#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Pengolahan Lahan dengan Pengelolaan Tanah pada Sawah

Pengelolaan tanah hingga berlumpur dan rata dimaksudkan untuk menyediakan media pertumbuhan yang baik dan seragam bagi tanaman padi serta mengendalikan gulma dan hama. Pada kondisi tertentu seperti mengejar waktu tanam dan kekurangan tenaga kerja, pengolahan tanah minimal atau bahkan tanpa olah tanah (TOT) dapat pula diterapkan. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan traktor atau ternak, menggunakan bajak singkal dengan kedalaman olah > 20 cm. Pengolahan tanah dilakukan untuk membalikkan tanah, memecahkan bongkahan tanah sehingga terbentuk struktur lumpur yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi.
Untuk mendapatkan struktur lumpur yang baik perlu dilakukan:
  • Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar.
  • Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak.  Secara tidak langsung kita telah melakukan pengendalihan hama dalam tahap ini. Karena setelah panen, ulat yang akan menjadi penggerek batang  nantinya, akan tinggal beberapa bulan  di dalam tanah. saat hujan turun, larva nya akan menjadi kepompong  di dalam tanah dan menjadi kupu-kupu.
  • Masukkan bahan organik / pupuk organik, dua minggu sebelum pembajakan pertama dilakukan. Pembajakan pertama pada awal musim tanam dan biarkan 2-3 hari setelah itu. Dilakukan pembajakan ke-2. Areal  direndam 2-3 hari lagi.
  • Bila belum mendapatkan struktur lumpur yang baik sebaiknya areal dibajak untuk ketiga kalinya, 3-5 hari menjelang tanam. Saat melakukan pembajakan kedua atau ke tiga, arah membajak areal sawah dilakukan berlawanan  dari arah pembajakan sebelumnya.
  • Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata. Jadi tanah diolah sempurna (2 kali bajak dan 2 kali garu) dengan kedalaman olah 15 – 20 cm.

Yusran A. Yahya (berbagai sumber)


Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment