#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Petani, Penyuluh dan Pelaku Pertanian lainnya, Wajib Pakai Masker Mulai Hari Ini

DIOLUHTAN-suluhtani. Pembangunan sektor pertanian jalan terus setiap hari disertai tekad dan harapan agar tidak boleh berhenti meskipun di kondisi pandemi global virus corona (Covid-19). Karena sektor ini menjadi ujung tombak kekuatan dalam menghadapi situasi serangan Covid-19
Pemerintah Indonesia telah menghimbau seluruh masyarakat di tanah air untuk menggunakan masker, terutama saat berada di luar rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Hal ini sudah pasti berlaku pula kepada pelaku pertanian khususnya petani dan penyuluh pertanian dan petugas lapangan lainnya. Himbauan tersebut juga sebagai tindak lanjut dari rekomendasi terbaru organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona (Covid-19).
Andi Elya Azis saat Monitoring Fermentasi untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Masago, Kabupaten Bone, Sulsel (Senin, 06/04/2020)
Menurut Penyuluh Pertanian Desa Masago, Andi Elya Azis bahwa himbauan tersebut telah diumumkan Presiden Joko Widodo yang menginginkan setiap warga termasuk kami penyuluh dan petani yang harus keluar rumah untuk wajib pakai masker. “Untuk itu, kami pun meminta agar petani dan rekan-rekan penyuluh pertanian untuk mengikuti anjuran pemerintah yang mulai hari ini wajib pakai masker, walaupun sebelumbya sudah banyak yang telah memakai masker dalam menjalankan aktivitas pertaniannya” ujar Elya (Senin, 06/04/2020) di Kelompok Tani-Ternak “Berkah” Desa Masago, Kec. Patimpeng, Bone-Sulsel. 
Ditanya tentang kesiapan petani diwilayahnya dalam melaksanakan himbauan tersebut, Elya mengatakan bahwa masker standar di wilayah Bone bagian selatan masih langka, apalagi sejak sejak virus corona mewabah. Sehinnga dirinya berharap agar produksi masker ditingkatkan karena sejak corona sudah menjadi kebutuhan masyarakat. “Apalagi dengan adanya himbauan Presiden dan WHO serta terbaru dari Kementan RI melalui Menteri Pertanian, Syahrul Y. Limpo terangnya.
Himbauan Menteri Pertanian tentang Penggunaan Masker (foto: pertanian.go.id)
Dilansir oleh media-media elektronik bahwa WHO sebelumnya menyatakan dukungan agar semua orang menggunakan masker di tempat umum untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona jenis baru. WHO juga merekomendasikan penggunaan masker oleh mereka yang sakit, petugas medis, dan mereka yang merawat orang sakit. Andi Baso, Ketua Kelompok Tani “Masago Jaya” ketika dimintai pendapatnya mengatakan bahwa dirinya menyetujui penggunaan masker di tempat umum oleh semua orang. Cara ini diyakini dapat mengurangi risiko penularan Covid-19. "Penggunaan masker ini mungkin bisa mengurangi tersebarnya penyakit ke orang lain," ujarnya
Media pun menyebutkan bahwa Masyarakat umum dapat menggunakan berbahan dasar kain sedangkan tenaga kesehatan wajib mengenakan masker bedah atau masker N95. Akan tetapi disarankan, penggunaan masker kain tidak lebih dari empat jam. “Setelahnya, masker harus dicuci menggunakan sabun dan air dan dipastikan bersih sebelum dipakai kembali. “ ungkap Yusran Yahya, penyuluh pertanian Kab. Bone sembari mengutip peryataan dari media yang disimaknya.   
Yusran Yahya memakai Masker dengan Bahan Kain 

Lanjut, Yusran bahwa memakai masker di tempat publik mungkin tidak akan mencegah orang dari virus, tetapi menurutnya hal itu dapat membantu menghentikan seseorang yang telah terinfeksi menyebarkan virus atau penyakit lainnya. “Himbauan WHO dan Presiden ini harus diterapkan karena pemakaian masker di tengah merebaknya wabah corona ini, untuk mengendalikan dan mengurangi infeksi tersebar lagi ke orang lain.” terangnya.
Harapan ini tentu saja bisa sedikit membantu Pemerintah khususnya tenaga medis yang sudah kewalahan dengan semakin banyaknya pasien yang terpapar virus ini sehingga masyarakat benar-benar menerapkan anjuran pemerintah. Semoga dalam situasi wabah Covid-19 saat ini, tidak menyurutkan semangat kita tetap bekerja keras untuk menggapai masa depan yang cerah.
Yusran A. Yahya
Penyuluh Pertanian Bone-Sulsel

Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment