Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

ISIS Keluarkan Fatwa Baru Soal Kucing

Anggota ISIS berpose bersama kucing. (Twitter)
Fatwa baru tersebut kurang menguntungkan bagi bangsa kucing.
DIOLUHTAN - ISIS kembali jadi sorotan. Kelompok teror tersebut kini dikabarkan mengeluarkan fatwa baru yang kurang menguntungkan bagi bangsa kucing. Menurut ISIS, kucing bertentangan dengan "visi, ideologi, dan keyakinan" para jihadis.
Fatwa baru tersebut disampaikan oleh sejumlah petinggi ISIS pada Selasa lalu. Isinya adalah larangan bagi warga Kota Mosul, Irak, untuk memelihara kucing di dalam rumah.
Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut diperingatkan untuk mematuhi larangan tersebut. ISIS pun dikabarkan sudah mengerahkan anggotanya untuk menegakkan aturan tersebut.
Para anggota ISIS kabarnya sudah mendatangi satu demi satu rumah untuk berburu anak-anak kucing. Namun, tidak disebutkan, apa hukuman bagi mereka yang kedapatan masih memelihara kucing di dalam rumah.
Kemunculan fatwa ini cukup mengejutkan. Pasalnya, banyak foto yang beredar di media sosial justru memperlihatkan hal yang sebaliknya. Dalam foto-foto tersebut tampak para anggota ISIS berpose mesra dengan kucing. Ada yang bergambar memeluk anak kucing, ada pula yang terlihat memberi minum anak kucing dengan botol susu.
Usut punya usut, lansiran Metro.co.uk, foto-foto tersebut hanyalah propaganda semata, guna menarik simpati para rekrutan baru. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 2014, sedikitnya 15.000 jihadis dari 80 negara berbondong-bondong menuju Irak dan Suriah setelah melihat gambar-gambar kucing beserta lelaki bertopeng bersenjatakan senapan AK-47.

Laporan penelitian PBB itu menyebut, ISIS mengadopsi metode perekrutan multi platform, multi bahasa dan sosial. Salah satunya adalah memanfaatkan kegemaran orang-orang akan kucing. Hal itu, menurut mereka, merupakan sesuatu yang amat mudah diterima target rekrutan mereka.
Dalam sebuah postingan yang beredar di Twitter, anggota ISIS terlihat memberi makan dan bermain bersama anak-anak kucing sembari membawa senjata. Tahun lalu, rekrutan ISIS asal Inggris, Omar Hussein, berfoto bersama kucingnya, Lucy, yang meringkuk di dalam rompi bunuh dirinya.
Dalam foto lain, ada pula seorang anggota ISIS asal Belanda, Israfil Yilmaz, yang kabarnya menerima 10.000 pesan berisi ajakan menikah, setelah mengunggah foto-foto dirinya memeluk seekor anak kucing berwarna bulu keemasan.
"Lembut terhadap karya sang pencipta, namun tegas dan keras terhadap para kafir," tulis Israfil bersama salah satu foto tersebut.

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment