Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Sisa Batang Padi di Sawah, ditenggelamkan saja ke tanah..!!!

Sehabis panen, sawah milik Pak Marzuki (Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua Gapoktan Bana) dibiarkan begitu saja. Selang dua pekan kemudian, tumbuh tunas-tunas baru dari batang tanaman padi yang bekas dipanen. Setelah itu, tunas-tunas tersebut tumbuh dengan subur. Ini dengan ditandainya daun yang hijau. Disamping tunas- tunas yang tumbuh tersebut, muncul juga bibit-bibit padi dari sisa-sisa gabah yang rontok. Keadaan sawah yang demikian dibiarkan saja oleh Pak Marzuki.

Pertanyaannya, apakah tindakan yang dilakukan Pak Marzuki itu merugikan atau biasa saja?

Marilah kita lihat dari sisi ekonomi dan sisi lainya.

Pertama, Bila dari batang sisa bekas panen mengeluarkan tunas-tunas baru dengan cepat. Itu tandanya, di dalam sawah Pak Marzuki unsur Nitrogen ( kandungan urea ) cukup tinggi. Karena cukup tinggi makanya tunas-tunas tersebut tumbuh subur. Kebalikannya, bila tunas-tunas tersebut sedikit dalam 2-3 pekan maka kandungan Nitrogen sedikit.
Dengan membiarkan tunas-tunas baru itu tumbuh subur, maka sama saja Pak Marzuki membuang unsur N didalam sawahnya. Bagaimana caranya supaya tidak membuang unsur urea itu???? oleh Pak Marzuki bisa menenggelamkan sisa bekas panen secepatnya, apalagi bila kondisi sawahnya ada air. Banyak cara yang bisa dipergunakan Pak Marzuki untuk menenggelamkan bekas panen padi itu.

Pak Marzuki bisa menyuruh orang lain melakukan tindakan itu dengan cara borongan. Atau ada cara yang mudah, anak-anak bisa diberdayakan untuk melakukan hal tersebut. Dengan uang puluhan ribu, anak-anak yang berjumlah 10-20 orang akan senang melakukan pekerjaan tersebut. Ini jelas menghemat pupuk. Dan juga dapat menambah unsur hara sawah terutaman kandungan P2O5 dan K2O yang sangat dibutuhkan tanaman.
Kedua, Berkaitan dengan hama padi, terutaman penggerak batang padi ( PBP ). Lho apa hubungannya, antara batang padi habis panen yang tak ditenggelamkan dengan hama PBP???

Hama PBP adalah bahaya laten pada tanaman padi. Hama ini merupakan HAMA UTAMA pada tanaman padi. Hama ini dapat menyebabkan tanaman terserang SUNDEP dan BELUK. Dengan membiarkan tunas-tunas baru sama saja memberikan kesempatan PBP untuk berkembang biak. Sehingga siklus hidupnya tak terputus. Dengan tindakan menenggelamkan sisa batang padi habis panen sama saja memutus siklus hidupnya. Sehingga hama PBP ini dapat berkurang pada musim kita nenanam nantinya. Ini biasanya terjadi bila sawah banyak air atau pas musin penghujan.

Bagaimana bila keadaan sawah lagi kurang air?
Salah satu keistimewaan hama PBP ini adalah kemampuan untuk melakukan Diapause. Diapause ini adalah kemampuan untuk hidup terus menjadi pupa sampai 100 hari bila konsidi sawah kering. Dan biasanya pupa yang melakukan diapause ini terletak pada pangkal batang di atas permukaan tanah sedikit. Hanya hama PBP satu-satunya hama yang mengalami diapause di Indonesia.

Jadi tindakan menenggelamkan sisa panen batang padi secepatnya akan menguntungkan petani. Karena memotong siklus hama PBP, sehingga dapat mengurangi penggunaan insektisida.
Masih banyak keuntungan bila para petani segera menenggelamkan sisa batang padi habis panen.

Brvo...Pertanian Indonesia........!!!!

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment