#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Tersisa banyak cerita dari PETANI

Tersisa banyak cerita, mulai dari kesulitan kalangan kalangan petani hingga permasalahan infrastruktur. Ternyata masyarakat dipedesaan belum bisa melepaskan diri dari berbagai kesulitan elementer yang berhubungan dengan kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Salah satu daerah di sulawesi selatan terlihat bahwa ada kalangan petani belum mampu melepaskan diri dari jeratan rentenir air yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Ketersediaan pengairan yang minim membuat petani  harus berhubungan dengan pengusaha penyedia air dengan sistem pompanisasi.

Bayarannya bukan uang, tapi padi diukur dengan sebuah kaleng. Jika petani menuai 100 kaleng padi, maka pemilik pompa air mendapat 17 kaleng. Petani juga harus mengambil pupuk pada pengusaha pompa atau pengusaha pupuk lainnya yang harus dibayar dengan padi. Untuk satu zak pupuk, pemilik pompa mendapat lima kaleng.

Dengan begitu, total kaleng padi yang diperoleh pengusaha itu sebanyak 22 kaleng dari setiap 100 kaleng tersebut. “kalau dihitung dalam nominal, ternyata nilai pupuk tadi sebesar Rp.150 ribu atau lebih mahal Rp.60ribu dibanding harga pupuk dipasaran sebesar Rp.90ribu. Saya tidak terlalu menyalahkan si pengusaha tadi, sebab dia juga membantu masyarakat meski kesan rentenir kental terbaca. Namun, pemerintahlah yang paling dekat untuk dikeluhkan perannya. Sebab disekitar tadi (sawah) ada sumber air yang sebenarnya mampu mengairi ratusan areal sawah”
Yusran A. Yahya
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment