#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Pelatihan Proposal Bisnis, Tingkatkan Kapasitas Pemuda Milenial di Patimpeng

DIOLUHTAN-suluhtani. Harapan Kementerian Pertanian dalam memfasilitasi kreativitas pemuda tani milenial untuk berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian terus dilakukan, salahsatunya melalui program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). Salah satu kecamatan yang menjadi lokasi pemanfaatan program ini adalah Kecamatan Patimpeng.

Mengutip ungkapan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa pertanian memiliki banyak sektor usaha yang dapat dikembangkan oleh generasi milenial. “Saat ini banyak generasi milenial yang sukses menjadi petani dan pengusaha di berbagai sektor pertanian. Mereka mampu mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir. Ini bukti bahwa pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan,” tutur Mentan SYL.

Menurut Syahrul, jika sektor pertanian dikelola dengan baik dan benar dengan menerapkan cara-cara modern, memanfaatkan kemajuan teknologi maka akan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Olehnya itu, dalam meningkatkan kapasitas generasi milenial, dilaksanakanlah pelatihan peningkatan kapasitas pada proposal bisnis bagi 30 pemuda tani di Kecamatan Patimpeng. Hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut adalah Camat Patimpeng, Dinas TPHP Kab. Bone, Polbangtan Gowa, Korluh BPP Patimpeng serta semua peserta pelatihan. (Senin, 26/07/2021)



Menurut Kordinator Penyuluh Pertanian (Korluh) BPP Patimpeng, Andi Elya Azis bahwa melalui program YESS diharapkan akan meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia pemuda dari perdesaan hingga pada akhirnya dapat meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian. “Program YESS ini lebih menekankan pada peningkatan kualitas pemuda dipedesaan. Mereka akan dilatih, akan ditingkatkan kemampuan dalam berbudidaya hingga mengelola usahanya dalam skala bisnis yang profesional, salahsatunya mengenai proposal bisnis”, papar Elya.

Elya melanjutkan bahwa Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Patimpeng ditunjuk sebagai salahsatu penyedia layanan pengembangan bisnis yang dalam program YESS disebut BDSP (Business Development Service Providers). Kami sebagai BDSP akan berusaha agar petani muda yang dilatih bisa menghasilkan model usaha secara terperinci yang sesuai untuk dikembangkan di Kecamatan Patimpeng khususnya di Kabupaten Bone secara umum. “Termasuk dalam menghasilkan produk atau komoditas unggulan daerah di Kabupaten Bone” ujarnya

Lanjut Elya, pelatihan ini juga sebagai perwujudan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada petani muda. “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor, itu harapan kami” jelasnya.


Khusus di Kecamatan Patimpeng saat ini kami telah memiliki beberapa petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian khususnya peternakan yang mampu mengembangkan bisnis pemasaran peternakannya sampai keluar provinsi , bahkan diluar pulau seperti kalimantan. “Saya anggap mereka ini adalah pahlawan pangan ditengah pandemi Covid-19 karena mampu mencukupi kebutuhan protein hewani masyarakat melalui usahanya. Kebutuhan ternak sapi untuk Idul Kurban di wilayah pemasarannya pun tercukupi, Nah pemuda-pemuda ini yang akan kami ikuti terus perkembangannya melalui bimbingan dan peningkatan kapasitas melalui program-program Kementrian Pertanian yang ada” tutupnya

Program YESS didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) yang bertujuan menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian. Telah dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Pelatihan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Yusran A. Yahya (Penyuluh Pertanian Dinas PKH Bone)

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment