Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Racun Sianida pada Tanaman Singkong serta Manfaatnya

DIOLUHTAN-suluhtani. Semenjak bergulirnya kasus pembunuhan yang marak di media belakangan ini, nama racun Sianida mendadak terkenal.
Padahal sudah sejak lama racun jenis ini sudah akrab di dunia pertanian. Petani kita sudah banyak yang memanfaatkan racun sianida pada singkong untuk menghalau hama tikus yang kerap menghabiskan dan mengacak-acak tanaman padinya.
Di alam, beberapa jenis luwing beracun menghasilkan hidrogen sianida untuk melindungi dirinya dari serangan predator. Demikian pula, beberapa jenis singkong memproduksi senyawa linamarin yang terdiri dari gugus glukosa dan sianida. Kematian ternak kambing setelah diberi pakan kulit singkong biasanya terjadi akibat keracunan sianida.
Sementara itu, racun sianida dalam bentuk gas dihasilkan antara lain dari pembakaran plastik. Bahkan, sudah bukan rahasia lagi bahwa salah satu dari ratusan jenis racun yang terkandung dalam asap rokok, adalah racun sianida.
Dikutip dari Toxicology of Cyanides and Cyanogens: Experimental, Applied and Clinical Aspects, darah seorang perokok mengandung racun sianida dengan kadar rata-rata 0,123 mg/L, sedangkan pada non perokok kadar normalnya sekitar 0,059 mg/L. Pada kadar 1,1 mg/L, racun sianida dalam darah sudah bisa memberikan dampak fatal.
Racun sianida juga dikenal sebagai salah satu agen pencemaran lingkungan yang bisa terakumulasi dalam rantai makanan. Kemampuannya untuk mengikat logam sering dimanfaatkan oleh para penambang emas tradisional untuk menggantikan merkuri.
Pada kasus pembunuhan yang kini sedang ditangani kepoliaian pun menunjukan betapa ganasnya racun jenis ini bereaksi dalam tubuh. "Reaksinya cepat, setelah itu bisa berdifusi dengan jaringan sel tubuh," kata salah seorang Polisi penyidik kasus sianida Polda Metro Jaya ini.
Setelah tiga menit masuk ke tubuh, reaksi selanjutnya adalah pernapasan akan sesak karena kurang oksigen. Lalu, rentang delapan sampai 10 menit kemudian akan menyerang otot jantung dan menyebabkan kematian. "Sianida itu intinya menghalangi masuknya oksigen ke seluruh tubuh, padahal tubuh membutuhkan oksigen banyak, tapi beda dengan arsenik," katanya.

Musyafak menambahkan, fungsi sianida biasanya digunakan di pertambangan dan tidak mudah untuk didapatkan walaupun di beberapa toko kimia bisa dijumpai.
Sekarang bisa kita bayangkan jika racun sianida ini dimanfaatkan untuk petani untuk membantu mengusir hama tikus. Walau racun sianida dalam singkong kadarnya tidak tinggi namun dengan pengolahan tambahan akan mampu mengusirnya dan memandulkan reproduksi biologisnya alias dimandulkan. Itu sudah cukup untuk memotong mata rantai regenerasi gerombolan tikus di masa mendatang.
Demikian semoga bermanfaat.
Disarikan dari Berbagai Sumber
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment