#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Sepakat Cegah Kecurangan Pangan, Polri-KPK juga Jaga Harga Pangan

DIOLUHTAN. Ketika dikonfirmasi oleh Dioluhtan, Penyuluh pertanian Dinas Peternakan Kab. Bone, Yusran A. Yahya mengungkapkan bahwa  Polri dan KPK telah melakukan kesepakatan untuk meningkatkan koordinasi dan supervisi dalam sisi pencegahan kecurangan pangan.
Penyuluh pertanian Kab. Bone saat memantau harga hortikutura di pasar tradisional

Menurut Yusran yang mengutip info dari laman finance.detik.com, bahwa Polri dan KPK telah melakukan pertemuan tertutup untuk membahas sejumlah hal. Salah satu yang dihasilkan adalah kesepakatan untuk meningkatkan koordinasi dan supervisi dalam sisi pencegahan kecurangan pangan. "Supervisi itu sangat penting untuk meningkatkan kerja sama KPK dan Polri. Itu dalam UU. Jabaran dari UU KPK itu ditindaklanjuti oleh MOU, koordinasi dan supervisi harus lebih ditingkatkan. Terutama di pencegahan. Yang disampaikan oleh Kapolri tadi. Dengan kasatgasnya tadi. Itu pencegahan," ujar Wakapolri Komjen Syafruddin, di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 
Dari informasi tersebut, Komjen Syafruddin menegaskan upaya pencegahan untuk melakukan stabilisasi harga pangan ini telah dilakukan. Upaya pencegahan ini jumlahnya lebih banyak dibanding dengan upaya penindakan. "Pencegahan lebih banyak dibanding penindakan. 90 persen pencegahan. 10 persen penindakan. Saya bisa katakan bahwa kepada teman-teman sekalian ketika harga beras saja. 1000 rupiah saja naik. Itu satu hari terjadi pergeseran Rp 4 triliun rupiah," tegasnya.
Penyuluh pertanian  juga memantau harga pangan hewani di pasar tradisional

Menurut Syafruddin, harga pangan ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian negara. Karena itu, dia meminta semua elemen terkait dan masyarakat untuk turut andil dalam menciptakan stabilitas harga pangan di Indonesia. "Yang mengakibatkan dari pada kerugian masyarakat dan kerugian pemerintah. Karena pemerintah itu mensubsidi sini mensubsidi sana," tuturnya.
Sebelumnya berdasarkan info dari laman yang sama pula, Yusran A. Yahya mengungkapkan pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga telah menyampaikan bahwa 212 kasus telah diungkap oleh Satgas Pangan dalam kurun waktu 7 Mei sampai dengan 5 Juli 2017. Tito menilai pengungkapan kasus tersebut berhasil mempengaruhi stabilitas harga pangan di Indonesia tetap aman.
Editor : Yoush



Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment