#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Kenapa Urea Dapat Menyebabkan Diare dan Ambruk pada Ternak Ruminansia.


DIOLUHTAN-suluhtani. Masalah pemberian pakan pada ruminansia telah mendapat banyak perhatian di daerah tropis. Sebagian besar ruminansia mendapatkan pakan jerami berkualitas rendah, limbah tanaman pertanian dan industri. Saat ini urea telah banyak tersedia dan digunakan sebagai sumber amonia untuk memperbaiki nilai nutrisi dari berbagai macam hijauan serta limbah tanaman. Lebih lanjut, penambahan urea sebagai suplemen relatif mudah penanganannya untuk diaplikasikan, murah dan bermanfaat sebagai pengganti protein alami dalam ransum. 
Meskipun penggunaan urea sebagai suplemen pakan memiliki potensi keuntungan ekonomi sebagai sumber N, namun memiliki kelemahan dan keterbatasan pada penggunaannya. Pemberian urea yang berlebihan, pencampuran dalam pakan yang tidak merata atau kesalahan dalam penghitungan jumlah urea ke dalam ransum akan akan dapat mengakibatkan keracunan pada ternak.
Tujuan pemberian Urea pada ruminansia adalah dalam rangka meningkatkan kadar protein dalam pakan ternak. hal mendasar yang perlu dipahami adalah bahwa Urea adalah NPN (Non Protein Nitrogen) atau Nitrogen yang bukan protein. Terus kenapa kok masih diberikan kepada ternak..? Dalam penyuluhan kali ini kita mencoba mengulasnya. Begini, nitrogen adalah penyusun utama asam amino dan asam amino adalah penyusun protein. Jadi dengan logika ini penjual konsntrat menambahkan UREA karena analisa proksimat kadang tidak membedakan antara nitrogen yang protein dan yang NPN.
Pemberian Urea pada pakan ternak yag berlebihan bisa berbahaya karena akan bisa menyebabkan diare dan ambruk.
Pertama, Diare.
Jika tubuh tidak bisa menyerap/mencerna sesuatu, maka tubuh akan berusaha mengeluarkan "sesuatu" tersebut, tidak terkecuali NPN ini. Kadar Nitrogen yang berlebih akibat peberian Urea ini akan menyebabkan tubuh tidak bisa sepenuhnya menyerap seluruh nitrogen tersebut dan tentu saja akan dikeluarkan kembali dalam bentuk diare.
Kedua, ambruk.
Metabolisme Nitrogen itu berlawanan dengan metabolisme Magnesium. Artinya tingginya kadar nitrogen dalam darah akan secara otomatis menekan fungsi Magnesium. Masalahnya, Magnesium ini adalah mineral utama yang berfungsi dalam melakukan perangsangan metabolisme Kalsium. Jadi kalo metabolisme Magnesium terganggu atau terhenti, maka metabolisme Kalsium juga akan terganggu/terhenti. Masalahnya akan berlanjut menjadi ambruk karena sapi tidak bisa menggunakan kalsium yang merupakan mineral utama untuk memfungsikan syaraf dan otot.
Jadi kesimpulannya, sebaiknya tidak menggunakan Urea dalam pakan, tetapi Urea bisa digunakan untuk meningkatkatkan kualitas pakan, contohnya sebagai bahan amoniasi pakan.
Yusran A. Yahya NS

Penyuluh Pertanian Disnak Bone,Sulsel
Top of Form
Bottom of Form


Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment