#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

BPP Patimpeng Dorong “Awareness” Petani Tentang Pupuk Subsidi

DIOLUHTAN-suluhtani. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Patimpeng Kab. Bone sebagai kelembagaan penyuluhan pemerintah yang paling depan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian, kembali menggelar pertemuan dan penyuluhan terpadu dengan para pelaku sektor pertanian tingkat Desa, di aula kantor Desa Masago, Kec. Patimpeng (Selasa, 16/02/2021). Penyuluhan ini dirangkaian dengan kegiatan UPT Puskesmas Kec. Patimpeng yang mensosialisasikan Covid-19, Vaksinasi dan pengendaliannya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Korluh BPP Patimpeng, Kepala UPT Puskesmas Patimpeng, PPK TPHP Patimpeng, Kepala Desa Masago beserta aparat, Staf dan Penyuluh Kesehatan UPT Puskesmas, Pengecer pupuk Wilayah Masago, para pengurus Gapoktan dan Kelompok Tani serta para penyuluh BPP Patimpeng.

Korluh BPP Patimpeng, Andi Elya Azis (kanan) didampingi Kepala Desa Masago, Hj. Hasniaty 

Koordinator penyuluh (Korluh) BPP Patimpeng, Andi Elya Azis, SPt, menyampaikan pertemuan ini untuk meningkatkan kognitif (pola pikir) petani tentang proses distribusi pupuk bersubsidi dan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beberapa jenis pupuk bersubsidi yang oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Permentan No. 49 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021.

Elya memaparkan bahwa seperti yang tertera dalam peraturan tersebut, harga pupuk urea yang semula HET Rp.1800/kg, naik Rp.450 menjadi Rp.2.250/kg, lalu pupuk SP-36 Rp2.000/kg naik Rp.400 sehingga menjadi Rp2.400/kg. Sementara itu, pupuk ZA mengalami kenaikan Rp. 300 menjadi Rp1.700/kg dan pupuk organik granul naik sebesar Rp300, dari yang semula Rp500/kg menjadi Rp800/kg. Hanya pupuk jenis NPK yang tidak mengalami kenaikan HET dan tetap Rp2.300/kg. “Menyikapi hal tersebut, kami para penyuluh BPP Patimpeng berinisiatif mengadakan penyuluhan ini agar “awarenes” (kesadaran) petani mengenai distribusi pupuk bersubsidi dan kenaikan HET tidak menimbulkan permasalahan antara petani, penyuluh dan pengecer pupuk” ungkap Elya.

Lebih lanjut, terkhusus penyaluran pupuk bersubsidi, di wilayah Desa Masago belum menggunakan fasilitas Kartu Tani karena penyalurannya bertahap, sehingga dalam distribusi pupuk untuk kebutuhan yang bersangkutan, petani harus menyetorkan fotokopi KTP dan mengisi form penebusan (Form 1) yang disiapkan oleh Kios Pupuk/Pengecer.

Suradi, salahsatu Kepala dusun mewakili para petani di wilayahnya tidak mempermasalahkan kenaikan HET pupuk, mereka hanya berharap agar pupuk subsidi yang dibutuhkan petani tercukupi.

Dalam kegiatan tersebut yang dikuti oleh UPT Puskesmas juga disosialisasikan pola hidup sehat, sosialisasi vaksin Covid-19 dan pengendalian virus corona. Penyuluhan terpadu ini dilaksanakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan 3 M (menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak).

Elya / Y.A.Yahya

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment