#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Ayam kalkun, juga menguntungkan



Saat ini ayam kalkun sudah sangat populer. Kepopulerannya tentu bukan hal yang kebetulan. Kalkun sekarang ini telah banyak dibudidayakan secara intensif oleh banyak peternak. Dalam satu koloni kandang saja bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ekor. Tentu hal ini bukan tanpa sebab.
Kalkun yang dulu hanya dipelihara untuk kalangan hobiis karena bulunya yang eksotis dan indah, kini sudah mulai merambah ke sektor daging konsumsi. Hal ini bisa dilihat dari semakin bertambahnya rumah makan yang menyajikan olahan daging kalkun dan seiring dengan populasi kalkun yang sudah semakin banyak dari hari-kehari di penjuru tanah air. Hal tersebut juga sejalan dengan tren mengkonsumsi daging yang sehat, karena kalkun sebagai daging unggas yang lezat juga rendah kolesterol dibanding daging unggas lainnya.

Apakah anda tahu, kalkun jantan bisa mencapai bobot 7 kilogram per ekor hidup. Saat usia potong (6-7 bulan) bobotnya sekitar 3,4 kilogram hidup dengan harga daging 40-50 rb per kilonya, dan ini adalah peluang usaha yang belum banyak orang tahu.
Dengan harganya yang fantastik hingga mencapai 300-500 ribuan/ekor tentu menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Hotel-hotel yang menjadi tempat menginap ex patriat dan rumah makan sudah banyak yang menyajikan menu kalkun untuk dijadi hidangan lezat dan sehat. Tentu hal ini perlu menjadi perhatian untuk kita tangkap peluang bisnisnya.
Seperti unggas-unggas pendahulunya yakni ayam kampung dan bebek/itik yang dulu belum populer menjadi unggas konsumsi dan belum banyak dibudidayakan, kalkun diprediksi akan mengalami perjalanan yang serupa. Jika dahulu itik adalah unggas yang banyak diambil manfaatnya dari telurnya, dan belum banyak rumah makan bahkan warung lesehan yang menyajikan menu ini, seiring berjalannya waktu kini itik/bebek sudah menjadi menu daging yang sudah sangat familiar dikalangan masyarakat, karena dienal memiliki citarasa daging yang khas. Selain itu itik juga sudah banyak diternakkan secara intensif dikalangan masyarakat untuk memenuhi permintaan dagingnya. Hampir serupa dengan itik, ayam kampung yang dahulu dipelihara secara rumahan, kini juga sudah banyak peternak yang membudidayakannya secara intensif, karena permintaan dagingnya yang semakin meningkat.
Untuk saat ini, daging kalkun sudah mulai dipopulerkan menjadi menu daging unggas yang rendah kolesterol dan memiliki citarasa yang berbeda. Dan kedepannya akan diprediksi memiliki jejak yang sama dengan kepopuleran yang sudah diraih ayam kampung dan itik pedaging.
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment