Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Sapi Bisa Melihat Warna Merah, Benarkah?

DIOLUHTAN-suluhtani. Pernahkah anda merasa takut memakai warna merah di dekat sapi? Memang ada anggapan di masyarakat bahwa hewan sapi atau banteng bisa melihat warna merah. Bahkan ada banyak pertunjukan olah raga menampilkan para matador memakai pakaian dan kain warna merah untuk menarik perhatian sapi/banteng. Dari situ orang mulai berpikiran bahwa sapi pasti bisa melihat warna, terutama warna merah. Dan kita menjadi takut untuk memakai baju atau menggunakan peralatan berwarna merah di dekat mereka.
Hewan hewan gembala seperti sapi, kuda, kambing, dan domba memang bisa melihat warna, namun para hewan tersebut tidak mampu untuk mendeteksi warna dengan spektrum penuh seperti warna-warna yang dilihat oleh kebanyakan manusia karena mereka hanya dikaruniai dua reseptor warna. Mata manusia memiliki tiga reseptor warna yang memungkinkan kita untuk melihat banyak warna dengan pandangan trichromatic (merah, kuning, biru, dan kombinasi ketiganya). Hewan hewan gembala tidak memiliki reseptor warna merah, karena itulah hewan ternak tidak dapat melihat warna merah. Mereka cenderung melihat sesuatu dengan corak warna hijau kekuningan atau ungu kebiruan. Jadi saat kita melihat hewan tertarik pada kain merah matador, bukan kainnya atau warna merahnya yang mengundang kemarahan sapi, namun gerakan-gerakan mendadak yang diciptakan para matador itulah yang membuat hewan merasa ada bahaya dan perlu untuk menyerang balik. Perlu kita ingat bahwa hewan ternak memiliki mata yang sensitif terhadap gerakan, apalagi gerakan yang mendadak.
Karena hanya memiliki dua reseptor, semua hewan gembala menunjukkan keadaan yang biasa disebut "dichromatism", yakni keadaan dimana hewan ternak lebih sensitif dalam melihat kontras yang tajam antar gelap dan terang. Pandangan dichromatik juga meningkatkan penglihatan malam hari bagi hewan-hewan tersebut serta membantu mereka dalam mendeteksi gerakan yang ada di sekitarnya. Maka jangan heran kalau kita sering mendapati hewan ternak tidak mau berjalan keluar atau masuk ke kandang, karena kontras antara lantai kandang dan tanah di luar kandang memberikan reaksi waspada pada hewan tersebut bahkan tak jarang juga memicu rasa takut mereka. Hewan ternak juga sering kali menolak untuk melewati daerah yang tertutupi bayang-bayang gelap karena perbedaan kontras yang ada membuat mereka berjaga-jaga akan adanya bahaya di tempat tersebut.
Disarankan bagi para praktisi ternak dalam membawa hewan keluar atau masuk ke kandang untuk tidak terlalu memaksa hewan menurut secara instan, sebaliknya kita bisa memberikan mereka sedikit waktu untuk menurunkan kepalanya dan mengecek kondisi di sekitar, sering kali hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 detik bagi ternak untuk memutuskan bahwa lantai di dalam atau di luar kandang tidaklah berbahaya. Di samping itu, jangan takut pakai warna merah lagi ya.. dan ingat untuk tidak sering melakukan gerakan mendadak di sekitar hewan.
Re-Suluh/Editor: Yusran A. Yahya (Penyuluh Disnak Kab. Bone-Sulsel)


Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment