Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Usir Tikus Sawah dengan Tips Mudah



Tikus salah satu hama utama di persawahan. Rodensia itu tidak menggasak bulir padi, ia lebih memilih akar tanaman muda. Padi yang mulai bernas pun rebah lantaran kehilangan "kaki". Berbagai cara pun dilakukan petani untuk menggusur pengerat itu. Mulai dari cara gropyokan, mengasapi lubang tikus, sampai cara konvensional dengan jebakan atau pun racun. Sayang, tikus bak gugur satu tumbuh seribu. Semakin diberantas, semakin merajalela. Tinggallah petani gigit jari dirundung hutang.

Odho Sumarto, petani asal Yogyakarta, punya cara lain. Ia memilih makhluk yang kerap terlupakan: semut. Dengan cara sederhana, Odho mengerahkan semut yang tak pernah menyia-nyiakan setitik pun makanan itu untuk menyerang kawanan tikus. Tak cuma tikus dewasa, bayi-bayi tikus yang mestinya aman dalam liang pun menjadi target buruan semut. "Tikus dewasa bisa lari menyingkir, tapi yang terlalu muda akan menjadi mangsa semut," ungkap Odho.

Ia menggunakan jebakan berupa bumbung bambu. Mula-mula ia memasukkan 1 bagian tapioka ke dalam 5 bagian air lalu memanaskannya. Berikutnya 1 bagian gula kelapa dimasukkan lalu diaduk rata. Setelah mendidih, angkat dari perapian dan biarkan mendingin. Selanjutnya Odho membelah bumbung bambu seukuran tubuh tikus dewasa—kira-kira sepanjang 25—30 cm dan bergaris tengah 4—6 cm.
Ia lantas mengoleskan jenang yang luar biasa lengket itu ke sisi dalam bumbung lalu menyatukan kembali kedua belahan bumbung dengan kawat atau tali. Di tengah-tengah bumbung diletakkan pemikat beraroma menyengat yang digemari tikus, seperti ikan asin. Tikus yang tertarik akan memaksa masuk bumbung sehingga tubuhnya berlumur jenang. Saat ia kembali ke liang, jejak jenang itu membawa semut ke liang. Dalam seminggu, tikus pun hengkang lantaran tidak tahan serangan semut. Setiap bumbung bisa digunakan untuk lahan 100 m2.
                                                                                                                         Sumber : Koran Fesbuk
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment