Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Beni, Ngehok dan Karantina Hewan

DIOLUHTAN. Beni punya tetangga, namanya Joko. Tetangganya ini mempunyai anjing kesayangan namanya "si ngehok". 
Walaupun "si ngehok" terserang penyakit aneh, mulutnya terinfeksi virus sehingga saat menggonggong kadang mngeluarkan bau busuk, bahkan lebih busuk dari tai, toilet, jamban dsb, tapi Joko tetap menyayangi "si ngehok". 

Suat hari, tanpa sepengetahuan Joko, "si ngehok" keluar dari rumah bahkan menyebrang melewati pagar tetangga , "si ngehok" menggonggong sehingga terlihat dan terciumlah bau mulutnya oleh Beni. 
Spontan Beni merasa mual dan mau muntah. 
Karena Beni sdh merasa tidak nyaman dgn penyakit bau mulut "si ngehok" dan sikap Joko yang masih setia memelihara si ngehok, maka Beni bercerita kepada beberapa tetangga tentang penyakit si ngehok yang sangat mengganggunya. 
Tak disangka, cerita Beni menyebar keseluruh tetangga, bahkan satu RT pun mengetahui informasi ini. 
Maka warga pun resah dgn penyakit "si ngehok" ini. 
Warga sangat khawatir penyakit "si ngehok" ini menyebar kemana mana, hingga baunya sangat mengganggu kenyamanan warga.
Maka tetangga yang merasa terganggu pun meminta kepada Joko dan pak RT yang bernama Toto agar mengirim saja "si ngehok" ke karantina hewan dan dikandangakan disana biar warga tidak resah dan terganggu dengan bau mulutnya.
Tapi karena Joko terlihat sangat menyayangi "si ngehok" maka nampaklah diraut wajahnya kesedihan, kecewa, bercampur galau gundah gulana. 
Joko terdiam, 
Toto sebagai RT pun jadi bingung. Toto pun terlihat tidak bisa berbuat apa2, krn sepertinya Joko dan "si ngehok" juga telah punya jasa besar atas terpilihnya sebagai RT.
Keluarga Joko pun tidak setuju dan marah atas desakan warga untuk mengirim "si ngehok" untuk dikandangkan ke karantina hewan. 
Bagaimana pun juga walaupun mulut "si ngehok" bau jamban, tapi dia punya jasa besar sebagi anjing penjaga dirumah Joko dan keluarganya.
Dengan rasa marah, kecewa dan bercampur sedih, keluarga Joko pun mencari siapa dalang yang telah memberitahu penyakit bau mulut "si ngehok" ini ke warga. 
Ternyata Beni,. yah Beni lah yang pertama bercerita kpd tetangga lain nya.
Beni harus dihukum, Beni lah penyebab semua ini, Beni lah penyebab nya sehingga "si ngehok" mungkin akan dibawa ke balai karantina hewan.
Keluarga Joko benar benar marah. Beni yang harus dihukum.
Keluarga Joko lapor ke pak RT, "justru Beni lah yang harus dikirim ke karantina hewan pak" dia melanggar UU ITe ( Informasi Tidak meng-enakkan).
Akhirnya pak Toto sebagai RT mngangguk tanda setuju. 
Diproseslah Beni untuk dikirim ke "balai karantina hewan" untuk dikandangkan disana, sementara "si ngehok" tetap dibiarkan bebas berkeliaran yang sesekali menggonggong mengeluarkan bau busuk dimulutnya, sehingga sering "si ngehok" hendak ditimpuk sama warga.
Sementara itu, Joko sang majikan sibuk kesana kemari mencari dukungan dari para tetangga agar "si ngehok" anjing kesayangnnya bisa tetap bebas berkeliaran.
Anjing kesayangannya "si ngehok" terlihat begitu berharga dibanding rasa nyaman seluruh warga.
Seperti itulah cerita penegakan hukum di dalam kisah fiktif ini.
Seluruh kisah, nama dan tempat dalam cerita ini hanyalah fiktif belaka. Jika ada nama tokoh dan tempat yang sama, hanyalah kebetulan belaka
Editor : Y.A. Yahya
Sumber Foto dan Cerita : https://www.facebook.com/syamadi/posts/1253973997974684
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment