#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Kegunaan dan Fungsi Antibiotika Pada Sapi Potong

Antibiotika adalah kelompok zat kimia yang dapat dibuat secara sintetik ataupun diturunkan dari organisme hidup, yang memiliki khasiat:
  • Mematikan (bakteriosid) atau menghambat pertumbuhan kuman (bakteriostatik).
  • Mencegah kerusakan makanan dalam usus oleh bakteri dan mencegah timbulnya racun oleh kerja bakteri (amonia).

Antibiotika selama ini memang dipakai untuk mengobati penyakit, tetapi dari hasil penelitian terbukti bahwa ada beberapa jenis antibiotika seperti : basitrasin, zink basitrasin,  oleandomisin, virgimisin, aureomycinterramycin (oxy-tetracyclin) dan penicillin, memiliki sifat sekunder yang menguntungkan, yaitu  dapat meningkatkan efisiensi pemberian pakan dan dapat merangsang pertumbuhan anak sapi (dalam jumlah yang relatip kecil, beberapa jenis antibiotika memang berfungsi sebagai “growth promotor“), serta meningkatkan reproduksi ternak.
Beberapa efek lain pencampuran antibiotik pada pakan ternak sapi adalah sebagai berikut :

  • Membantu pertumbuhan organisme yang men-sintesa zat makanan dan menghalangi tumbuhnya mikroorganisme yang merusak zat makanan.
  • Menghalangi pertumbuhan mikroorganisme yang memproduksi ammonia dalam jumlah banyak di saluran pencernaan. Amonia yang bebas dari ikatan nitrogen, seperti  trimethylamin, mempunyai efek negatif yaitu dapat menghambat pertumbuhan.
  • Meningkatkan penyerapan zat makanan seperti :  kalsium, Phosphor, Magnesium.
  • Mempertinggi tingkat konsumsi makanan dengan mengubah mikroflora usus dan memperbanyak konsumsi  air minum dengan cara merangsang penyerapan dan penahanan air di dalam alat pencernaan.

Penggunaan antibiotik atau antimikrobial sebagai bahan aditif pemicu pertumbuhan dalam pakan ternak telah berlangsung lebih dari 40 tahun.
Saat ini, penggunaan senyawa antibiotik mengalami penurunan dan bahkan di beberapa negara telah melarang penggunaan antibiotik sebagai bahan aditif dalam pakan ternak.
Hal ini disebabkan :
  • Kemungkinan adanya residu dari antibiotik yang nantinya akan menjadi racun bagi yang mengkonsumsinya
  • Antibiotik dapat menciptakan mikro-organisme yang resisten dalam tubuh manusia atau ternak (terutama bakteri-bakteri pathogen seperti Salmonella, E. coli dan Clostidium perfrinens).

Sebagai contoh, walaupun di Eropa, Vancomycin diizinkan dicampurkan pada pakan ternak, di Amerika Serikat antibiotika jenis ini hanya diizinkan untuk mengobati manusia, dan dilarang untuk dijadikan campuran pakan ternak.
Sementara itu, hasil penelitian yang dilakukan di Denmark, dengan melarang penggunaan beberapa jenis antibiotika sebagai campuran pakan ternak, menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Terlihat ada  penurunan kasus kekebalan bakteri terhadap antibiotika yang bersangkutan.
Namun, jika bakteri sudah mengembangkan kekebalannya  terhadap antibiotika, diperlukan upaya dan waktu cukup lama untuk menurunkan kembali tingkat kekebalannya di dalam populasi manusia.
Mengantisipasi ancaman meningkatnya kekebalan bakteri pada hampir seluruh antibiotika yang ada di pasaran, WHO sudah merekomendasikan untuk menghentikan  penggunan antibiotika sebagai campuran pakan ternak.
Uni Eropa juga  telah melarang penggunaan antibiotika sebagai pendorong pertumbuhan hewan ternak. Namun masih banyak kalangan yang meragukan ancaman bahaya ini, dan menolak mengikuti rekomendasi maupun larangan yang telah diberlakukan.
Beberapa pendapat menyatakan, dampak negatip pemberian antibiotik ini sebenarnya tidak akan terjadi apabila pemberiannya sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.  Salah satu upaya untuk menghilangkan timbunan antibiotik dalam jaringan tubuh ternak adalah dengan cara menghentikan pemberian antibiotik beberapa 

Sumber : (a) centralunggas.blogspot.com, (b) dw-world.de, (c) biojobblog.com dan (d) foodhaccp.com
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment