Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Pupuk Tak Kunjung Datang, Petani Khawatir

Sudah beberapa minggu terakhir ini petani di Desa Matirowalie, Kec. Bontocani belum mendapatkan Pupuk, kesulitan mendapatkan pupuk memaksa mereka untuk mencari di tempat lain alhasil sama saja karena di desa lainpun mengalami hal yang sama, para petani sangat khawatir mengingat tanaman padi mereka sudah saatnya untuk diberikan pupuk.
Kesediaan pupuk yang sulit didapat ini membuat para petani khawatir dengan hasil panen mereka karena sulitnya mendapatkan pupuk sedangkan padi yang mereka tanam sudah saatnya untuk di pupuk. “sudah beberapa kali mereka ingin menanyakan kepada pengecer tentang kedatangan pupuk tetapi mereka tidak mendapatkan informasi yang jelas kapan pupuk baru bisa diperoleh, hal ini bertambah sulit karna si pengecer berdomisili di kota watampone” ujar Telu, S.Sos, sekretaris desa mattirowalie.
Para petani juga mengeluhkan pendistribusian pupuk. Mereka diharuskan mengambil sendiri di kios pengecer yang berada di desa tetangga yaitu desa watangcani. “sebaiknya pengecer langsung mendrop pupuknya ke petani mattirowalie, sebab pupuk yang dibawa dari distributor ke kios itu melewati desa mereka” ujar Aras, salah satu ketua klp. tani.. Petani lain ikut menimpali bahwa ini adalah strategi supaya harga pupuk bisa dinaikkan dengan alasan biaya transport dari kios ke petani. Aras menambahkan bahwa petani kami telah menanam padi terakhir pada tanggal 12 November 2013.

Kelangkaan pupuk tersebut membuat para petani panik dan cemas akan keadaan tanaman mereka dan sangat berharap pemerintah segera memperhatikan hal ini. Jika pupuk tetap tidak tersedia, maka tidak ada jalan lain bagi kami untuk membeli pupuk ke petani yang berada di kabupaten tetangga. “harga pupuk disana jauh lebih murah dibanding pupuk yang dijual di kab. Bone” sebut Aras menambahkan.

Saparuddin (Penyuluh Desa Mattirowalie) memahami kekhawatiran petani, dia pun sering bolak-balik ke distributor dan tetap berusaha bertemu dengan pengecer utuk mengatasi persoalan pupuk diatas. Dia juga menghimbau agar petani mencari pupuk tidak diluar wilayah Kab. Bone karena hal tersebut menyalahi aturan. “mudah-mudahan kekhawatiran petani dapat segera dituntaskan” ujarnya.
Y.A.Y reporter
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment