#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Manajemen, Identifikasi dan Recording Ternak

Seiring pertambahan kesadaran masyarakat tentang gizi maka Konsumsi produk hasil peternakan yaitu telur, susu, dan daging meningkat. Kebutuhan konsumsi protein hewani sangat penting memenuhi gizi masyarakat. Dengan demikian, pemenuhan stok bahan pakan tersebut mutlak dijaga oleh pemerintah selaku pemegang regulasi.
Pemerintah melalui kementerian terkait yaitu Kementerian Pertanian telah mencanangkan program swasembada daging sapi, program ini diharapkan mampu mendorong dalam mengembalikan Indonesia sebagai eksportir sapi. Selain itu, diharapkan semakin mengurangi impor daging dan sapi bakalan, yang mencapai sekitar 30 persen dari total kebutuhan daging nasional.

Untuk mencapai target tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah stategis di bidang peternakan. Langkah-langkah yang diperlukan terutama untuk menaikkan jumlah daging dalam negeri yaitu merangsang berkembangnya peternakan besar maupun kecil milik rakyat. Pengembangan peternakan harus dimbangi dengan melakukan manajemen yang baik. Salah satu faktor yang tidak boleh dilupakan dalam manajemen peternakan lebih baik yaitu pencatatan atau recording.
Definisi Recording
Dalam pengelolaan peternakan modern, recording menjadi sangat penting. Hal ini disebabkan karena jumlah ternak yang dikelola tidak sedikit. Recording adalah segala hal yang berkaitan dengan pencatatan terhadap ternak secara individu yang menunjukkan pertumbuhan dan perkembangannya. Apalagi jika berkaitan dengan ternak bibit, karena berhubungan dengan kualitas ternak ke depan.
Macam Recording
Untuk memudahkan pemahaman tentang recording, maka dibuat penggolongan recording. Secara umum recording:
  • Identitas. Setiap ternak diberi identitas agar lebih mudah dalam pengenalan. Kita bisa membagi lagi identitas ini menjadi beberapa yaitu identifikasi fisik, penandaan fisik dan penandaan tambahan. Dalam hal ini, Identifikasi fisik meliputi ciri-ciri fisik misalnya warna bulu, konformasi tubuh, bulu sekitar mata, tanduk, kaki, bentuk telinga, punuk, dll. Penandaan fisik ternak dapat dibedakan menjadi semi permanen dan permanen. Penandaan permanen adalah penandaan pada sapi yang bersifat tetap. Sedangkan semipermanen bersifat sementara saja, dan jika sewaktu-waktu diperlukan mudah dihilangkan atau diganti. Sedangkan penandaan tambahan adalah penandaan yang diberikan pada sapi di lingkungan sapi tersebut hidup yang memudahkan dikenali meskipun dari kejauhan. Sebagai contoh pemberian papan nama di atas masing-masing kandang, berikut nama sapi, jenis sapi, kode sapi, tanggal lahir, dan asal sapi.
  • Dokumentasi, Pada kondisi sekarang ini upaya mendokumentasikan kegiatan sangat diperlukan tidak terkecuali untuk sapi jika memang populasinya dalam lokasi peternakan cukup besar. Pendokumentasian sapi dapat dilakukan melalui pembuatan sketsa atau gambar individu, profilnya, foto maupun rekaman video. Data-data tersebut akan membantu memudahkan pengelolaan ternaknya . Menurut Pallawarukka (2009) penggambaran atau sketsa dapat digunakan untuk identifikasi ternak dengan penandaan warna yang unik atau spesifik.
  • Catatan Khusus, Dalam pengelolaan peternakan besar sangat diperlukan pencatatan detail bagi setiap individu sapi, sehingga diperlukan pencatatan khusus. Yang termasuk pencatatan khusus meliputi nama sapi, tanggal lahir, nomor kode ternak, asalnya, berat badannya, berat lahir, berat sapih, bangsa, juga kesehatannya. Selain itu, catatan perkawinan atau inseminasi buatan termasuk dalam hal ini. Catatan ini harus memuat segala hal lengkap agar memudahkan bagi tenaga medis atau perawat ternak yang lain melakukan penangan dan mengurangi terjadinya kesalahan penanganan.
  • Sertifikat Ternak, Recording yang terakhir ini menjadi penting keberadaannya jika terkait dengan pembibitan terutama di UPT/perusahaan pembibitan, apalagi jika sapi berasal dari impor. Mengapa penting, karena untuk memudahkan pelacakan terhadap tetuanya berkualitas unggul atau tidak, memudahkan seleksi, menjaga penyebaran bibit semen di lapangan agar tidak terjadi inbreeding. Dalam sertifikat ternak ini yang sangat penting harus memuat breeding, asal-usul tetua pejantan dan betinanya, tanggal lahir. Dengan sertifikat ini, akan menambah kepercayaan dan kepuasan pengguna bibit sapi. 

Manfaat Recording, Berikut ini beberapa beberapa manfaat recording:
  • Memudahkan pengenalan terhadap ternak, terutama recording yang terpasang langsung pada ternak ataupun di dekat ternak seperti ear tag, pengkodean ternak, penamaan, papan nama, foto, pemberian ciri-ciri pada ternak.
  • Memudahkan dalam melakukan penangan, perawatan maupun pengobatan pada ternak, berdasarkan catatan-catatan yang dimiliki.
  • Memudahkan manajemen pemeliharaan terutama jika ternak tersebut membutuhkan perlakuan khusus.
  • Menghindari dan mengurangi kesalahan manajemen pemeliharaan, pengobatan, pemberian pakan ataupun produksi semen
  • Memudahkan dalam melakukan seleksi ternak sehingga didapatkan ternak yang unggul, melalui sertifikat ternak, catatan kesehatan, berat lahir, dll.
  • Menghindari terjadinya inbreeding.
  • Menjadikan pekejaan lebih efektif dan efisien terutama dalam sebuah usaha peternakan yang besar.

Ternak dengan recording yang bagus akan lebih mahal dibanding dengan yang tanpa recording. Begitu juga dengan kendaraan ada riwayat pemeliharaan dan ada pula dokumentasinya berupa STNK. Salah satu sarana identifikasi dan recording yang efektif adalah dengan sistem RFID. Sebenarnya apa sih RFID itu?
RFID (Radio Frequency Identification) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID berisi informasi yang disimpan secara elektronik dan dapat dibaca hingga beberapa meter jauhnya. Sistem pembaca RFID tidak memerlukan kontak langsung seperti sistem pembaca barcode.
Sebuah sistem identifikasi frekuensi radio menggunakan tag atau label yang dipasang pada objek untuk diidentifikasi. Radio dua arah pemancar-penerima, dimana disebut sebagai pemeriksa atau pembaca, mengirimkan sinyal ke tag lalu membaca responnya. Umumnya, pembaca mengirimkan hasil pengamatan tersebut ke sistem komputer yang menjalankan perangkat lunak RFID.
Informasi Tag disimpan secara elektronik di dalam memori permanen. Tag RFID mencakup pemancar dan penerima frekuensi radio kecil. Sebuah pembaca RFID mengirimkan sinyal radio yang dikodekan untuk memeriksa tag. Lalu, tag menerima pesan dan merespon informasi yang diidentifikasinya. Sebuah label RFID dapat ditempelkan ke sebuah obyek dan digunakan untuk melacak dan mengelola inventaris, aset, orang, dan lain-lain. Sebagai contoh, label RFID bisa ditempelkan di Kambing, mobil, peralatan komputer, buku-buku, ponsel, dan lain-lain.
RFID dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti:
  • Manajement Akses
  • Pelacakan Hewan
  • Fitur yang ada saat ini sedang Gembala Farm rancang bangun berupa
  • Data Ternak: Mengatur data ternak berdasarkan Pemilik, Tanggal Lahir, Tanggal masuk kandang, Posisi Kandang, Status dan Umur
  • Data Kandang: Mengatur data kandang sesuai dengan nama, kapasitas dan lokasi.
  • Data Berat Badan: Monitoring perkembangan berat badan dari hari ke hari dalam bentuk grafik maupun tabel
  • Data Produksi Susu: Kapasitas produksi susu dapat terlihat sesuai dengan tanggal diperah dan dapat terlihat juga secara grafik maupun tabel
  • Galeri Foto: Menyimpan Foto tiap ternak sehingga perkembangan bentuk fisik ternak dapat terlihat
  • Sistem Login: Tiap user mendapat username dan password khusus untuk memonitor perkembangan ternak masing-masing
Disarikan dari Berbagai Sumber



Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment