#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Harapan Kesuksesan SERASI dengan Korporasi Petani

DIOLUHTAN-suluhtani. Sungai Tabuk sebagai kecamatan pilot projet kegiatan Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Kalimantan Selatan. Target awal kegiatan ini difokuskan di dua desa yaitu Desa Tanjau Landung dan Desa Keliling Benteng Ilir selanjutnya diikuti oleh desa -desa lain disekitar kawasan Serasi. Untuk mensukseskan kegiatan ini diperlukan penguatan kelembagaan petani melalui penumbuhan dan pengembangan kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dengan membuat design unit usaha bisnis korporasi.
Untuk merumuskan bentuk kelembagaan petani yang efektif maka BPPSDMP Kementan RI melalui Pusat Penyuluhan Pertanian dipimpin oleh Zahron Helmy selaku Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan melakukan sosialisasi di BPP Sungai Tabuk (Rabu, 19/12/2018) yang dihadiri oleh Penyuluh Pertanian, Kepala Desa, UPJA, Poktan dan Gapoktan dilokasi SERASI. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Pertanian Provinsi Kalsel, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Balitrawa, SMKPP Banjarbaru dan BBPP Binuang.

Prof. Masganti dari Balitrawa Kementan menekankan pentingnya menyamakan persepsi kepada Poktan/Gapoktan dan para petani bahwa korporasi hanya merupakan penggabungan pengelolaan usaha dan bukan penggabungan kepemilikan lahan. Kedepan Korporasi sangat penting agar lahan dan modal tidak dimiliki oleh segelintir orang dan petani hanya sebagai penonton.
Beberapa poin penting yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah: Menggabungkan Gapoktan/Poktan, Koperasi/Bumdes, UPJA di beberapa desa untuk dilakukan pengelolaan manajemen korporasi dalam bentuk KUB sebanyak 6 buah. KUB merupakan penggabungan beberapa kelembagaan tani (poktan/gapoktan, Upja, koperasi) di beberapa desa disekitar lokasi dengan hamparan 1000 sd 1500 ha. Susunan kepengurusan KUB terdiri dari ketua Sekretaris dan Bendahara yang diperkuat oleh Divisi Teknis (Seksi Alsintan, Saprodi dan paska panen) serta Divisi Bisnis (Seksi Permodalan, Pengolahan dan Pemasaran). Divisi Teknis dan Divisi Bisnis bertugas untuk menyusun perencanaan dari hulu sampai hilir, diharapkan divisi ini menjadi cikal bakal manajer KUB yang dapat berhubungan langsung dengan Offtaker.

Manajer KUB dapat berasal dari poktan/gapoktan, pengurus Desa atau pihak luar yang mempunyai kemampuan manajerial dalam jejaring dan kemitraan serta handal dalam mengelola unit bisnis. Dalam melakukan proses produksi dan pengembangan unit bisnis baik jejaring dan kemitraan, KUB dibawah koordinasi camat dan kades.

Editor : Yoush



Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment