#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Kuliner Bepang Takalar, Dinikmati Sampai Negeri Jiran (2 - selesai)

DIOLUHTAN-suluhtani. Bepang adalah salah satu camilan khas Makassar yang dikembangkan pengusaha di Kabupaten Takalar. Salah satu pengusaha bepang yang suksek adalah pasangan suami istri, H Usman dan H Sitti Nadjmah. Selain dipasarkan di Sulsel, bepang yang diproduksi di Takalar mampu menembus pasar di Pulau Jawa dan bahkan Malaysia.
Pembuatan Kuliner Bepang khas Makassar

Beras ketan selama ini hanya diolah menjadi sajian kuliner yang terbatas. Namun, siapa sangka di Kabupaten Takalar, pasangan suami istri, H Usman dan H Sitti Nadjmah berhasil mengolah beras ketan menjadi camilan sedap khas bernama "bepang". Setiap hari, bepang-nya dinikmati di berbagai daerah, termasuk warga negeri jiran, Malaysia, yang tidak ketinggalan ikut mencicipinya.
Asal Usul Bepang
Tidak ada yang dapat memastikan sejak kapan camilan beras ketan ini dinamakan bepang. Namun masyarakat Takalar percaya kalau nama bepang berdasarkan cara pengolahannya yang "ekstrem".
Bepang berasal dari gabungan kata "beras ketan" dan "pang". Suara gaduh usai proses pematangan beras ketan menjadi butiran mengembang berbunyi "pang" tersebutlah yang menjadikan penganan ini sehingga dinamakan bepang.
Penganan sejenis bepang mungkin bisa ditemui di daerah lainnya. Tapi bepang asal Takalar ini jauh berbeda dengan yang ada di pasaran. Teksturnya yang renyah dan tidak mudah melempem saat terkena angin, membuatnya jauh lebih nikmat dan tahan lama. "Kita tidak pernah memakai campuran bahan pengawet atau bahan tambahan apapun. Cara pengolahan yang menentukan hasil," jamin Nadjmah.
Meski digemari banyak kalangan, Nadjmah tetap membuka dapurnya kepada siapa saja yang ingin bertandang dan belajar membuat bepang. Tidak ada rahasia yang ditutupinya, sebab Nadjmah sendiri sangat ingin bepang dapat dipraktikkan oleh orang banyak agar makanan ini tetap dilestarikan. "Orang dari Kalimantan saja sampai ke sini untuk belajar karena dia ingin menjual bepang di sana. Tapi saya tidak tahu bagaimana hasilnya," ucapnya.
Editor: Y.A. Yahya

 Sumber : Koran Harian Fajar-Sulsel

Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment