#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Jelang Idul Qurban, Pembeli Hewan Kurban Berburu Sapi Langsung ke Peternak

DIOLUHTAN – Sebentar lagi seluruh masyarakat di Indonesia khususnya yang beragama Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1437 H. Umat Islam di Kabupaten Bone, Sulsel mulai menyiapkan sapi yang hendak mereka jadikan hewan kurban. Bahkan, mereka berburu sapi langsung ke kandang milik peternak untuk mendapatkan sapi yang lebih murah dan sehat.
Hal itu seperti yang terlihat salah satunya di lokasi kandang kolektif peternakan sapi di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulsel. Puluhan ekor sapi di desa tersebut telah laku dipesan oleh para pembeli sejak beberapa pekan yang lalu.
 Andi Baso (tengah) Bendahara Klp. Berkah Desa Masago bersama Andi Elya Azis (jilbab) Penyuluh Pertanian dengan Sapi seharga 40 Juta rupiah

Salah seorang peternak sapi asal Desa Masago, Andi Baso, menjelaskan, di desa Masago ada ratusan ekor sapi milik warga yang berprofesi peternak yang disiapkan untuk dijual sebagai persiapan kurban tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80an ekor sapi di antaranya sudah laku terjual. “Sapi yang sudah laku terjual ditandai kertas karton atau di pilox/cat yang ditulisi nama pembelinya,’’ ujar Baso, seperti dilansir Dioluhtan (29/8).
Sapi-sapi yang telah terjual itu saat ini masih dititipkan sementara untuk dipelihara di kandang milik peternaknya. Sehari menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, sapi-sapi tersebut baru akan diantarkan kepada pembelinya.
Baso, yang juga bendahara Kelompok Tani-Ternak “Berkah” menjelaskan, setiap menjelang Idul Adha, kandang sentra peternakan di desa Masago khususnya dikelompoknya memang biasa diburu para pembeli yang datang langsung ke kandang sapi milik peternak atau kandang kelompok kami. Bahkan, banyak di antara pembeli itu yang menjadi langganan dari peternak di desa Masago, kecamatan tetangga bahkan dari luar kabupaten serta antar pulau seperti ke Kalimantan.
Untuk sapi kurban di Desa Masago pada tahun ini dijual dengan harga mulai dari Rp15 juta–Rp. 40 juta/ekor, tergantung bobot sapinya. Untuk sapi seharga Rp 40 juta per ekor, bobotnya bisa mencapai tujuh kuintal. “Sapi-sapi di sini lebih terjaga kebersihan dan kesehatannya,” ujar Baso didampingi Penyuluh pertanian yang juga mantri keswan setempat.
Andi Elya Azis, Penyuluh pertanian Desa Masago mengungkapkan bahwa tidak hanya pembeli yang diuntungkan karena bisa memperoleh sapi dengan harga yang lebih terjangkau dan kondisinya yang lebih sehat, sistem pembelian itu juga menguntungkan para peternak di Desa Masago. Mereka tidak perlu bersusah payah menjual sapi di pinggir jalan.
Beliau pun optimistis, sapi-sapi kurban yang belum terjual tersebut akan habis terjual menjelang Hari Raya Idul Adha nanti. Apalagi, masih tersisa cukup banyak waktu hingga Idul Adha tiba.
Elya pun membenarkan banyaknya pembeli yang datang langsung ke desanya untuk membeli sapi sebagai hewan kurban. Dengan begitu, para peternak tidak terlalu kesulitan untuk menjual sapi mereka. “Banyak yang sudah datang langsung ke kandang untuk membeli sapi,” ungkap Elya, selain mantra keswan dan penyuluh, beliau juga seorang inseminator.
Salah seorang warga Kec. Bontocani, Kabupaten Bone, Sulsel, Salahuddin, mengaku biasa membeli sapi kurban di Desa Masago dan sekitarnya. Sapi kurban tersebut merupakan hasil patungan sejumlah warga di masjid/mushola di lingkungan rumahnya. “Setelah uang patungan dari warga terkumpul, baru kami akan mencari sapi ke sana,” tutur Salahuddin.
Secara terpisah, Mantan PPK Peternakan Kec. Patimpeng, Yusran A. Yahya, SPt, MSi, menyebutkan, peternakan sapi di Kabupaten Bone khususnya di bagian selatan tersebar di sejumlah titik. Selain di Kecamatan Patimpeng, peternakan sapi juga tersebar di Kecamatan Libureng, Kahu, Bontocani dan Kajuara. “Para petugas kesehatan hewan dari Disnak Kab. Bone sudah melakukan pemeriksan hewan ke peternakan yang ada di Kabupaten Bone,” kata Yusran.
Tak hanya di peternakan, pemeriksaan terhadap kesehatan sapi kurban oleh dokter hewan dari Disnak Kab. Bone juga akan dilakukan terhadap sapi-sapi yang dijual di pinggir-pinggir jalan atau dipasar hewan. Hal tersebut biasanya akan dilakukan mulai H-5 Idul Adha seperti pada tahun-tahun sebelumnya
Setelah dilakukan pemeriksaan, hewan kurban yang sehat akan diberikan/dipasang tanda. Dengan demikian, para calon pembeli bisa memperoleh jaminan kesehatan hewan kurban yang akan mereka beli.
Admin
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment