#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Nuansa "Jaman Now", Pasar Hewan Kurban menggunakan Fasilitas IT dan SPG

DIOLUHTAN-suluhtani. Sulsel. Pasar hewan kurban yang diselenggarakan Pemkab Bone dilakukan setahun sekali, walaupun musiman, ternyata banyak peminat utamanya peternak dan pedagang ternak yang ikut serta menitipkan ternak sapin untuk dijual pada “showroom” sapi kurban yang di inisiasi Dinas Peternakan Kab. Bone, hal ini dikarenakan peternak dan pedagang dapat mengetahui kondisi ternak, baik bobot badan, tinggi badan, kondisi kesehatan, taksiran umur dan daging. Bahkan sapi-sapi yang diperiksa oleh tim medis dan paramedik peternakan setelah dinyatakan layak, di beri perlakuan asesoris dan dipromosikan oleh sales promotion girl (SPG) yang memang telah disiapkan untuk membantu penjualan ternak kurban.
Kadis Peternakan Kab. Bone, drh.H.Aris Handono (kanan) dan Sekretaris Disnak Bone, Ir. Ahmad Effendi, MSi (kiri) berfoto bersama SPG Pasar Hewan Kurban


Pasar Hewan Nuansa Modern dan Unik
Pasar hewan dengan cara ini cukup unik, karena mengikuti perkembangan teknologi yang ada, yaitu menggunakan media internet. Bisa menggunakan media jejaring sosial seperti facebook, twiter dan lainnya serta menggunakan website pemerintah seperti website Dinas Peternakan Kab. Bone (www.disnakbone.go.id) dan media website lainnya.
Dengan menggunakan media ini bisa di promosikan secara gratis, walau tentunya hasil yang diperoleh akan berbeda. Berdasarkan pengalaman dengan internet, kekuatan marketingnya sangat bagus, “Karena jangkauannya bukan di wilayah tertentu saja akan tetapi jangkauannya global, karena kalau dipikir dan dicermati pembeli hewan qurban ini bisa warga Indonesia juga bisa warga Dunia” ungkap Yusran, SPt, MSi, Penyuluh Pertanian Dinas Peternakan Kab. Bone.

Cara menjual hewan kurban yang berbeda ini berlokasi di areal Terminal Petta Ponggawae, Watampone. Apalagi terdapat SPG yang siap melayani calon pembeli. Ditunjang sebuah tablet dan dandanan ala koboi, para SPG siap memberikan penjelasan tentang sapi yang dijual. “Ini dilakukan agar calon pembeli tidak jenuh saat melakukan proses pembelian. "Karena setiap pembeli akan memilih berdasarkan performance dan spesifikasi yang ingin diketahui, biasanya menghabiskan waktu satu hingga dua jam," terang drh. Aris Handono, Kepala Dinas Peternakan Kab. Bone setelah membuka kegiatan pasar hewan yang dirangkaikan pameran hasil peternakan.


Lanjut drh. Aris berharap konsep pasar hewan kurban ini tidak mengecewakan pembeli. Tidak hanya itu, sapi yang dititipkan peternak atau pedagang ternak telah malalui proses sampai dikatakan layak untuk dikurbankan. "Masyarakat calon pembeli dan pembeli tidak perlu khawatir, karena harga sesuai kualitas dan performance ternak" ucapnya.
Sementara itu, SPG pasar hewan kurban yang ditemui pada hari Minggu (12/08/2018), Aldakisma dan Andi Bonewati ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak malu berdekatan dengan sapi setiap hari. Baginya, yang terpenting uang yang diperolehnya halal. Bukan hanya melayani pembeli, Indri juga cukup paham dengan kondisi sapi yang sehat atau tidak. "Biasanya Sapi yang sehat itu lebih aktif, hidung berlendir, mata bersih berkilau, kaki tidak pincang" ungkap Alda, perempuan 24 tahun itu sambil membuka tablet yang digenggamnya.
Semula merasa sangat terganggu dengan bau-bau kotoran sapi dan merasa takut berdekatan dengan sapi. "Sama saja puang sebenarnya, tapi bedanya hanya di aroma bau dan lokasi ternak saja, tapi lama-lama sudah biasa puang" ungkap Bonewati, gadis berkulit putih dengan rambut pirang.

Apresiasi Masyarakat
Sementara itu, salah satu pedagang ternak yang menitipkan sapinya di pasar hewan kurban ini, Haji Sudding, asal Tanete Riattang Barat mengungkapkan rasa senang dan terima kasihnya kepada Dinas Peternakan Kab. Bone yang menfasilitasi para peternak dan pedagang untuk menjual ternak sapinya. “Saya sangat mengapresiasi langkah Disnak Bone mengadakan pasar hewan kurban ini, betul-betul pemerintah berperan terhadap perekonomian masyrakat” ungkap H. Sudding yang menjual sapi bernama Bondeng, umur 1,5 Tahun, berat 522,5 Kg, tinggi sapi 136 cm, jenis limosin-bali dengan bandrol harga Rp.30 Juta (sumber data panitia Disnak Bone)" tuturnya.
Hal senada diungkapkan Udin, pedagang asal Kec. Palakka yang turut serta dengan mengikutkan 4 (ekor) ekor sapi miliknya sangat bersyukur dengan inovasi Disnak Bone. Dirinya pun merasa senang mengetahui kondisi kesehatan dan performance sapinya. 
Bekas "Necktag" Sapi milik Pedagang asal Palakka yang Telah Laku Terjual

“Bagus untuk dilanjutkan tahun depan, karena dilengkapi fasilitas dokter hewan dan paramedik serta alat timbangan bobot sapi, alat kesehatan plus ditambah SPG yang cantik turut membantu jualan sapinya. Alhamdulillah (Senin, 13/08) ternak saya laku 2 ekor yaitu sapi bernomor ”necktag” 028 bernama Passippo-3, jenis Bali, umur 1,5 tahun dengan harga Rp. 8,5 Juta dan sapi ber”necktag” 029 bernama Passippo-4, jenis Bali, umur 1,5 tahun, berat 180 Kg” ucapnya bersyukur (sumber data panitia Disnak Bone)
Sedangkan Syamsul (49) asal Kec. Tanete Riattang Barat memuji kegiatan ini dan mengatakan bahwa pasar hewan kurban dengan menggunakan fasilitas IT, Alat Kesehatan lengkap dengan dokter hewan dan paramediknya serta  memakai bantuan SPG adalah yang pertama di Indonesia. "Bahkan mungkin pertama di Indonesia, soalnya yang lainnya pernah ada, tapi berbeda dengan disini" ujar Syamsul. Yamin Yakub (52), calon pembeli juga turut merasakan kemudahan dalam berkonsultasi mengenai harga dan kualitas sapi kepada SPG. Dirinya mengatakan bahwa selalu ditemani SPG dalam memilih hewan ternak kurban yang sesuai dengan keinginannya. “Setiap SPG juga dilengkapi perangkat elektronik berupa tablet yang berisi data-data sapi yang akan dibelinya, mulai dari jenis sapi, bobot, sampai harganya. Dengan memakai asesoris koboi, menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli maupun pengunjung” ungkap Yamin asal Barebbo.
Begitu pula dengan pengunjung lainnya yang mengakui ketertarikannya dengan nuansa pasar hewan kurban tersebut, apalagi dirangkaian dengan pameran olahan hasil peternakan yang bisa dibeli oleh pengunjung diantaranya telur asin biasa, chicken nugget, telur asin asap, abon dan produk olahan lainnya hasil binaan Dinas Peternakan pada kelompok-kelompok tani yang ada di Kabupaten Bone.
Pasar Hewan Qurban dan Pameran Hasil Peternakan ini berlangsung mulai Tanggal 10 Agustus s/d 15 Agustus 2018 dan kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin yang akan dilaksanakan Pemkab Bone setiap tahunnya.
Penulis : Yusran A. Yahya
Editor : Redaksi Suluhtani.com
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment