Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Pemetahan Lahan, Ini Pengertian, Cara Kerja, Dan Fungsi GPS

DIOLUHTAN. Kebutuhan manusia akan informasi merangsang para ilmuan dan lembaga-lembaga tingi suatu pemerintahan untuk membuat suatu sistem yang dapat memenuhi akan kebutuhan tersebut. Salah satu sistem teknologi yang super canggih dan sudah dapat dirasakan oleh kita saat ini adalah sistem navigasi satelit. Dengan adanya teknologi sistem navigasi satelit ini kita lalu bisa mengetahui posisi kita atau orang lain berada hanya dengan bantuan alat yang dapat menerima sinyal navigasi satelit tersebut. Prakteknya sinyal navigasi satelit itu kini bisa dimanfaatkan menggunakan perangkat smartphone, baik yang berbasis Android, Windows Phone, atau iPhone.
Salah satu sistem navigasi satelit yang populer saat ini adalah GPS. GPS merupakan singkatan dari Global Position System. Selain GPS, ada beberapa sistem navigasi satelit yang serupa yaitu seperti GLONASS milik Rusia, Galileo Uni Eropa dan IRNSS milik India. Sedangkan GPS adalah sistem navigasi satelit yang dikembangkan dan dioperasikan dibawah pemerintah Amerika Serikat, tepatnya dibawah tanggung jawab Angkatan Udara Amerika Serikat.
Terjadinya perubahan fungsi lahan seolah baru mendapat perhatian ketika timbul permasalahan kota maupun wilayah mengganggu kenyamanan berkehidupan seperti terjadinya banjir, longsor, dan menurunnya total produksi hasil pertanian. Menyusutnya atau bahkan hilangnya luas lahan yang memiliki fungsi ruang terbuka hijau (rth), sawah atau lahan-lahan pertanian, beralih pada fungsi yang dianggap lebih produktif. Pada kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung luas rth telah berkurang 35% pada awal tahun 1970an – tahun 2000 menjadi kurang dari 10% (Sukawi, 2000), dan Malang berkisar 15%, yang seharusnya memiliki luas minimum 30% dari luas total kawasan. Sedangkan pada fungsi lahan pertanian dari tahun 1992-2002 terjadi alih fungsi lahan pertanian sebesar 64.000 ha/tahun dan 41,1% diantaranya alih fungsi sawah menjadi bukan sawah (Achmad Rachman, M. Noor, Isdiyanto A, 2009: dalam Kemenko, 2009). Perlu dilakukan teknik monitoring perubahan pada lahan skala besar, salah satunya dengan menggunakan teknologi GPS
Pengertian GPS
Pengertian GPS adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit.
Pengertian GPS Menurut Buku Location Based Service
Pengertian GPS adalah sistem navigasi yang menggunakan satelit yang didesain agar dapat menyediakan posisi secara instan, kecepatan dan informasi waktu di hampir semua tempat di muka bumi, setiap saat dan dalam kondisi cuaca apapun.
Sedangkan alat untuk menerima sinyal satelit yang dapat digunakan oleh pengguna secara umum dinamakan GPS Tracker atau GPS Tracking, dengan menggunakan alat ini maka dimungkinkan user dapat melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time.
Cara Kerja GPS
Bagian yang paling penting dalam sistem navigasi GPS adalah beberapa satelit yang berada di orbit bumi atau yang sering kita sebut di ruang angkasa. Satelit GPS saat ini berjumlah 24 unit yang semuanya dapat memancarkan sinyal ke bumi yang lalu dapat ditangkap oleh alat penerima sinyal tersebut atau GPS Tracker. Selain satelit terdapat 2 sistem lain yang saling berhubungan, sehingga jadilah 3 bagian penting dalam sistem GPS. Ketiga bagian tersebut terdiri dari: GPS Control Segment (Bagian Kontrol), GPS Space Segment (bagian angkasa), dan GPS User Segment (bagian pengguna).
GPS Control Segment
Control segment GPS terdiri dari lima stasiun yang berada di pangkalan Falcon Air Force, Colorado Springs, Ascension Island, Hawaii, Diego Garcia dan Kwajalein. Kelima stasiun ini adalah mata dan telinga bagi GPS. Sinyal-sinyal dari satelit diterima oleh bagian kontrol, kemudian dikoreksi, dan dikirimkan kembali ke satelit. Data koreksi lokasi yang tepat dari satelit ini disebut data ephemeris, yang kemudian nantinya dikirimkan ke alat navigasi yang kita miliki.
GPS Space Segment
Space Segment adalah terdiri dari sebuah jaringan satelit yang tediri dari beberapa satelit yang berada pada orbit lingkaran yang terdekat dengan tinggi nominal sekitar 20.183 km di atas permukaan bumi. Sinyal yang dipancarkan oleh seluruh satelit tersebut dapat menembus awan, plastik dan kaca, namun tidak bisa menembus benda padat seperti tembok dan rapatnya pepohonan. Terdapat 2 jenis gelombang yang hingga saat ini digunakan sebagai alat navigasi berbasis satelit. Masing-masingnya adalah gelombang L1 dan L2, dimana L1 berjalan pada frequensi 1575.42 MHz yang bisa digunakan oleh masyarakat umum, dan L2 berjalan pada frequensi 1227.6 Mhz dimana jenis ini hanya untuk kebutuhan militer saja.
GPS User Segment
User segment terdiri dari antenna dan prosesor receiver yang menyediakan positioning, kecepatan dan ketepatan waktu ke pengguna. Bagian ini menerima data dari satelit-satelit melalui sinyal radio yang dikirimkan setelah mengalami koreksi oleh stasiun pengendali (GPS Control Segment).
Fungsi dan Kegunaan GPS
Untuk apa tujuan Amerika Serikat membuat sistem GPS yang notabene telah memakan biaya sangat besar untuk biasa pembuatan, pengoperasian dan perawatan. Tentunya bukan tanpa manfaat, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari sistem navigasi GPS bagi masyarakat seluruh dunia dan khususnya bagi pemerint Amerika Serikat itu sendiri. Beberapa fungsi dan kegunaan GPS tersebut bisa dibagi kepada 5 poin, yaitu:
GPS untuk Militer
GPS dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem pertahanan militer. Lebih jauh dari itu bisa memantau pergerakan musuh saat terjadi peperangan, juga bisa menjadi penuntun arah jatuhnya bom sehingga bisa lebih tertarget.
GPS untuk Navigasi
Dalam kebutuhan berkendara sistem GPS pun sangat membantu, dengan adanya GPS Tracker terpasang pada kendaraan maka akan membuat perjalanan semakin nyaman karena arah dan tujuan jalan bisa diketahui setelah GPS mengirim posisi kendaraan kita yang diterjemahkan ke dalam bentuk peta digital.
GPS untuk Sistem Informasi Geografis
GPS sering juga digunakan untuk keperluan sistem informasi geografis, seperti untuk pembuatan peta, mengukur jarak perbatasan, atau bisa dijadikan sebagai referensi pengukuran suatu wilayah.
GPS untuk Sistem Pelacakan Kendaraan
Fungsi ini hampir sama dengan navigasi, jika dalam navigasi menggunakan perangkat penerima sinyal GPS berikut penampil titik koordinatnya dalam satu perangkat, sedangkan untuk kebutuhan sistem pelacakan adalah alat penampil dan penerima sinyal berbeda lokasi. Contohnya kita bisa mengetahui lokasi kendaraan yang hilang dengan melihat titik kordinat yang dihasilkan dari alat yang terpasang dalam kendaraan tersebut, untuk melihatnya bisa melalui media smartphone atau alat khusus lainnya.
GPS untuk Pemantau Gempa
Saat ini teknologi GPS yang terus ditingkatkan menghasilkan tingkat ketelitian dan keakuratan yang sangat tinggi sehingga GPS dapat dimanfaatkan untuk memantau pergerakan tanah di bumi. Dengan hal itu maka para pakar Geologi dapat memperkirakan kemungkinan terjadinya gempa di suatu wilayah.
Menghitung Luas Perubahan Fungsi Lahan Secara Cepat dan Akurat
Setiap bidang lahan memiliki fungsi sesuai peruntukannya seperti tertuang pada UURI Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Selain fungsi yang melekat pada lahan terdapat luas yang umumnya ditandai oleh batas-batas fisik pada lahan. 
Semenjak terjadinya perubahan fungsi pada luas bidang lahan yang sangat drastis sebagai dampak meningkatnya pertumbuhan penduduk perkotaan dan proses transformasi struktur ekonomi dari yang semula berbasiskan sektor primer (pertanian) menjadi sektor skunder dan tersier (industri, jasa dan perdagangan) guna memenuhi kebutuhan dasar manusia atau ‘butsarman’ berupa pembangunan sarana dan prasarana kota yang praktis tidak dapat dihindari lagi. 
Maka, agar luas fungsi lahan dapat terkontrol dan dikendalikan, dari sisi teknis harus dilakukan pengawasan secara periodik dan cepat sehingga informasi perubahan luas fungsi lahan dapat segera diketahui, dengan cara menampalkan (overlay) luas fungsi lahan amatan saat ini terhadap data luas fungsi lahan pada tahun sebelumnya yang telah tersimpan pada data base. Hal tersebut dapat dilakukan secara tepat karena bidang lahan memiliki posisi, koordinat, dan bentuk pada lokasi yang sama.
Didukung teknologi GPS (Global Positioning System) dengan tingkat akurasi yang sangat baik (error 1-3m) kesalahan hitung terhadap luas fungsi lahan dibawah 10%. Selain itu, pada GPS mampu dibenamkan citra resolusi tinggi berskala 1:5000 yang tentunya telah dilakukan georeference guna menambah tingkat akurasi data lebih sempurna pada saat melakukan proses penghitungan luas. Mendigitasi hingga menghitung luas bidang lahan menggunakan perangkat GPS dapat dilakukan dengan 8 langkah:
Memetakan Hasil Perubahan Lahan
Berbeda dengan cara manual yang masih menggunakan media kertas pada saat dilapangan dan beberapa catatan-catatan khusus agar mudah diingat, melalui teknologi GPS dan citra satelit bentuk-bentuk khusus permukaan lahan akan terekam dan tercatat sesuai keadaan di lapangan dan tidak perlu merasa kuatir salah pada saat penggambarannya. Bentuk lahan sangat beragam dan unik karena tidak pernah sama secara posisi, koordinat, maupun lokasinya, yang akan mempengaruhi total luasannya. Keunikan suatu lokasi juga ditunjukkan dengan terdapatnya ketinggian permukaan lahan (topografi) yang terekam oleh GPS sebagai salah satu fasilitas perangkat pengukur ketinggian (altimeter).
Hasil pemetaan lapangan (ground truth) melalui GPS dapat dengan mudah diunggah (upload) ataupun diunduh (download) untuk diproses lebih lanjut tergantung kebutuhan analisis yang diinginkan.
Memilih Jenis GPS
Sebelum menentukan GPS yang akan digunakan terlebih dahulu mengetahui jenisnya agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dibedakan 3 macam berdasar jenisnya yaitu, 1) GPS Geodetic, memiliki sistem penerima (receivers) dual frekwensi yaitu mampu menangkap 2 sinyal L1 dan L2 bersamaan. GPS tersebut umumnya digunakan untuk keperluan survey dengan tingkat akurasi sangat tinggi dan tingkat kesalahan dibawah centi meter, misalnya kegiatan survey: konstruksi, jalan bebas hambatan, pengeboran, dan lain sebagainya. 2) GPS Mapping memiliki frekwensi tunggal (single frequency) yang berfungsi menerima dan mengumpulkan data-data spatial untuk kemudian dituangkan dalam kegiatan GIS/SIG (sistem informasi geografis). Tingkat ketelitian GPS ini termasuk medium (menengah) dengan kesalahan dibawah meter hingga beberapa meter (<10m). Perangkat ini biasa digunakan untuk kegiatan pemetaan. 3) GPS Navigasi biasa digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Perangkat ini memiliki kemampuan lebih rendah dari GPS Mapping karena keterbatasan pada track log maupun penyimpanan waypoint (www.garmin.com) dan bahkan fasilitas kompas ataupun altimeter tidak ditemui.
Untuk keperluan menghitung luas perubahan fungsi pada lahan cukup menggunakan GPS Mapping dengan tingkat kesalahan (error) hingga 1m.
Kebutuhan Teknologi GPS
Karakteristik permukaan atau tutupan lahan (land cover) tidak pernah sama di bumi ini karena setiap tempat memiliki koordinat yang berbeda. Perbedaan karakteristik itulah menjadikan banyak informasi yang dapat disampaikan. Dibandingkan dengan cara manual (tidak menggunakan GPS), proses penandaan (geocoding) dan penggambaran (digitasi) dengan menggunakan GPS menjadi lebih akurat misalnya; letak sumber mata air, letak fasilitas umum maupun sosial, letak monumen, letak bidang lahan, letak dan luas genangan, penggambaran batas luas bidang lahan, dlsb.
Dengan kemampuan teknologi GPS semakin tinggi, mampu membaca citra satelit resolusi tinggi yang dibenamkan di dalamnya, sehingga makin memudahkan memperoleh data yang diinginkan. Tidak lagi terjadi kesalahan lokasi, posisi, maupun bentuk pada batas-batas bidang amatan, seperti yang terjadi pada cara-cara manual. 
Teknologi GPS selain menjadi salah satu perangkat wajib di bidang ilmu penginderaan jauh juga digunakan berbagai bidang ilmu lain, pertanian, perencanaan, sipil, pengairan, dlsb. Transformasi data dari teknologi GPS bukan lagi menjadi kendala. Akhirnya, penggunaan teknologi GPS hanyalah sebuah pilihan. 
Demikianlah pengertian GPS yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Pengertian GPS ini kami rangkum dari beberapa sumber terpercaya, seperti Pustaka dianataranya : (1). Wikipedia; (2). GPSMAP 60CSx with sensors and maps owner’s manual, Garmin Ltd; (3) Mengenal Aspek Teknik & Bisnis Location Based Service, oleh Antonius Aditya & Onno W. Purbo; (4) Garmin International, Inc. 1200 East 151st Street, Olathe, Kansas 66062, USA, 2005-2007; (5) Getac PS535F user’s manual; (6) GeoVISI GIS Textbook- GPS, PT. GeoVISI Mitratama & Garmin; (7) GPS Beginner’s Guide, Garmin, 2008; (8) http://www.navigasi.net dan beberapa sumber website lainnya. Semoga dengan pembahasan singkat mengenai pengertian, cara kerja, dan fungsi GPS ini bisa bermanfaat untuk para pembaca.
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment