulsel
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment