#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Metodologi Evaluasi Upaya Khusus SIWAB berbasis SPIP untuk Percepatan Swasembada Daging

DIOLUHTAN. Bogor-Jabar. Swasembada daging merupakan dambaaan seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Dengan ketersediaan daging yang mencukupi maka Angka Kecukupan Gizi (AKG) masyarakat dapat ditingkatkan. Dukungan Inspektorat Jenderal (irjen) c.q Inspekorat IV dalam mewujudkan swasembada daging yaitu dengan melakukan evaluasi SIWAB 2017.
Untuk mensukseskan kegiatan tersebut Inspektorat Jenderal menyelenggarakan workshop "Metodologi Evaluasi Upaya Khusus SIWAB berbasis SPIP" yang dilaksanakan di Hotel Arch Bogor pada tanggal 28 s. d 30 Nopember 2017.
 Inspektur IV IGMN Kuswandhana (Kiri) dan  Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, DR. Ir. Nasrullah, MAgr (Kanan) saat acara workshop Metodologi Evaluasi Upaya Khusus SIWAB berbasis SPIP

Acara dibuka oleh Inspektur IV IGMN Kuswandhana, dan dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, DR. Ir. Nasrullah, MAgr, seluruh auditor Inspektorat IV, tim dari Ditjen PKH dan Tim PSEKP Setjen Kementan yang dipimpin oleh Ilham.
Inspektur IV kuswandhana memberikan apresiasi kepada Ditjen PKH terkait kegiatan Upaya Khusus SIWAB bahwa selama tahun 2017, Inspektorat Jenderal tidak menemukan adanya aduan yang secara material terkait dengan kegiatan SIWAB. Hal ini menunjukan bahwa pengendalian intern yang dilakukan oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat baik dan handal.
Untuk mensukseskan evaluasi telah dilakukan piloting terhadap metodologi ke daerah. Upaya penyempurnaan metodologi terus menerus dilakukan tim kreatif IR 4 diantanya melakukan evaluasi ke 11 provinsi antara lain provinsi NTT, NTB, Sulsel, Sulteng, Lampung, Sumut, Kalbar, Jateng, Jatim, DIY. Dengan pertimbangan apabila program SIWAB di 11 provinsi tersebut berhasil dapat dikatakan Program SIWAB di seluruh Indonesia berjalan dengan baik. Pelaksanaan evaluasi menggunakan metodologi dengan pendekatan SPIP kegiatan karena kegiatan itu melekat anggaran sehingga mudah untuk dilakukan pengukuran.
Workshop kali diharapkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hasil evaluasi dapat dijadikan acuan penyempurnaan kegiatan Upsus Siwab pada masa mendatang. Sehingga hasil evaluasi dapat dijadikan masukan kepada Menteri Pertanian maupun Eselon I mengenai efektifitas, efisiensi, Kehandalan laporan keuangan, keamanan asset dan ketaatan pada peraturan perundangan atas pelaksanaan suatu kegiatan. Dengan evaluasi ini diharapkan juga dapat memberikan umpan balik dampak pengawalan pengembangan SPIP kegiatan yang telah dilakukan. Dengan Upaya Khusus SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting) dapat mencapai swaswembada daging 2026.
Editor : Y.A.Yahya

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment