#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Beberapa Penyakit Pada Tanaman Pepaya

DIOLUHTAN. Pepaya atau gandul (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Pada umumnya, para petani menanam pepaya di tanah pekarangan atau tegalan. Di tanah pekarangan tanaman pepaya biasa ditanam di depan atau di samping rumah dan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sayuran atau buah-buahan bagi keluarga.
Di Indonesia tanaman pepaya dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai pegunungan yang memiliki ketinggian 1.000 m dpl. Saat ini luas daerah pertanaman pepaya dengan orientasi bisnis mencapai 52.250 ha, meliputi tanah-tanah pekarangan atau tanah tegalan. Dengan produksi sekitar 402.346 ton per tahun, buah pepaya belum merupakan komoditas ekspor yang dapat diandalkan karena masih terbatas untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Nilai gizi pepaya juga cukup tinggi karena banyak mengandung pro-vitamin A, vitamin C, dan mineral kalsium.
Berikut Diorama Penyuluhan dan Kedaulatan Pangan (DIOLUHTAN) mencoba mengulas beberapa penyakit penting yang menyerang tanaman pepaya.
1. Busuk Akar dan Pangkal Batang (Phytophthora palmivora dan Pythium sp.)
Gejala awal dari penyakit ini terlihat dari daun-daun bawah yang layu, menguning dan menggantung di sekitar batang sebelum gugur, sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun-daun kecil di pucuknya.
Jika digali akan terlihat bahwa akar-akar lateral membusuk menjadi massa berwarna coklat tua, luak dan berbau tidak sedap. Pembusukan dapat menyebar ke akar tuynggang dan dapat menyebabkan tanaman tumbang.
Penyakit ini juga dapat muncul pada buah yang masih hijau. Buah membusuk tetapi tetap keras. Pada umumnya pembusukan mulai dari dekat pangkal tangkai. Buah diselimuti oleh miselium berwarna putih seperti beludru. Akhirnya buah mengeriput dan berwarna hitam.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan memperbaiki drainase kebun, sanitasi kebun dari sisa tanaman sakit, rotasi tanaman dan aplikasi fungisida dengan bahan aktif tembaga atau mankozeb jika kejadian penyakit cukup tinggi.
2. Penyakit bakteri Erwinia papaya
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Erwinia papaya ini menyebabkan gejala pada tanaman muda yaitu menguning dan membusuknya daun. Setelah beberapa lama, bagian tanaman sebelah atas mati, yang pada umumnya diikuti oleh matinya seluruh tanaman.
Gejala yang khas terdapat pada tangkai daun dan batang yang masih hijau. Pada bagian ini terdapat bercak-bercak kebasahan yang dapat meluas. Pada umumnya, pada tangkai daun penyakit lebih cepat meluas daripada helaian daun.
Jika penyakit telah mencapai batang, batang akan membusuk dan semua daunnya gugur, hingga tanaman menjadi gundul.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan memotong dan membakar bagian tanaman yang terinfeksi debelum penyakit ini menyebar di lapangan. Pemeliharaan tanaman dengan sebaik-baiknya dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit ini.
3. Bercak Cincin (Virus bercak cincin papaya)
Gejala penyakit ini berupa daun belang, perubahan bentuk daun, bahkan menyebabkan daun menjadi sempit.. Pada buah terdapat cincin-cincin dan bercak-bercak. Pada tangkai dan batang terdapat garis-garis hijau tua. Tangkai daun menjadi pendek. Pertumbuhan tanaman terhambat dan menghasilkan sedikit buah.
Penyakit ini disebabkan oleh virus bercak cincin papaya (papaya ringspot Virus). Virus mudah ditularkan secara mekanis dengan menggosokkan sap tanaman sakit. Virus tidak terbawa oleh biji. Beberapa kutu daun dapat menularkan virus ini.
Pengendalian penyakit in dapat dilakukan dengan mengendaliakn populasi serangga vector dengan menggunakan insektisida. Pembersihan tanaman sakit dari pertanaman dapat mencegah meluasnya penyakit ini.
Gejala awal dari penyakit ini terlihat dari daun-daun bawah yang layu, menguning dan menggantung di sekitar batang sebelum gugur, sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun-daun kecil di pucuknya.
Jika digali akan terlihat bahwa akar-akar lateral membusuk menjadi massa berwarna coklat tua, luak dan berbau tidak sedap. Pembusukan dapat menyebar ke akar tuynggang dan dapat menyebabkan tanaman tumbang.
Penyakit ini juga dapat muncul pada buah yang masih hijau. Buah membusuk tetapi tetap keras. Pada umumnya pembusukan mulai dari dekat pangkal tangkai. Buah diselimuti oleh miselium berwarna putih seperti beludru. Akhirnya buah mengeriput dan berwarna hitam.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan memperbaiki drainase kebun, sanitasi kebun dari sisa tanaman sakit, rotasi tanaman dan aplikasi fungisida dengan bahan aktif tembaga atau mankozeb jika kejadian penyakit cukup tinggi.
4. Penyakit bakteri Erwinia papaya
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Erwinia papaya ini menyebabkan gejala pada tanaman muda yaitu menguning dan membusuknya daun. Setelah beberapa lama, bagian tanaman sebelah atas mati, yang pada umumnya diikuti oleh matinya seluruh tanaman.
Gejala yang khas terdapat pada tangkai daun dan batang yang masih hijau. Pada bagian ini terdapat bercak-bercak kebasahan yang dapat meluas. Pada umumnya, pada tangkai daun penyakit lebih cepat meluas daripada helaian daun.
Jika penyakit telah mencapai batang, batang akan membusuk dan semua daunnya gugur, hingga tanaman menjadi gundul.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan memotong dan membakar bagian tanaman yang terinfeksi debelum penyakit ini menyebar di lapangan. Pemeliharaan tanaman dengan sebaik-baiknya dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit ini.
5. Bercak Cincin (Virus bercak cincin papaya)
Gejala penyakit ini berupa daun belang, perubahan bentuk daun, bahkan menyebabkan daun menjadi sempit.. Pada buah terdapat cincin-cincin dan bercak-bercak. Pada tangkai dan batang terdapat garis-garis hijau tua. Tangkai daun menjadi pendek. Pertumbuhan tanaman terhambat dan menghasilkan sedikit buah.
Penyakit ini disebabkan oleh virus bercak cincin papaya (papaya ringspot Virus). Virus mudah ditularkan secara mekanis dengan menggosokkan sap tanaman sakit. Virus tidak terbawa oleh biji. Beberapa kutu daun dapat menularkan virus ini.

Pengendalian penyakit in dapat dilakukan dengan mengendaliakn populasi serangga vector dengan menggunakan insektisida. Pembersihan tanaman sakit dari pertanaman dapat mencegah meluasnya penyakit ini
Referensi : Yayi M. K (Dept.Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB)
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
1 December 2016 at 11:14 ×

ehm, baru tahu ada penyakit bussuk akar. ku kira kemaren karena keseringan di siram

Congrats bro Manfaat Buah pepaya you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar
Post a comment
Thanks for your comment