#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

(Tetap) Waspada Diare pada Ternak Sapi


DIOLUHTAN. Sulsel. Memasuki musim penghujan, berbagai jenis hewan ternak baik itu unggas ataupun ternak besar riskan terserang penyakit.
Seperti yang terjadi baru-baru ini di Dusun Oro, Desa Bana, Kec. Bontocani. (Selasa, 24/2). Banyak sapi yang mengalami diare dan kurang nafsu makan. Diare ini bahkan dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian pada sapi jika tidak tertangani oleh petugas.
Y.A.Yahya (Penyuluh Peternakan) ketika dikonfirmasi setelah menangani kesehatan ternak sapi tersebut mengammbarkan bahwa diare itu saat keadaan sapi yang mengalami sakit mencret. 
Diare pada ternak khususnya sapi bukan merupakan sebuah penyakit, tapi lebih merupakan tanda atau gejala klinis dari sebuah penyakit yang lebih komplek yang bisa disebabkan oleh berbagai hal. “Diare pada sapi, seperti pada manusia, dapat terjadi ketika pergerakan cairan tubuh dalam pencernaan mengalami gangguan. Biasanya selalu berakibat kehilangan cairan atau dehidrasi. Sayangnya, kehilangan ini merubah keseimbangan kimiawi tubuh yang pada akhirnya akan menimbulkan stress dan depresi, yang dapat berujung pada kematian.” Ungkapnya
Rehidrasi, sebuah terapi pada ternak dengan memberikan air dan suplemen elektrolit dapat membantu meredakan efek diare dan memulihkan keseimbangan tersebut. “Peternak harus segera memberi pertolongan pertama, dengan memberi larutan segenggam garam, segenggam gula merah yang diberikan secara rutin pada sapi, sama fungsinya dengan oralit pada manusia” jelasnya
Beliau juga menyarankan kepada masyarakat untuk membuat kandang jangan sampai becek atau tergenang air. "Karena kandang yang becek, resiko hewan ternak tersebut terserang penyakit lebih tinggi. Seperti penyakit saluran pernafasan dan pencernaan," imbuhnya. 
Source : Yusran


Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment