#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Mengatasi dan Mengendalikan Gulma

DIOLUHTAN. Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.

Batasan gulma bersifat teknis dan plastis. Teknis, karena berkait dengan proses produksi suatu tanaman pertanian. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Plastis, karena batasan ini tidak mengikat suatu spesies tumbuhan. Pada tingkat tertentu, tanaman berguna dapat menjadi gulma. Sebaliknya, tumbuhan yang biasanya dianggap gulma dapat pula dianggap tidak mengganggu. Contoh, kedelai yang tumbuh di sela-sela pertanaman monokultur jagung dapat dianggap sebagai gulma, namun pada sistem tumpang sari keduanya merupakan tanaman utama. Meskipun demikian, beberapa jenis tumbuhan dikenal sebagai gulma utama, seperti teki dan alang-alang.
Ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya dikenal sebagai ilmu gulma.
Macam-macam gulma
Biasanya orang membedakan gulma ke dalam tiga kelompok:
  • teki-tekian
  • rumput-rumputan
  • gulma daun lebar.

Ketiga kelompok gulma memiliki karakteristik tersendiri yang memerlukan strategi khusus untuk mengendalikannya.
Gulma
Gulma adalah sebagai tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki tumbuh pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gilma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan berdaun lebar (board leaf). Golongan gulma rurumputan kebanyakan berasal dari famili gramineae (poaceae). Ukuran gulma golongan rerumputan bervariasi, ada yang tegak, menjalar, hidup semusim, atau tahunan. Batangnya disebut culms, terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antara ruas. Batang tumbuh bergantian pada dua buku pada setiap antara ruas daun terdiri dari dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun., contoh gulama rerumputan Panicium repens, Eleusine indica, Axonopus compressus dan masih banyak lagi. Golongan teki-tekian kebanykan berasal dari famili Cyperaceae. Golongan ini dari penampakanya hampir mirip dengan golongan rerumputan, bedanya terletak pada bentuk batangnya. Batang dari golongan teki-tekian berbentuk segitiga. Selain itu golongan teki-tekian tidak memiliki umbi atau akar ramping di dalam tanah. Contoh golongan teki-tekian: Cyprus rotundus, Cyprus compresus. Golongan gulma berdaun lebar antara lain: Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum odorotum. Berdaarkan habita tunbuhanya, dikenal gulma darat, dan gulma air. Gulma darat merupakan gulma yang hidu didarat, dapat merupakan gulma yang hidup setahun, dua tahun, atau tahunan (tidak terbatas). Penyebaranya dapat melalui biji atau dengan cara vegetatif. Contoh gulma darat diantaranya Agerathum conyzoides, Digitaria spp, Imperata cylindrical, Amaranthus spinosus. Gulma air merupakan gulama yang hidupnya berada di air. Jenis gulma air dibedakan menjadi tiga, yaitu gulma air yang hidupnya terapung dipermukaan air (Eichhorina crassipes, Silvinia) spp, gulma air yang tenggelam di dalam air (Ceratophylium demersum), dan gulma air yang timbul ke permukaan tumbuh dari dasar (Nymphae sp, Sagitaria spp).
Gulma daun lebar
Berbagai macam gulma dari anggota Dicotyledoneae termasuk dalam kelompok ini. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Daun dibentuk pada meristem pucuk dan sangat sensitif terhadap kemikalia. Terdapat stomata pada daun terutama pada permukaan bawah, lebih banyak dijumpai. Terdapat tunas-tunas pada nodusa, serta titik tumbuh terletak di cabang. Contoh gulma ini ceplukan (Physalis angulata L.), wedusan (Ageratum conyzoides L.), sembung rambut (Mikania michranta), dan putri malu (Mimosa pudica).
Padi Ladang atau yang juga disebut padi gogo adalah sistem bertanam padi tanpa menggenangi padi dengan air seperti lazimnya di sawah. sistem ini juga dikenal dengan istilah bertanam padi secara aerobik. Sistem ini bisa menghemat penggunaan air hingga 50%.
Dengan manajemen yang baik, padi ladang bisa berproduksi antara 5-6 ton/ha. Namun, produksi tersebut sulit dicapai salah satunya karena tingginya investasi gulma pada sistem pertanaman ini. Pada sistem padi sawah, pertumbuhan gulma bisa ditekan dengan penggenangan air. sedang pada padi ladang gulma tumbuh secara bersamaan dengan tumbuhnya padi. ini adalah kendala utama sistem padi ladang. Oerke dan Dehne (2004) melaporkan kehilangan hasil padi ladang akibat gulma bisa mencapai 30%.
Aplikasi herbisida pre dan post emergence adalah cara yang sangat efektif. Namun, cara instan ini sangat merusak lingkungan dan harus kita tinggalkan dan harus kita pikirkan cara penggantinya.
Cara konvensional adalah dengan hand weeding yaitu menggunakan tenaga manusia untuk mencabut gulma. Cara ini masih diterapkan di Amerika dan di Eropa hingga saat ini. Pada hari-hari tertentu petani mengajak anak-anak sekolah untuk datang mengunjungi pertaniannya, mengenalkan pertanian dan mengajak anak-anak mencabut gulma yang tumbuh. Beberapa petani menggaji anak-anak di hari libur khusus untuk mencabut rumput saja.
Namun pun begitu, di belahan bumi lain cara diatas sulit diterapkan. Sudah bukan hal aneh kalo kita lihat ladang padi yang penuh dengan gulma karena ditinggalkan petaninya akibat tak mampu mengatasi serbuan gulma.
Alternatif lain adalah menggunakan varitas yang bisa bersaing dengan gulma. cirinya adalah mampu tumbuh cepat terutama saat-saat awal pertumbuhan hingga mampu mengalahkan gulma. Namun, varitas ini tidak tersedia bagi semua petani. hanya petani di negara maju yang punya kesempatan untuk memilikinya. Keterbatasan kemampuan riset di negara berkembang membuat pertanian semakin sulit untuk lepas dari bahan kimia.
Cara andalan dari pemikiran saya adalah dengan merapatkan barisan penanaman padi. dengan rapatnya penanaman berarti populasi padi meningkat sehingga penutupan kanopi tanah oleh padi bisa lebih banyak. hal ini berarti menghalai ruang tumbuh bagi gulma. Cara ini akan menjadi ampuh hanya bila pertumbuhan awal padi tidak disertai pertumbuhan gulma. dalam selang waktu 3-4 minggu awal pertumbuhan, bila padi bebas gulma maka pertumbuhan selanjutnya akan tidak banyak terpengaruh.
Gulma teki-tekian
Kelompok ini memiliki daya tahan luar biasa terhadap pengendalian mekanik karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Selain itu, gulma ini menjalankan jalur fotosintesis C4 yang menjadikannya sangat efisien dalam 'menguasai' areal pertanian secara cepat. Ciri-cirinya adalah penampang lintang batang berbentuk segi tiga membulat, dan tidak berongga, memiliki daun yang berurutan sepanjang batang dalam tiga baris, tidak memiliki lidah daun, dan titik tumbuh tersembunyi. Kelompok ini mencakup semua anggota Cyperaceae (suku teki-tekian) yang menjadi gulma. Contoh: teki ladang (Cyperus rotundus), udelan (Cyperus kyllinga), dan Scirpus moritimus.
Sumber : Wikipedia


Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment