#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Teknologi Drone “Hope”, Harapan Baru Untuk Pertanian Indonesia

Teknologi Drone “Hope”, Harapan Baru Untuk Pertanian Indonesia

DIOLUHTAN-suluhtani. Lampung. Salah satu agenda Rakor Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPSIN) dan Sosialisasi Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Provinsi Lampung adalah demo pemanfaatan Drone untuk Pertanian yang berlangsung di Kebun Praktek BPP Lampung. Kami mengundang pemuda dari Temanggung yang berhasil menciptakan drone penyemprot tanaman yang diberikan nama 'Hope' untuk diperkenalkan kepada petani di Lampung," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, di Bandarlampung, (Senin, 27/08/2018).
Drone ini dimanfaatkan untuk penyemprotan air, pestisida atau pupuk untuk lahan maupun tanaman yang dapat dikendalikan. Menurutnya Momon, dengan menggunakan alat tersebut dapat menyemprot tanaman atau lahan seluas lima hektar dalam waktu satu jam. “Tidak tertutup kemungkinan, tidak lama lagi Drone ini masuk kategori Alsintan. Jika proses SNI maupun ISO telah selesai, kami melalui Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan akan menggunakan alat tersebut dan disebarkan kepada petani agar proses pengolahan lebih cepat," papar Momon Rusmono. 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Widi Hardjono mengatakan keberadaan drone "Hope" bisa membantu mengatasi permasalahan petani khususnya Lampung. Sebab, Lampung menjadi salah satu dari tujuh provinsi penyangga beras di Indonesia. “Kalau kita mau mengoptimalkan produksi padi. Tapi yang menjadi kendala adalah kurangnya tenaga kerja. Kendala yang dihadapi kadang-kadang adanya kekeringan, pola penanaman yang mundur, hal-hal seperti itu bisa diatasi salah satunya dengan pemanfatan alsintan,” ujar Widi.






Kepala BPPSDMP Kementan RI, Momon Rusmono, beserta Jajaran Kementrian, Pemprov Lampung dan Jajaran TNI menyaksikan Demonstrasi Teknologi Drone

Widi Hardjono mengakui bahwa tenaga kerja di bidang pertanian semakin berkurang. Sehingga modernisasi alsintan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja tersebut. “Siapa yang sekarang mau mencangkul? Lewat Kementan sudah memberikan banyak traktor roda dua dan roda empat, buat jagung sudah ada. Yang jadi masalah alat itu mahal sekali pengadaannya, repotnya penggunaannya belum maksimal, makanya kita adakan optimalisasi alsintan,” ujarnya. 
Editor : Y.A.Yahya
Artikel dan Foto : Fanspage FB BBPP Ketindan

Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Anonymous
admin
4 September 2018 at 19:52 ×

bagus artikel nya gan!!

referensi artikel sabung ayam bangkok
http://www.sabungayambangkok.com/manfaat-tempe-untuk-sabung-ayam-bangkok/
http://www.sabungayambangkok.com/melatih-sabung-ayam-bangkok-menjadi-petarung-tangguh/
http://www.sabungayambangkok.com/jenis-dan-ciri-khusus-yang-terdapat-pada-ayam-bangkok-suro/
http://www.sabungayambangkok.com/ciri-ayam-bangkok-pukulan-yang-mengerikan-serta-mematikan/
http://www.sabungayambangkok.com/ayam-aduan-turun-urat-ini-langkah-ampuhnya/
http://www.sabungayambangkok.com/tips-curang-menang-dalam-pertarungan-sabung-ayam/
http://www.sabungayambangkok.com/langkah-memilih-ayam-aduan-terbaik-dalam-taruhan-live/
http://www.sabungayambangkok.com/mengatasi-penyakit-bubul-pada-ayam-aduan/
http://www.sabungayambangkok.com/langkah-terbaik-dalam-merawat-ayam-aduan-bangkok/
http://www.sabungayambangkok.com/langkah-terbaik-dalam-merawat-paruh-ayam-aduan/

Congrats bro Anonymous you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar
Post a Comment
Thanks for your comment