#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

metode pembuataan Mikroorganisme multifungsi

Setelah rekan-rekan Diorama Penyuluhan Pertanian mengetahui manfaat dari mikroorganisme multi fungsi tersebut pasti sudah nggak sabar lagi ingin mengetahui cara membuatnya. Tapi janji ya ! setelah saya kasih tahu langsung dipraktekkan, supaya kita bisa saling berbagi pengalaman.

Bahan mikroorganisme multi fungsi :
  1. Campuran berbagai macam buah-buahan yang telah masak exp: semangka, melon, nanas, mangga, jambu, belimbing dll 1 kg. (kebetulan maspary dirumah jualan soup buah jadi bisa memanfaatkan sisa buah-buahan yang tidak terpakai)
  2. Molase atau larutan gula jawa (untuk membuat larutan gula jawa: larutkan gula jawa dalam air panas dengan perbandingan 1 : 1) 0,5 liter. Penggunaan larutan gula jawa harus setelah benar-benar dingin.
  3. Koran bekas/ baru
  4. Karet gelang
  5. Kain penyaring (boleh kaos bekas atau baju bekas dll)
Cara membuat mikroorganisme multi fungsi :
 
  1. Potong kecil-kecil berbagai macam buah-buahan tersebut (kurang lebih 1 cm3)
  2. Masukkan buah-buahan tersebut  dalam stoples
  3. Siram dengan molase atau larutan gula jawa
  4. Tutup toples dengan kertas koran dan ikat dengan karet
  5. Setelah dua minggu saring dan peras dengan kain
  6. Larutan/ air perasan yang dihasilkan siap digunakan untuk berbagai keperluan diatas
Cara menggunakan mikroorganisme multi fungsi :
  1. Jika akan digunakan sebaikknya mikroorganisme multi fungsi tersebut kita encerkan terlabih dahulu. Buat larutan gula atau larutan molase dengan perbandingan gula/ molase : mikroorganisme multi fungsi : air = 5 : 1 : 100
  2. Diamkan dulu larutan tersebut hingga 24 jam.
  3. Baru larutan tersebut kita gunakan untuk pembuatan silase, campuran/ minuman ternak, pembuatan kompos, kita semprotkan ke tanah dan tanaman sebagai penyubur dll.
Cara membuat mikroorganisme multi fungsi tersebut memang mudah dilakukan, tapi maspary sendiri belum sempat mengecek kandungan didalamnya. Oleh karena itu jangan menanyakan mikroorganisme apa yang terkandung didalamnya atau bertanya kandungan unsur haranya.
Jika ada rekan-rekan Diorama Penyuluhan Pertanian dari kalangan peneliti atau dari akademisi yang mempunyai informasi, maspary minta bantuan supaya diberikan penjelasan kandungan mikroorganisme maupun kandungan unsur hara dalam larutan tersebut. Agar petani kita lebih mantab dalam membuat dan menggunakannya. Tentunya saya ucapkan trimakasih banyak sebelumnya.
Sekian dulu artikel yang simpel dan sederhana ini semoga bisa membantu para petani Indonesia dalam mewujudkan kemandiriannya. Sehingga bisa jadi benar-benar mandiri, bukan mandiri semu.

Maju Petani Indonesia...!!!!!!
dari berbagai sumber
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment