#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Usahatani Ditinjau dari Defenisi, Sistem dan Klasifikasinya

DIOLUHTAN-suluhtani. Ken (2015) mengungkapkan bahwa pertanian adalah kegiatan seseorang yang berhubungan dengan proses produksi untuk menghasilkan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh manusia dan berasal dari tumbuhan ataupun hewan yang disertai dengan usaha untuk memperbaharui, memperbanyak dan mempertimbangkan faktor ekonomis. Sehingga ilmu yang mempelajari kegiatan manusia dalam melakukan kegiatan pertanian disebut ilmu usahatani.

Definisi Usahatani

Menurut Wanda (2015), ilmu usahatani merupakan suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menentukan, mengorganisasikan dan mengkoordinasikan dalam menggunakan sumberdaya dengan efektif dan efisien sehingga pendapatan yang diperoleh oleh petani lebih tinggi.

Menurut Soekartawi (1995), ilmu usahatani membahas bagaimana seorang petani mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Penggunaan input dapat dikatakan efektif ketika petani dapat mengalokasikan input yang mereka gunakan sebaik-baiknya, dikatakan efisien apabila output yang mereka hasilkan lebih besar dari input yang mereka gunakan. Menurut Prawirokusumo (1990), ilmu usahatani adalah ilmu terapan yang mempelajari tentang penggunaan sumberdaya secara efesien pada suatu usaha pertanian, perikanan atau peternakan. Beberapa sumberdaya yang digunakan dalam pertanian yaitu lahan, tenaga kerja, modal dan manajemen.

Dari beberapa definisi yang telah dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana mengalokasikan sumberdaya (lahan, tenaga kerja, modal dan manajemen) yang dimiliki petani untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

Sistem Usahatani

Menurut Shinta (2011), ilmu usahatani adalah suatu upaya penelaahan tritugal antara lain manusia, tanaman atau hewan, sehingga ilmu usahatani berkaitan dengan beberapa aspek yaitu aspek sosial (manusia), kimia, fisika (lahan) dan budidaya (tanaman, tumbuhan).

Dalam analisis ilmiah konvensional, usahatani dibagi dalam berbagai macam disiplin dan dipandang dengan sudut profesional dari ahli agronomi, nutrisi, ternak, ekonomi, sosial dan lain-lain. Sebaliknya, petani justru tidak memiliki bidang keahlian khusus, mereka menganggap usahatani sebagai suatu keselurahan, jika ingin memahami bagaimana usahatani berfungsi dan bagaimana keputusan usahatani diambil, harus melihat usahatani sebagai suatu sistem. Usahatani bukanlah sekadar kumpulan tanaman, hewan, peralatan, tenaga kerja, namun merupakan suatu jalinan yang komplek dengan pengaruh-pengaruh lingkungan dan input-input yang harus dikelola petani sesuai dengan kemampuannya. Berikut merupakan sistem dari usahatani:

Hubungan ilmu usahatani dengan ilmu lainnya

Sistem usahatani dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Sistem penggunaan lahan. Sistem penggunaan lahan merupakan suatu sistem dalam usahatani dimana petani menggunaan lahan untuk melakukan kegiatan penanaman terhadap tanaman seperti menanam padi, menanam cabe dan lain-lain

2. Sistem produksi ternak pada sistem kedua ini petani menggunakan lahannya untuk beternak atau memelihara hewan baik hewan ternak maupun ikan

3. Sistem rumah tangga petani pada sistem ini para petani tidak melakukan kegiatan pertanian (off farm) mereka melakukan usaha diluar kegiatan pertanian. Hal ini dikarenakan setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda sehingga kegiatan usahatani yang mereka lakukan relatif berbeda sesuai karakter dan keinginan masing masing petani.

Klasifikasi Usahatani

Klasifikasi usahatani terbentuk karena adanya perbedaan beberapa faktor dalam kegiatan pertanian, pertama yaitu faktor fisik yang terdiri dari letak geografi dan topografi suatu lahan, kondisi iklim dan jenis tanah yang dapat menyebabkan perbedaan tanaman yang dapat ditanam oleh para petani. Kedua yaitu faktor ekonomis yang terdiri dari biaya, modal yang dimiliki petani, penawaran pasar, permintaan pasar dan resiko yang dihadapi. Sehingga faktor ekonomis tersebut akan memberikan batas kepada petani dalam melakukan usahatani. Yang ketiga yaitu faktor lainnya yang terdiri dari kondisi sosial, hama dan penyakit tanaman dan lain lain yang juga dapat menghambat kegiatan usahatani yg dilakukan oleh para petani.

Rembug Tani, Mendiskusikan Ikhtiar dalam Manajemen Usahatani

Ketiga faktor tersebut akan menentukan para petani dalam melakukan kegiatan usahatani. Menurut Ken (2015), klasifikasi usahatani dapat dibagi menjadi empat bagian, antara lain:

1. Corak dan sifat

Kegiatan usahatani yang dilakukan oleh petani menurut corak dan sifatnya terbagi menjadi dua yaitu subsisten dan komersial. Usahatani yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri disebut subsisten sedangkan usahatani yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas hasil produksinya disebut usahatani komersial.

2. Organisasi

Usahatani menurut organisasinya dapat dibagi kedalam tiga kelompok, pertama yaitu individual, dimana dalam melakukan kegiatan usahatani seluruh proses mulai dari perencanaan, pengelolaan lahan, penanaman, perawatan, pemanenan hingga pemasaran dilakukan sendiri beserta keluarganya. Kedua kolektif, dimana dalam proses usahatani dilakukan oleh suatu kelompok. Ketiga kooperatif, usahatani yang prosesnya dikerjakan sendiri, hanya saja ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh kelompok seperti halnya pemasaran, pembelian samprodi dan lain-lain.

3. Pola

Usahatani menurut pola yang dilakukan dibagi kedalam tiga kelompok. Pertama yaitu pola khusus, usahatani ini hanya melakukan satu cabang dalam kegiatan usahataninya seperti usahatani tanaman pangan, usahatani hortikultura, usahatani peternakan dan lain-lain. Kedua, pola tidak khusus yaitu melakukan beberapa cabang usahatani secara bersama-sama akan tetapi memiliki batas yang jelas. Ketiga, usahatani campuran yaitu melakukan beberapa cabang usahatani dalam satu lahan tanpa ada batas. Seperti mina padi, tumpang sari dan lain-lain.

4. Tipe

Tipe usahatani dapat dilihat dari berdasarkan komoditas yang di usahakan, seperti halnya usahatani jagung, usahatani padi, usahatani kambing dan lain-lain.

Demikianlah uraian singkat ini, dengan ilmu usahatani tersebut petani digharapkan mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki secara efektif dan efisien dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Penggunaan input dapat dikatakan efektif ketika petani dapat mengalokasikan input yang mereka gunakan sebaik-baiknya, dikatakan efisien apabila output yang mereka hasilkan lebih besar dari input yang mereka gunakan. Jadi sumberdaya digelorakan secara efesien. Semoga bermanfaat.

Yusran A. Yahya NS (Penyuluh Pertanian Dinas PKH Kab. Bone)


Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment