#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Cara Penanganan Diare Ringan pada Ternak Sapi

Mencret atau diare pada sapi merupakan istilah yang menunjukan atau menggambarkan kondisi sapi yang mengeluarkan kotoran/ feses dengan dengan ferekuensi  yang sering dan berbentuk agak lembek bahkan cenderung  cair. Mencret/ Diare pada sapi adalah tanda bahwa telah terjadi perubahan fisologis normal pada tubuh sapi atau tanda bahwa sapi telah terinfeksi penyakit. Untuk itu harus dibedakan gejala yang terjadi karena pengobatannya pun akan berbeda.

Penyebab Mencret/Diare
Secara umum penyebab diare bisa dikategorikan dalam 2 faktor yaitu:
1.      Faktor Fisiologis
2.      faktor Infeksi Penyakit
Dan pengobatan yang akan kami uraikan berikut ini lebih cenderung Kami sarankan untuk mengatasi sapi yang mengalami diare akibat faktor fisiologis namun dapat juga digunakan sebagai terapi yang mendukung proses kesembuhan diare yang disebabkan oleh penyakit. Oleh karena itu, jika diare yang terjadi pada hewan ternak anda sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan atau mantri hewan untuk dilakukan penanganan secara cepat.
Sebelum berlanjut dengan cara pengobatan secara tradisonal, terlebih dahulu akan sedikit Kami informasikan mengenai cara mengenali sapi yang mengalami diare akibat faktor fisologis dan faktor infeksi penyakit.
Sapi yang menderita mencret/ diare akibat faktor fisologis biasanya menunjukan gejala mencret namun tidak disertai adanya darah, lendir, bau busuk, cacing dan ketidak normalan lainnya. Selain itu, sapi masih terlihat sehat dan masih menunjukan nafsu makan yang baik.Sedangkan Sapi yang menderita mencret/ diare akibat faktor Infeksi Penyakit  menunjukan gejala seperti :
  • Mencret/Diare secara terus-menerus (profus)
  • Feses lembek sampai cair, berwarna gelap/kehitaman, berbau busuk, kadang disertai lendir, bercak darah/segmen cacing yang keluar dari lubang anus
  • Tubuh terlihat kurus, pucat, lemah dan lesu
  • Dari mata dan hidung keluar eksudat / lendir
  • Bulu kasar, kaku dan rontok
  • Nafsu makan menurun
  • Merejan/merintih
  • Punggung melengkung
  •  Jalan sempoyongan atau bahkan sampai ambruk

Penanganan
Inti dari penanganan sebuah penyakit adalah menghilangkan penyebab penyakit dan mengatasi efek yang ditimbulkan akibat penyakit. Adapun Faktor Fisiologis yang menyebabkan mencret/ diare dapat berupa perubahan lingkungan ternak, meliputi perubahan pakan, perpindahan ternak, perubahan cuaca, dan pergantian pemeliharaan. Untuk itu cara penanganannya adalah dengan tidak melakukan perubahan yang mendadak dalam hal pakan, perpindahan lokasi kandang dan sebagainya agar ternak tidak stres. Selain itu untuk mengganti cairan tubuh yang hilang maka diberikan cairan elektrolit terutama air, bikarbonat, sodium dan potassium atau larutan garam agar tidak terjadi dehidrasi yang lebih lanjut. Berikut disajikan resep cairan elektrolit yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi diare :
  • 3 kotak kecil kaldu sapi instan (bisa juga menggunakan 1 sachet kaldu sapi)
  • 1 sachet agar agar bubuk
  • 2 sendok garam
  • 2 sendok soda kue/baking soda/sodium bicarbonate/NaHCO3
Selain untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh juga diperlukan pengobatan untuk mengurangi gejala yang terjadi agar tidak menjadi lebih parah yaitu dengan :
1.      Arang tempurung kelapa
Cara membuat :
·         Tumbuk halus arang tempurung kelapa.
·         Ayak, lalu tampung dalam wadah yang mudah disimpan.
Cara Pengobatan
Untuk mengobati sapi berikan sebanyak 50 gram melaui mulut
2.     Minyak kelapa 500 ml
Cara Pengobatan :
Minumkan untuk pengobatan seekor sapi
3.      Daun nangka maupun buah nangka yang masih muda dan baru tumbuh diberikan secara langsung maupun ditumbuk dan dicampur sedikit air lalu diminumkan ke ternak
4.      Campur dan haluskan temu ireng, kunir, kencur, lempuyang dan tempe busuk masing-masing 200-300 gram, dimasukkan ke dalam plastik dan didiamkan selama 1 malam lalu diperas. Hasil perasan diminumkan 3 kali sehari selama 2 hari.
5.      Campur dan haluskan lempuyang 3 biji, gula pasir 250 gram lalu tambahkan 10 liter air masak dan diminumkan ke ternak dengan dosis 1 liter/ekor 3 kali sehari

Mencret/diare akibat faktor fisologis tersebut tentunya terjadi saat kondisi tubuh sedang menurun yang umumnya disebabkan oleh stress akibat perubahan lingkungan. untuk mencegah stress tersebut dapat dilakukan engan memberikan lingkunyan yang nyaman, makanan yang cukup serta bernilai gizi tinggi dan tambahan multivitamin seperti B12 dan B Complex yang selain berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh juga berfungsi sebagai vitamin untuk penggemukan ternak.

Semua cara penanganan diatas adalah untuk sementara dan mengurangi keparahan penyakit, untuk pengobatan maksimal disarankan untuk menghubungi dokter hewan atau mantri hewan setempat agar terhindar dari kerugian yang lebih besar

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment