#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Suplemen Vitamin A, D, E, dan K pada Pakan

DIOLUHTAN-suluhtani. Selain pakan yang berupa hijauan makanan ternak (HMT dan juga pakan konsentrat), ternak sapi juga perlu diberi tambahan asupan/suplemen mineral dan vitamin. Beberapa jenis vitamin yang sangat dibutuhkan oleh ternak dan harus ada dalam ransum atau pakan sapi tersebut. Biasanya vitamin yang di butuhkan untuk daya tahan tubuh sapi dan pertumbuhan yaitu vitamin A, B, D, E dan K. Pengaplikasian vitamin ini dapat diberikan dalam wujud suntikan atau penambahan dalam pakan.
Vitamin memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Vitamin ini sepenuhnya bisa dibentuk dalam tubuh hewan yang memamah biak seperti sapi, sehingga kemungkinan terjadinya kekurangan vitamin sangat kecil, kecuali pada kasus kekurangan pakan atau kualitas pakan yang kurang baik.

Mantri Hewan/Penyuluh Memberikan Injeksi Vitamin Pada Ternak Sapi

Vitamin secara umum dapat dibagi atas dua golongan yaitu :
1. Vitamin yang larut dalam lemak : vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K.
2. Vitamin yang larut dalam air : biotin, cholin, folacin (asam folat), inositol, niacin (asam nicotinat, nikotinamid), asam pantotenat (vitamin B3), asam para amino benzoat (PABA), riboflavin (vitamin B2), thiamin (vitamin B1), vitamin B6 (pyridoxin, pyrodoxal, pyridoxiamin), vitamin B12 (cobalamin) dan vitamin C (asam askorbat)
Pada vitamin yang larut dalam air hanya vitamin C yang tidak termasuk dalam vitamin B kompleks. Vitamin berasal dari jaringan tanaman kecuali vitamin C dan vitamin D yang terdapat dalam jaringan hewan hanya apabila hewan mengkonsumsi pakan yang mengandungnya atau mikroorganisme yang ada dalam tubuh mensintesisnya.
Ilustrasi Vitamin (Dok. pelajaran.co.id)
Vitamin yang larut dalam lemak terdapat dalam jaringan tanaman dalam bentuk provitamin (precursor vitamin). Dalam kondisi yang baik umumnya ransum mengandung cukup beberapa vitamin. Olehnya itu pembahasan dibawah ini khusus pada vitamin yang larut dalam lemak.
Vitamin A
Ada beberapa bentuk vitamin A, yang mempunyai aktivitas biologi berbeda, yang paling penting adalah bentuk retinol dan dehydroretinol. Retinol dulu disebut dengan vitamin A1 di dapat sebagai ester (retinyl palmitate) dalam minyak ikan, minyak hati, lemak susu, dan kuning telur, mempunyai aktivitas biologi sebagai suatu alkohol, aldehyde dan asam. Bentuk alkohol merupakan bentuk yang umum, bisaa sebagai retinol, bentuk aldehyde sebagai retinal atau retine dan bentukasam sebagai asam retinat.
Dehydroretinol atau vitamin A2 berbeda dari retinol karena mempunyai tambahan ikatan rangkap dan mempunyai ± 40% nilai aktivitas biologinya. Terdapat pada ikan tawar dan burung yang memakan ikan ini. Sekarang yang dimaksud dengan vitamin A digunakan untuk retinol dan dehydroretinol. Senyawa yang berhubungan dengan vitamin A adalah karoten yang terdapat dalam buah-buahan dan sayuran. Karoten ini juga disebut provitamin A, oleh karena dapat diubah menjadi vitamin A dan precursor vitamin A karena akan menjadi vitamin A. Sekurang-kurangnya da 10 karotenoid didapat pada tanaman yang akan diubah kedalam vitamin A dengan efesiensi yang berbeda-beda. Beta karoten mempunyai aktivitas vitamin A yang paling tinggi dan dapat menyediakan dua per tiga dari vitamin A yang seharusnya dalam ransum.
Perbedaan jenis hewan mengubah beta karoten menjadi vitamin A dengan derajat efesiensi yang berbeda. Konversi tikus untuk mengubah beta karoten menjadi vitamin A dijadikan standar, yaitu 1 mg beta karoten setara dengan 1667 IU vitamin A. Berdasarkan standar ini didapat angka konversi beta karoten untuk sapi 24%, domba 24-30%, babi 30%, unggas 100%. Satuan vitamin A yang digunakan adalah IU atau USP, ini adalah nilai vitamin A untuk tikus 0.3 μg (mikrogram) vitamin A alkohol atau 0.6 μg beta karoten murni.
Ilustrasi Vitamin A (Dok. vitacost.com)

Sumber vitamin A adalah minyak ikan, hati dan vitamin A sintesis. Beta karoten dan vitamin A sangat mudah teroksidasi, sehingga perlu diperhitungkan kehilangan dalam pengolahan dan penyimpanan bahan makanan ternak. Vitamin A sintesis lebih banyak digunakan karena lebih stabil.
Vitamin D
Vitamin D adadah vitamin yang hanya terdapat dalam sedikit bahan makanan dan dapat dibentuk dalam tubuh oleh kulit yang terkena sinar UV yang berasal dari sinar matahari dengan panjang gelombang pendek dan frekwensi yang tinggi.
Ilustrasi Vitamin D (Dok. Kompas.com)

Oleh karena itu disebut vitam in cahaya matahari. Kurang lebih 10 senyawa sterol dengan aktivitas vitamin D telah diidentifikasikan yang dikenal sebagai provitamin D atau precursor vitamin D. Dari segi bahan makanan, ergocalciferol (vitamin D2) dan cholacalciferol (vitamin D3) nama cholacalciferol menunjukan precursornya adalah cholesterol, oleh karena zat ini sangat erat hubungan kimianya.
Iradiasi UV dan 2 provitamin – ergosterol dan &-dehydrocholerterol didapat dari hati, minyak ikan dan kulit hewan, sehingga hewan yang kena sinar matahari dalam waktu lebih lama tidak memerlukan tambahan vitamin D, vitamin D2 dan vitamin D3 mempunyai aktivitas yang untuk manusia dan beberapa spesies hewan kecuali untuk unggas vitamin D3 lebih efesien daripada vitamin D2. Sumber ragi yang diiradiasi, hati, minyak ikan, UV dari sinar matahari.
Vitamin E
Delapan tocopherol dan tocotrienol mempunyai aktivitas vitamin E, semuanya dikatakan vitamin E telah diidentifikasi. Alpha tocopherol mempunyai aktivitas paling tinggi, sedangkan tocopherol yang lain mempunyai aktivitas biologi antara 1-50% dari alpha tocopherol. 
Ilustrasi Vitamin E (Dok. selfhacked.com)

Bahan yang kaya vitamin E adalah gandum/hasil ikutannya, jagung/hasil ikutannya, padi/hasil ikutannya, kedele, hay pastura. Sumber vitamin E sinthesis di-alpha tocopherol acetat, dedak padi dan lembaga gandum.
Vitamin K
Terkenal sebagai vitamin antihaemorrhage, diperlukan protombin dan factor pembeku darah lainnya. Istilah vitamin K menggambarkan secara kimia golongan senyawa quinone. Sejumlah kimia mempunyai aktivitas vitamin K telah diisolasi dan dis intesis. Secara alami terdapat 2 bentuk vitamin K yaitu vitamin K1 (Phylloquinone ata phytylmenaquinone) yang terdapat pada tanaman hijau, dan vitamin K2 (menaquinone atau multiprenyl-menaquinone) yang disintesis banyak mikroba termasuk bakteri dalam saluran pencernaan.
Ilustrasi Vitamin K (Dok. bukalapak.com)

Senyawa sintesis yang mengandung aktivitas vitamin K telah dibuat, terkenal dengan nama menadion (2-methyl,1,4, naphthoquinone) dulu dikenal sebagai K3 menadione yang diubah dalam tubuh menjadi K2 mempunyai potensi 2-3 kali sebagai K1 dan K2. Bahan makanan yang kaya vitamin K adalah butir-butiran, tepung ikan, hay, bungkil kedele. Sumber vitamin K adalah menadion.
Demikianlah artikel khusus mengenai suplemen vitamin pada pakan, khusunya vitamin A,D, E, dan K. Pemberian vitamin ini pada tubuh sapi sebaiknya tidak terlalu berlebihan. Jika terlalu berlebihan maka vitamin akan terbuang percuma melalui air seni dan keringat. Pemberian vitamin yang tepat akan menghasilkan produksi sapi yang lebih bagus. Semoga bermanfaat bagi para penyuluh pertanian dan stake holder peternakan lainnya.
Re-suluh/Editor: Yusran A. Yahya
Sumber Kutipan: Buku Pengetahuan Bahan Makanan Ternak,
Tim Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB. 
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment