Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Bagi Vegetarian, Konsumsi Kacang Bisa Jadi Pengganti Daging

DIOLUHTAN-suluhtani. Seperti halnya daging merah, kacang-kacangan kaya akan protein dan nutrisi yang penting untuk membuat kita merasa kenyang. Kacang Bisa Jadi Pengganti Daging, Kacang-kacangan memiliki manfaat bagi kesehatan, karena selain mengandung sejumlah vitamin dan serat, terdapat asam lemak tak jenuh tunggal dan jamak, antioksidan, serta komponen bioaktif lainnya.
Para penganut pola makan vegetarian sering mencari informasi makanan pengganti sumber protein, seperti daging. Jawabannya adalah kacang-kacangan. Seperti halnya daging merah, kacang-kacangan kaya akan protein dan nutrisi yang penting untuk membuat kita merasa kenyang.
Dalam penelitian, tim peneliti menanyai 28 partisipan untuk mencoba dua menu makan siang berbeda. Yang pertama adalah meatloaf atau olahan daging cincang gulung yang dibuat dari daging dan yang kedua terbuat dari kacang.
Meatloaf daging mengandung sekitar 26 gram protein dan 3 gram serat, sementara versi kacang memberikan 17 gram protein dan 12 gram serat. Kedua versi meatloaf ini memiliki jumlah kalori dan lemak yang sama. Setelah 3 jam makan, para partisipan mengatakan nafsu makan mereka sama.
Protein adalah zat gizi yang penting untuk menjaga otot dan tulang, memiliki sistem imun yang sehat, dan mencegah kelelahan. Tetapi pilihan protein bukan hanya daging. Mengubah protein berbasis daging dengan kacang-kacangan ternyata memiliki efek yang sama.
The American dietetic Association juga mengelompokkan kacang-kacangan sebagai pilihan makanan sehat untuk penurunan berat badan. Bahkan mengasup 3 cangkir kacang setiap minggu bisa menurunkan risiko penyakit kronik seperti obesitas, kanker, diabetes, dan penyakit jantung. Sebaliknya, terlalu banyak mengasup daging merah berdampak merugikan. Daging merah yang diproses, seperti sosis dan bacon, bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Meski begitu, tidak semua protein sama. Protein terbentuk dari asam amino yang dibuat tubuh dengan dua cara. Bisa dari tubuh atau dari makanan. Beberapa jenis asam amino esensial harus didapatkan dari makanan, dan protein hewani memiliki kandungan asam amino yang lengkap yang diperlukan tubuh.
Protein nabati seringkali tidak memiliki satu atau lebih asam amino esensial, itu sebabnya total mengubah asupan protein hewani menjadi nabati bisa menyulitkan. Untuk itu dianjurkan mengasup beragam jenis protein nabati.
Selain protein, kacang juga kaya akan serat yang membantu menekan rasa lapar dengan cara membuat proses pencernaan lebih lambat. Serat juga berperan penting dalam mengontrol kadar gula darah.
 Sumber : Medical Daily/kompas.com
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment