#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Dirjen PKH Kementan, Bangun Sistem Pengendalian Internal UPSUS SIWAB

DIOLUHTAN. Terobosan baru Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk peningkatan sumber protein hewani adalah program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) Tahun 2017, adalah kegiatan yang terintegrasi untuk percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau secara berkelanjutan.
UPSUS SIWAB ditargetkan terjadinya kelahiran dan kebuntingan sapi/kerbau hasil IB minimal 70% atau sebanyak 3.000.000 ekor dari jumlah akseptor sebanyak 4.000.000 ekor, penanganan gangguan reproduksi 300.000 ekor, pencegahan pemotongan sapi betina di 40 kabupaten/kota, dan penanaman hijauan pakan ternak 13.000 Ha.
Inspektorat IV sebagai mitra dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan ikut bertanggung jawab mensukseskan program UPSUS SIWAB yang berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No:8933/kpts/OT.050/F/12/2016 tanggal 29 Desember 2017 tentang Tim Supervisi Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting bertugas melakukan koordinasi, sosialisasi, pendampingan, pembinaan dan monitoring UPSUS SIWAB bertanggungjawab memantau, mengkoordinasikan dan mengawal di Provinsi Bangka Belitung dengan jumlah target kebuntingan sebanyak 2.009 ekor.
Inspektur IV IGMN Kuswandhana menyatakan bahwa pengawalan SPIP dilakukan dengan pengembangan step by step terhadap 5 unsur SPI yaitu evaluasi Lingkungan Pengendalian berdasarkan hasil evaluasi internal/eksternal, menilai risiko pada setiap proses bisnis kegiatan pengawasan meliputi identifikasi risiko, analisis risiko, selanjutnya dibuat register risiko dan peta risiko, merancang kegiatan pengendalian dalam bentuk Kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (K/SOP); mencatat dan mengkomunikasikan pelaksanaan K/SOP; dan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan K/SOP.
Langkah-langkah penilaian risiko yaitu melakukan penilaian untuk setiap proses bisnis, menetapkan proses bisnis (tahapan utama) kegiatan yang harus jelas dari mulai input sebagai proses bisnis awal sampai dengan output atau proses bisnis akhir, serta definisikan kegisan dengan rumusan yang jelas tentang output setiap tahapan kegiatan.
Proses bisnis UPSUS SIWAB 2017 meliputi :
(1) mempersiapkan tenaga inseminator, PKB ATR dan Penyediaan semen beku,
(2) Penyediaan N2 Cair,
(3) Penyediaan pakan,
(4) Penanganan gangguan reproduksi,
(5) Penyelamatan betina produktif,
(6) Sistem MONEV dan Pelaporan UPSUS SIWAB.
Selain pemaparan materi tentang pengawalan SPIP UPSUS SIWAB, Inspektur IV juga melakukan koordinasi dengan melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Babel, BPTP Provinsi Babel dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Pangkal Pinang.
Berdasarkan data realisasi angka IB, kebuntingan, dan kelahiran bulan Januari 2017 di Kabupaten Bangka Selatan, Belitung, dan Bangka capaiannya masih nol, Inspektur IV melakukan koordinasi dengan menelpon langsung Kepala Dinas Peternakan untuk identifikasi permasalahan dan mengajak Kepala Dinas agar pelaksanaan IB, PKB dan lahir dapat digerakkan di tingkat lapangan. Apabila terjadi permasalahan kekurangan tenaga inseminator, PKB dan ATR agar mengusulkan pelatihan yang alokasi anggarannya di Ditjen PKH atau dengan menjadwalkan sinkronisasi birahi dibantu sarana dan tenaga dari Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung.
Diharapkan dengan adanya persiapan yang matang dan koordinasi yang terus menerus dapat meningkatkan angka IB, kebuntingan dan kelahiran sapi, sehingga target yang ditetapkan baik bulanan dan tahunan dapat tercapai.
Editor : Y.A. Yahya
Sumber Foto dan Artikel : Humas Itjentan Kementan RI
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment