#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Waspada, El Nino Mengancam Tanaman Padi

DIOLUHTAN-BONE.SULSEL. Kekeringan melanda Indonesia di sejumlah daerah, khususnya Kec. Bontocani. Ini sebagai dampak dari fenomena El-Nino. Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi fenomena alam El Nino atau cuaca ekstrem panas akan menurunkan produksi padi sekitar sejuta ton gabah kering giling (GKG). "Sejak beberapa bulan yang lalu sebenarnya sudah diprediksi akan terjadi fenomena El-Nino, sebuah fenomena yang terjadi akibat memanasnya suhu muka laut di perairan pasifik yang dikenal dengan daerah Nino," kata Penyuluh Urusan Pograma (PUP) Pertanian BPK Bontocani, Yusran A. Yahya, SPt, MSi, dalam penjelasannya, Sabtu (1/8/2015).
Pengertian El-Nino : 
El-Nino adalah kondisi abnormal iklim dimana penampakan suhu permukaan laut Samudera Pasifik ekuator bagian timur dan tengah (dipantai Barat Ekuador dan Peru) lebih tinggi dari rata-rata normalnya. Istilah ini pada mulanya digunakan untuk menamakan arus laut hangat yang terkadang mengalir dari utara ke selatan antar Pelabuhan Paita dan Pacasmayo. Padahal biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin kerena naiknya massa air di bawah permukaan air laut ke permukaan air laut (upwelling)Kejadian ini  kemudian semakin sering muncul yaitu setiap tiga hingga tujuh tahun serta dapat mempengaruhi iklim dunia selama lebih dari satu tahun. 
El-Nino  adalah fenomena alam dan bukan badai, secara ilmiah diartikan dengan meningkatnya suhu muka laut di serkitar pasifik tengah dan timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya dan secara fisik El-Nino  tidak dapat dilihat. El-Nino  sering disebut fase panas (warm event) di samudera pasifik ekuatorial bagian tengah dan timur. El-Nino diindikasikan dengan beda tekanan atmosfer antara Tahiti dan Darwin atau yang disebut Osilasi Selatan. Disebut demikian karena keduanya terletak di belahan bumi bagian selatan. El-Nino  ditandai dengan indeks osilasi/Southern Oscillation Index (SOI) negatif, artinya tekanan atmosfer Tahiti lebih rendah dari pada tekanan diatas darwin. Ketika terjadi El-Nino  angin pasat timuran melemah. Angin berbalik ke barat dan mendorong wilayah potensi hujan ke barat. Hal ini menyebabkan peruabahan pola cuaca. Daerah potensi hujan meliputi wilayah perairan pasifik tengah, pasifik timur, dan amerika tengah.  Selain itu air laut bersuhu rendah yang mengalir di sepanjang pantai selatan amerika dan pasifik timur berkurang atau bahkan menghilang sama sekali. Wilayah pasifik tengah, pasifik timur menjadi sehangat pasifik barat. 
Dampak El-Nino terhadap kondisi cuaca Indonesia 
Fenomena El-Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah indonesia berkurang. Tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El-Nino tersebut. Namun, karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El-Nino.El-Nino pernah menimbulkan kekeringan panjang di Indonesia. Kekeringan dan kebakaran hutan terparah terjadi pada tahun 1977. Kebakaran tersebut menimbulkan polusi udara yang menyebar hingga ke negara-negara tetangga seperti malaysia, Brunei, Filipina dan Thailand.
Awas, El Nino Mengancaman Tanaman Padi
Yusran A. Yahya juga mengingatkan untuk menghadapi musim kering yang berdampak gagalnya lahan pertanian, landasan UU No.19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani telah mengamanatkan asuransi bagi petani. Pemerintah menurutnya perlu bersiap terhadap program ini karena landasan undang-undang tersebut.
Lanjut Yusran A. Yahya mengungkapkan bahwa diharapkan sejumlah pihak perlu duduk bersama untuk menghadapi El Nino panjang tahun ini. Sejauh ini menurutnya cara yang digunakan untuk mencukupi pengairan di lahan pertanian adalah memberdayakan sumur dalam dan pompanisasi. Dan juga dengan meminta bantuan Allah SWT melalui shalat Istiqo’ agar Allah SWT memberi rahmat kepada usaha petani melalui turunnya hujan.
"Kita tidak lagi boleh mengatakan bahwa kondisi kita pada saat ini daerah saya masih mempunyai persediaan air yang cukup. Sekarang mungkin masih cukup, tapi paradigma berpikir kita harus memproyeksikan sampai kapan akan cukup. Karena berbagai model prediksi di dunia memperkirakan bahwa akan terjadi Elnino kuat hingga akhir tahun," kata beliau.
(Yusran A. Yahya)
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment