#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

MENTAN Wacanakan Penghapusan Subsidi pada Pupuk

Penyaluran pupuk subsidi yang kerap bermasalah hingga berpotensi terjadinya penyalahgunaan diakui kebenarannya oleh Menteri Pertanian, Suswono. Menurut dia, pemberian pupuk subsidi bagi petani ini perlu dievaluasi dan kalau perlu program ini dihapus agar tidak disalahgunakan.
“Anggaran pupuk subsidi ini per tahun mencapai Rp 18 triliun. Jumlah itu cukup bersa, namun fakta di lapangan banyak petani yang tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi. Ini pasti ada penyalahgunaan,” kata Suswono saat pelaksanaan Penas Tani Nelayan di Malang, jawa Timur.
Ia membeberkan, penyaluran pupuk sunsidi itu langsung dilakukan produsen atau pabrik lewat distributor. Dari tahap tersebut, kata dia, sudah rawan terjadi kecurangan seperti pengoplosan dengan pupuk non subsidi yang harganya tiga kali lebih mahal dengan pupuk subsidi.

Untuk penyaluran pupuk subsidi di kab/kota adalah sekda dengan pihak kepolisian. Sampai di gapoktan (gabungan kelompok tani), lanjut dia, pupuk subsidi juga masih rawan disalahgunakan, karena pembagian bisa tidak merata. “Selama ini pengungkapan kasus terkait pupuk subsidi tidak pernah sampai disidangkan di pengadilan. Ini kan aneh,” ungkapnya.
Ia menuturkan, petani sebenarnya tidak terlalu berharap pupuk subsidi, karena memang sulit didapatkan. “Bagi petani, yang penting pupuk tetap ada walau bukan yang subsidi,” terangnya.
Penyalahgunaan pupuk subsidi ini, ujar Suswono, kerap menjadi bancakan dimana-mana. “Dengan dana belasan triliun itu, potensi kerawanan penyalahgunaan sangat besar. Untuk itu, saya mengusulkan agar program pupuk subsidi ini dihapus tapi yang penting pupuk tetap ada dan bisa diakses petani dengan mudah,” ujarnya.
Jika program dihapus, Suswono mengusulkan agar dana pupuk subsidi Rp 18 triliun tetap dialkokasikan bagi petani. “Kalau memang pupuk subsidi dihapus, dana Rp 18 trilun harus tetap untuk petani. Jangan sampai jadi bancakan anggota dewan,” bebernya.
Dengan rencana penghapusan pupuk subsidi, lanjutnya,  bukan berarti pihaknya anti subsidi untuk petani. “Harus ada rembug nasional soal pupuk susidi ini. Kalau pupuk tidak disubsidi, maka harus ada rumusan keinginan petani yang konkret seperti apa agar bantuan pemerintah lebih tepat guna dan tepat sasaran,” tuturnya.
Suswono mengusulkan, pengalihan alokasi dana pupuk subsidi bisa untuk jaminan harga komoditas pertanian, perbaikan saluran irigasi, hibah alat pertanian, karena tiap daerah kebutuhannya beda-beda. “Kalau perlu petani bisa membeli hand tracktor dengan harga lebih murah 50 persen karena sisanya dialiokasikan dari dana pengalihan pupuk subsidi tersebut,” tukasnya.

http://www.jatimprov.go.id/site/mentan-wacanakan-penghapusan-pupuk-subsidi-2/
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment