#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Kenali..... Musuh Alami Untuk Tanaman Padi

DIOLUHTAN. Hama dan penyakit merupakan faktor utama keberhasilan usaha tanaman padi. Dengan menggunakan teknologi, varietas tanaman, cara tanam dan lainnya, tetapi hama dan penyakit tak ada atau sedikit sekali. Maka para petani bisa panen juga, banyak atau kurang dari itu.

MUSUH ALAMI WERENG, LABA-LABA SAWAHTetapi, bila hama dan penyakit datang dan mewabah secara meluas, harapan panen hampir tak ada. Terutama yang menyerang adalah jenis hama wereng. Jadi, menurut saya dari uraian di atas, jelas faktor hama dan penyakit menduduki rangking teratas dari usaha tanaman padi. Oleh sebab itu, pemahaman dan aplikasi lapangan bagi para PPL amat sangat diperlukan!!
Realita di lapangan bagaimana? Para petugas POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) masih kurang. Untuk di daerah saya di Bontocani ( di BPK ) petugasnya hanya 1 insan, 1 petugas POPT mengamati  2 Kecamatan. Dan beliau masih berstatus Tenaga Honorer yang gajinya sangatlaha cukup.
Sekarang, kita kembali ke habitat aslinya yaitu areal sawah, tepatnya ekosistem sawah. Setiap ekosistem akan memciptakan keseimbangan yang harmonis bila manusia tak mengeksploitasinya secara berlebihan. Ada rantai makanan yang sambung menyambung, di sinilah kita perlu mengetahui siapa makan siapa. Tepatnya hama tanaman padi dimakan oleh siapa. Kalau dalam bahasa pertanian disebut musuh alami. Ada berbagai macam musuh alami untuk hama tanaman padi.
Berbagai jenis musuh alami untuk tanaman padi dapat  dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu parasitoid, predator, dan patogen. Terdapat 79 jenis musuh alami hama wereng batang coklat (WBC), di antaranya 34 parasitoid, 37 predator, dan 8 patogen (Chiu 1979). Ada 3 jenis parasitoid PBP, yaitu: Tetrastichus schenobii Ferr., Telenomus rowani Gah., dan Trichogramma joponicum Ashm (Jepson 1954, Soehardjan 1976). Sampai saat ini telah diketahui 36 spesies jamur patogen serangga (JPS) pada tanaman padi (Carruthers & Hural 1990).
Di antara patogen tersebut, Hirsutella citriformis, Metarrhizium anisopliae dan Beauveria bassiana mempunyai potensi untuk mengendalikan WBC. Parasitoid dan predator mampu menurunkan padat populasi hama, sedangkan infeksi JPS dapat mematikan dan mempengaruhi perkembangan hama, menurunkan kemampuan reproduksi, serta menurunkan ketahanan hama terhadap predator, parasitoid dan patogen lainnya (Wardojo 1986).
Ekosistem persawahan secara teoritis merupakan ekosistem yang tidak stabil. Kestabilan ekosistem persawahan tidak hanya ditentukan oleh keanekaragaman struktur komunitas, tetapi juga oleh sifat-sifat komponen serta interaksi antar komponen ekosistem. Hasil penelitian mengenai kajian habitat menunjukkan bahwa tidak kurang dari 700 serangga termasuk parasitoid dan predator ditemukan di ekosistem persawahan dalam kondisi tanaman tidak ada hama, khususnya WBC. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas persawahan ternyata beranekaragam (Untung 1992). Apabila interaksi antarkomponen dapat dikelola secara tepat, kestabilan ekosistem pertanian dapat dipertahankan. Dengan demikian tidak tertutup kemungkinan bahwa pada ekosistem pertanian dapat tercipta keadaan yang stabil. Untuk mempertahankan ekosistem persawahan yang stabil, konsep PHT dapat diterapkan. Insektisida merupakan alternatif terakhir dan penggunaannya sangat selektif. Di persawahan, musuh alami jelas berfungsi, sehingga terjadi keseimbangan biologis (Baehaki 1991). Keseimbangan biologis ini kadang-kadang tercapai, tetapi bisa juga sebaliknya. Hal ini disebabkan karena faktor lain yang mempengaruhi, yaitu perlakuan agronomis dan penggunaan insektisida. (M.Arifin dalam Prosiding Simposium Keanekaragaman Hayati Arthropoda pada Sistem Produksi Pertanian. Cipayung, 16-18 Oktober 2000).
Itulah hasil penelitian, tapi bagi kita para pembaca, maunya simpel. Apa musuh alaminya, sebutkan saja. Untuk tanaman padi musuh terbesarnya dan bahaya laten adalah Penggerek Batang dan Wereng Coklat.
Musuh alami Wereng Coklat : Laba-Laba, Capung, Anak Katak, Burung Walet atau Sriti, Berbagai Parasitoid telur, Jamur Beauveria bassiana, Jamur Metharrizium anisopliae, dll
Musuh alami Penggerek Batang : Jangkrik ekor pedang, Parasit Telur Telenomus, Parasit Trichogramma, dan lain-lain.
Dari Berbagai Sumber


Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment