#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Bakteri Escherichia coli Penyebab Diare Ternak Sapi

Escherichia coli adalah jenis mikroorganisma yang menyebabkan diare(mencret) pada ternak sapi. E. coli biasa menjangkiti pedet yang baru berusia dibawah 14 hari, namun banyak kasus terjadi pada usia pedet kurang dari 1 minggu. E. coli juga sering ditemukan sebagai lanjutan dari infeksi rotavirus dan coronavirus.
Sesungguhnya E.coli biasa terdapat di dalam system pencernaan ternak sapi, namun jika jumlahnya terlalu banyak dapat menyebabkan diare. Pada kondisi tertentu E.coli akan menyerang jaringan epitel dalam usus, sehingga usus mengalami kesulitan untuk menyerap, akhirnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh akan langsung dikeluarkan melalui kotoran (mencret)
Berdasarkan penelitian, ada banyak sekali jenis E.coli, namun yang berbahaya hanya beberapa jenis saja. Sedangkan E.coli yang paling umum ditemukan pada ternak sapi adalah :

1.Enteric
Pada pedet, gejalanya diawali dengan demam yang dengan cepat berangsur normal atau mendekati normal.  Setelah itu pedet akan mengalami diare hebat, yang mengakibatkan lemas dan dehidrasi. Jika didiamkan dapat menyebabkan  kematian.
2.Enterotoxigenic
Ini bakteri E. coli dari jenis K-99. Bakteri ini dapat menyerang pedet yang berusia dibawah 3 hari. Infeksi yang diakibatkannya sangat fatal, karena pedet langsung mati bahkan sebelum gejala diare (mencret) muncul.
3.Septicemic
Ini adalah salah satu jenis E.coli yang terkenal sangat ganas, karena langsung menyebabkan kematian tanpa gejala-gejala yang tampak. Serangan bakteri ini mirip sekali dengan Salmonella, yaitu dengan cara menginfeksi aliran darah dan menyebar ke dalam jaringan tubuh. Akibatnya, infeksi akan meluas ke seluruh tubuh. Bakteri ini umumnya menyerang pedet yang tidak mendapat kolostrum dari induknya.
Pada ternak sapi yang sedang menderita diare, memerlukan larutan elektrolit untuk menggantikan cairan tubuh serta elektrolit yang hilang. Akan tetapi frekuensi pemberiannya harus ditingkatkan, karena hanya sekitar 60% saja yang mampu diserap tubuh, sedangkan sisanya akan kembali dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.
Saat ini, di pasaran sudah tersedia vaksin jenis baru untuk E. coli. Vaksin ini mengandung antigen K99 yang dapat memberikan kekebalan terhadap jenis E. coli lainnya. Caranya penggunaannya langsung diberikan pada induk sapi  pada 6 minggu dan 3 minggu sebelum proses melahirkan. Variasi lainnya adalah kombinasi antara  vaksin E. coli, rota dan coronavirus. Vaksin ini membantu pembentukan tingkat antibodi yang tinggi di kolostrum.
Semua jenis vaksin ini dapat bekerja secara efektif jika pedet mendapat kolostrum sesegera mungkin setelah dilahirkan.

Sumber : manglayang.blogsome.com
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment