#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Belajar nikmat dari segelas Kopi

Saya memangpenikmat fanatik kopi. Tapi saya tak bisa membedakan kopi kualitas baik dan buruk, dan hanya bisa membedakan kopi luwak atau bukan, arabika atau robusta. Yang terpenting kopi tersebut enak.
Gerai kopi terus mengembangkan inovasi penyajian kopi. Saya memiliki tempat favorit untuk minum kopi, sekali waktu saya pesan coffee latte, pada waktu lain saya pesan espresso coffeegreen tea coffee, pernah pula avocado coffee. Jika mampir malam hari saya pesan hot coffee latte, pada siang hari nan terik pesan ice coffee latte. Entah kenapa, saya tidak pernah bosan datang ke gerai ini, saya bisa dihangatkan pada malam hari dan disegarkan pada siang hari. Minuman dengan berbagi bentuk penyajian tanpa menghilangkan identitas aslinya—KOPI.
Bila di wilayah kerja penyuluhan saya disebuah daerah terpencil diperbatasan. Terkadang saya dan beberapa teman se-profesi penyuluh kadang mampir disebuah warung kecil hanya untuk menikmati segelas kopi susu. Yaaahhh… minimal untuk menghilangkan kepenatan sehabis perjalan mendaki bebatuan yang tidak sedikit mengeluarkan tenaga.
Dari secangkir kopi saya membayangkan alangkah indahnya kehidupan yang mampu memberikan kesegaran bagi banyak orang, berbagai kalangan, berbagai usia, berbagai karakter, berbagai tingkat pendidikan, dan tentunya berbagai suasana hati. Tidak mudah, tetapi harus demikian agar bisa menjadi berkat bagi.
Untuk itu, kita harus belajar, menata diri, dan berinovasi. Namun demikian—sebagaimana kopi dengan berbagai bentuk penyajiannya—kita tak boleh kehilangan rasa utama, jati diri, yaitu iman kita

Y.A.Y di Malam Minggu
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment