#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Mencegah Tanah Timpang Unsur Hara

DIOLUHTAN. Ketimpangan hara (nutrient imbalances) muncul akibat pola tanam monokultur dan pemupukan yang tidak berimbang. Sebagian besar lahan padi sawah hanya diberi Urea dan TSP (di antaranya SP-36). Ada sebagian yang memberi N dalam bentuk Urea dan ZA  ([NH4]2SO4) dalam dosis tinggi. Kondisi demikian telah menyebabkan pengambilan hara selain N, P, Ca dan S  (karena ada dalam bahan pupuk yang diberikan petani) menjadi jauh lebih besar dibandingkan yang dapat disediakan oleh tanah. Ini dikenal dengan istilah penambangan hara (nutrient mining) di lahan sawah.

Berdasarkan hukum Liebig, hara yang terbatas jumlahnya akan menjadi faktor pembatas pertumbuhan dan hasil panen yang akan diperoleh. Hal ini ditunjukkan oleh produktivitas padi sawah (hasil dalam ton per hektar) yang terus menurun terutama di Jawa pada dekade terakhir ini. Pemerintah menggalakkan penggunaan pupuk berimbang dengan meningkatan produksi pupuk NPK. Jadi petani tidak hanya memberikan hara N dan P, tetapi juga sekaligus K. Di masa depan yang diperlukan adalah pupuk spesifik atau tematik. Artinya pupuk yang lengkap kandungan haranya (hara makro dan hara mikro) yang telah disesuaikan dengan jenis tanaman dan lokasi usaha taninya. Untuk membuat pupuk yang tematik sifatnya, diperlukan database yang cukup tentang kadar dan serapan hara oleh setiap jenis tanaman yang diusahakan, sifat tanah dan lingkungan yang mempengaruhi cadangan dan efisiensi penyerapan hara.

Penggunaan pupuk organik, seperti Petroganik telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen per hektar. Hal ini disebabkan di dalam pupuk organik tersebut terkandung hara yang selama ini menjadi faktor pembatas dalam lahan tersebut. Pupuk organik telah menjadi kebutuhan mutlak untuk lahan pertanian. Para petani pemilik lahan dan yang menyewa lahan akan diuntungkan jika mendapatkan lahan yang masih cukup tinggi kandungan bahan organiknya. 
Sumber : www.nasih.wordpress.com
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment