#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Sinergi Polisi Hutan (polhut) dan Penyuluh Pertanian dalam mencegah Kebakaran Hutan

DIOLUHTAN. Bone-Sulsel. Kebakaran hutan yang hampir tiap tahun terjadi merupakan salah satu ancaman terhadap kelestarian hutan di Indonesia. Peristiwa kebakaran hutan pada umumnya terjadi pada musim kemarau, terutama pada musim kemarau yang panjang.
Penyuluh Pertanian (kanan) bersama Polisi Hutan (ki-ka) Sudirman dan Andi Anshar

Sinergi Polisi Hutan (Polhut) dan penyuluh pertanian dalam melakukan sosialisasi dan penyuluhan penanggulan kebakaran hutan di Mattirowalie sangat diperlukan. ‘’Sekarang kan musim kemarau, mungkin saja musim kemarau ini akan berkepanjangan. Maka dari itu, sangat bagus kalau dilaksanakan sosialisasi kewaspadaan kebakaran hutan’’ ungkap Andi Ansar didampingi Sudirman yang juga Polhut di Kec. Bontocani
Tujuan diadakannya sosialisasi ini antara lain yaitu melindungi dan melestarikan hutan dan lahan milik negara dan masyarakat yang salah satunya melindungi hutan dan lahan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu peran serta masyarakat di dukung oleh pemerintah bergotong royong dalam melindungi hutan khususnya di wilayah Desa Mattirowalie, Kec. Bontocani.
Sosialisasi dan penyuluhan kebakaran hutan sangat penting dilakukan. Seiring dengan musim kemarau panjang ini. Yusran A. Yahya, penyuluh pertanian di desa tersebut menjelaskan bahwa kita harus selalu berhati-hati dengan kebakaran. ‘’Sebab, masalah kebakaran sangat kompleks. Apalagi jika ingin membuka lahan untuk pertanian ataupun perkebunan, Hanya saja, kita harus waspada dalam membuka lahan atau pembersihan lahan dengan membakar supaya apinya tak menyebar luas hingga ke hutan sekitarnya,’’ tegas Yusran (Jum'at, 9/10/2015).
Lanjut Penyuluh Mattirowalie ini, dengan sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan, maka dampak yang ditimbulkan sangat merugikan bila dilihat dari beberapa aspek yaitu aspek fisik dan kimia seperti hilangnya mikroorganisme yang terkandung dalam tanah, menurunnya produktivitas tanah dan punahnya unsur hara pendukung tanah lainnya, sedangkan untuk aspek biologi seperti menurunnya keanekaragaman hayati, dan aspek sosial ekonomi seperti merosotnya nilai ekonomi hutan, juga aspek ekologi yaitu terjadinya perubahan iklim mikro maupun global dan berubahnya bentangan hutan.
“Lebih baik mencegah daripada memadamkan”, begitulah prinsip yang perlu kita pegang dalam menghadapi masalah kebakaran hutan. Sebagaimana telah diketahui bahwa kebakaran hutan pada umumnya disebabkan oleh ulah manusia. Oleh karenanya pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran hutan sangatlah penting untuk disebarluaskan kemasyarakat disamping kegiatan-kegiatan teknis dalam mengantisipasi kebakaran hutan. 
(Yusran A. Yahya, Penyuluh BP4K Kab. Bone)
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment