#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

9 (sembilan) Arahan Presiden, Jokowi Instruksi Khusus Menteri Pertanian

DIOLUHTAN. Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan instruksi secara khusus kepada Menteri Pertanian terkait pagu indikatif RAPBN 2018. Tahun depan, volume belanja negara akan mencapai lebih dari Rp. 2.200 triliun.
Dalam rapat paripurna di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu, Presiden menyampaikan sembilan arahan.
Terkait dengan sektor pertanian, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Pertanian untuk mengarahkan belanja pertanian kepada pengembangan tanaman hortikultura dan pembangunan sarana irigasi. Presiden juga meminta Menteri Pertanian untuk memastikan subsidi pupuk yang tepat sasaran. "Pembangunan infrastruktur irigasi harus sesuai dengan pengadaan sawah yang ada. Jadi jangan sampai irigasinya ada sawahnya tidak ada. Ini saya bicara seperti ini bukan tidak ada data, banyak seperti itu, irigasinya ada tapi sawahnya tidak ada. Bendungannya ada sudah bertahun-tahun tapi jaringan irigasi tidak ada, yang aneh-aneh seperti ini banyak di lapangan," kata Presiden.
Presiden Jokowi memberikan Arahan terkait Desain Belanja Tahun 2018

Berikut 9 (Sembilan) arahan Presiden Jokowi terkait desain belanja tahun 2018.
Pertama, pada tahun 2018 mendatang, seluruh program infrastruktur prioritas nasional yang telah dicanangkan dan sedang dikerjakan saat ini harus dapat diselesaikan sehingga kita memiliki fondasi yang kuat, bukan saja untuk meningkatkan daya saing, tapi juga bisa meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Kedua, alokasi anggaran sebesar 20 persen untuk sektor pendidikan wajib dialokasikan dengan lebih terencana dan tepat guna.
Ketiga, menetapkan nilai maksimal bagi belanja barang kementerian dan lembaga. Kurangi belanja yang tidak efisien dan tidak sesuai dengan tujuan dan prioritas nasional.
Keempat, subsidi yang diberikan oleh pemerintah -- subsidi BBM, subsidi gas elpiji, subsidi pupuk, subsidi benih, dan yang lainnya -- benar-benar tepat sasaran dan efisien, hanya ditujukan bagi 40 persen lapisan masyarakat ekonomi terbawah.
Kelima, mengawal jalannya Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu keluarga prasejahtera. Sasaran PKH ditingkatkan dari enam juta menjadi 10 juta keluarga.
Keenam, terkait dengan sektor pertanian, saya menginstruksikan kepada Menteri Pertanian untuk mengarahkan belanja pertanian kepada pengembangan tanaman hortikultura dan pembangunan sarana irigasi, dan memastikan subsidi pupuk yang tepat sasaran.
Ketujuh, terkait dengan pembangunan di daerah, saya meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi perubahan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diberikan tiap tahunnya. Pemerintah akan memulai untuk menggunakan formula dinamis sesuai dengan jumlah pendapatan.
Kedelapan, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan agar digunakan untuk mengatasi kesenjangan ketersediaan layanan publik di daerah.
Kesembilan, dana desa akan semakin besar, pantau terus efektivitas pelaksanaannya, terutama prioritaskan untuk peningkatan produktivitas dalam rangka mengurangi kemiskinan, memperbaiki infrastruktur, dan penciptaan lapangan pekerjaan di desa.
Foto: Biro Pers Setpres


Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment