Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Anatomi dan Fisiologi Saluran Pencernaan Ternak Ruminansia

Pencernaan pada hewan ruminansia (memamah biak) hampir sama dengan manusia yaitu terdiri dari mulut, faring, oesofagus, ventriculus dan usus.
Perbedaannya terletak pada susunan dan fungsi gigi serta lambung.
A. Gigi
Susunan gigi (sapi) : 
M : molare (geraham belakang)
P : prae molare (geraham depan)
C : caninus (gigi taring)
I : dens insisivus (gigi seri)
Geraham depan dan geraham belakang berbentuk leber dan datar. Gigi seri berfungsi khusus untuk menjepit makanan berupa tubmbuhan.

B. Lambung
Pada hewan memamah biak lambung terdiri dari 4 (empat) bagian :
1. rumen (perut besar) : tempat penccernaan protein dan polisakarida, juga tempat fermentasi selulosa oleh bacteri yang menghasilkan selulose
2. retikulum (perut jala) : tempat pembentukan bolus (gumpalan-gumpalan makanan yang masih kasar)
3. omasum (perut kitab) : tempat bolus bercampur enzim
4. abomasum (perut masam) : tempat pencernaan oleh enzim
Jalannya makanan :
1. Makanan dikunyah di mulut masuk ke oesofagus selanjutnya ke rumen yang berfungsi sebagai tempat sementara bagi makanan yang tertelan.
2. Di rumen terjadi pencernaan protein dan polisakarida serta fermentasi selulosa oleh enzim selulosa yang dihasilkan bacteri.
3. Dari rumen makanan masuk ke retikulum dan makanan dibentuk menjadi bolus.
4. Bolus dikeluarkan kembali ke mulut untuk dikunyah kembali.
5. Dari mulut makanan ditelan masuk ke omasum dan bercampur dengan enzim.
6. Selanjutnya bolus menuju ke abomasum dan terjadi pencernaan secara kimia oleh enzim.
7. Selanjutnya makanan menuju ke usus untuk diserap sari-sarinya dan sisa-sisa makanan berupa feses dikeluarkan melalui anus.
Selulose yang dihasilkan bakteri dan protozoa akan merombak selulosa menjadi asam lemak. Tapi bacteri tidak dapat hidup pada abomasum kaena pH-nya sangat rendah, maka bacteri dicerna untuk mendapatkan protein. Enzim selulose juga berfungsi menghasilkan gas CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.
Kuda, kelinci dan marmut susunan/struktur lambungnya berbeda dengan sapi. Proses fermentasi atau pembusukan terjadi di sekum yang banyak mengandung bacteri. Fermentasi yang dilakukan kuda, kelinci dan marmut tidak seefektif pada sapi sehingga kotorannya tampak kasar.
Pada kelinci dan marmut kotoran yang telah dikeluarkan dari tubuh sering dimakan kembali. Usus sapi sangat panjang, usus halusnya dapat mencapai 40 meter. Hal itu dipengaruhi oleh makanannya yang sebagaian besar terdiri dari serat.
Anatomi dan fisiologi sistem pencernaan berpengaruh terhadap karakteristik pakan ternak. Pakan kaya kandungan protein akan mudah untuk dicerna, karnivora memiliki saluran pencernaan yang lebih pendek jika dibandingkan ternak herbivore. Ternak herbivore membutuhkan saluran pencernaan yang lebih panjang dengan organ khusus untuk mencerna selulosa pada pakan, yaitu lambung yang terdiri atas 4 ruang (ruminansia) dan caecum yang besar. Perbandingan anatomi sistem pencernaan ternak ruminansia dan nonruminansia
diilustrasikan pada Gambar dibawah ini.
Perbandingan Anatomi Sistem Pencernaan Ternak Ruminansia dan Non Ruminansia

Sedangkan pada saluran pencernaan herbivore nonruminansia seperti kelinci memiliki karakteristik yaitu caecumnya sangat besar dan berfungsi sebagai kantong fermentasi, tidak melakukan mekanisme regurgitasi dan rechewing.
Guna meningkatkan mekanisme pencernaan serat kasar dilakukan dengan cara mencerna fesesnya kembali (coprophagi).
Ruminansia sangat unik karena lambungnya terdiri dari empat ruang, yaitu rumen, reticulum, omasum, dan abomasum. Anatomi lambung ternak ruminansia ditunjukkan pada 2 (dua) Gambar dibawah ini.
Anatomi Lambung Ternak Ruminansia (Church, 1988)

Bagian-bagian Struktur Lambung Ruminansia (Church, 1988)

Pakan memasuki dua kantong dimana pakan dicerna sebagian, rumen berfungsi sebagai kantong fermentasi dimana bakteri dan protista menguraikan selulosa. Proses tersebut termasuk dalam hubungan simbiosis. Pakan akan mengalami proses regurgitasi dan rechewed. Selanjutnya pakan memasuki dua kantong berikutnya dimana enzim-enzim pencernaan dilepaskan.
Ternak ruminansia yang termasuk dalam tipe concentrate selector memiliki ukuran ostia (menggubungkan retukikulum dengan omasum) lebih besar dibandingkan ternak tipe grazing/tipe medium. Konsekuensinya adalah pemberian pakan yang memiliki nilai nutrisi baik tidak akan tinggal terlalu lama pada alat pencernaan karena ternak ruminansia tidak memiliki kemampuan untuk mencerna saliva yang berfungsi sebagai buffer. Pakan dalam saluran pencernaan akan cepat menjadi asam dalam bentuk asam asetat, asam butirat, dan asam propionate.
Pada ternak ruminansia yang belum dewasa, oesophageal groove merupakan saluran yang mengalirkan air susu langsung dari oesophagus menuju omasum dan abomasums melampaui jalur reticulum-rumen.
1. Karakteristik Concentrate selector :
a. Memiliki reticulo-rumen yang relative sederhana dengan bagian dorsalnya yang tidak saling berhimpitan sehinga terjadi kontraksi secara total dan jarang sekali seluruh kapasitas reticulo-rumen terisi penuh.
b. Mempunyai ostia, intra-ruminale dan rumino reticulare yang lebar sehingga ingesta yang masuk ke rumen mudah keluar.
c. Mempunyai penyangga rumen (pillar) yang lemah, papilla rumen menutup seluruh permukaan mucosa secara merata tetapi tidak terlalu padat.
d. Omasum sangat kecil dengan lamina sedikit.
e. Omasum relatif kecil dengan glandula mukosa yang tebal.
f. Glandula saliva besar mencapai 0,2% bobot badan.
g. Caecum dan bagian belakang colon berfungsi sebagai tempat fermentasi.
2. Karakteristik Intermediate Type :
a. Reticulo rumen lebih terbagi, blindsac berkembang sempurna, dorsal sac berhimpitan ke dinding perut.
b. Ostia sempit sehingga ingesta lebih lama keluar.
c. Papilla rumen tidak tersebar merata, di bagian tengah lebat dan bagian atas rudimenter.
d. Ukuran reticulum kecil
e. Omasum besar, lamina banyak dengan permukaan lebar.
f. Abomasum relative besar dengan glandula mucosa yang tipis
g. Glandula saliva relative kecil
h. Fermentasi di colon kecil.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai anatomi dan fisiologi dari saluran pencernaan pada ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan lain-lain). Khusus pada hewan/ternak ruminansia (memamah biak) hampir sama dengan manusia, yang membedakan hanya pada lambung yang terdiri dari 4 bagian.
Re-Suluh/Editor: Yusran A. Yahya
Sumber: Buku Ajar Ilmu Nutrisi Ruminansia

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment