Tidak ada yang lebih penting dalam pergaulan umat manusia di dunia ini selain komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu pikiran, gagasan atau ide, atau pesan dari seseorang kepada orang lain. Kita berkewajiban untuk mengupayakan segala cara untuk menggunakan semua alat yang ada agar penyuluhan menjadi efektif. media penyuluhan ini adalah salahsatu media visual yang memaparkan penyuluhan pada komoditi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan.

Mitos Soal Telur, Kini (Sudah) Terbantahkan

DIOLUHTAN - Telur merupakan salah satu sumber gizi dan nutrisi yang sangat berguna bagi tubuh. Kaya protein, telur juga mengandung berbagai macam nutrisi lainnya seperti vitamin B12 dan lemak baik.

Baca Pula : "Katanya" Bikin Bisul, Padahal Kualitas Gizi Telur Nyaris Sempurna

Sayangnya masih banyak masyarakat yang enggan mengonsumsi telur karena khawatir kadar kolesterol meningkat, atau takut muncul bisul di tubuh. Dirangkum oleh detikHealth dari berbagai sumber, berikut beberapa mitos soal telur yang kini sudah terbantahkan.
1. Doyan Makan Telur Bikin Cepat Gemuk
Telur dituding sebagai salah satu penyebab seseorang mengalami kegemukan. Padahal kebalikannya, pakar menyebut telur justru berguna bagi mereka yang sedang berdiet.
Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, telur juga memiliki khasiat untuk mengurangi nafsu makan. Para ahli mengatakan menu sarapan yang kaya akan protein seperti daging, kacang-kacangan dan telur dapat meningkatkan kadar dopamin. Dopamin ialah zat kimia pada otak yang mengatur nafsu makan. Sebaliknya ketika seseorang melewatkan waktu sarapannya, biasanya akan mengalami peningkatan nafsu makan.
Tidak hanya itu, sarapan tinggi protein juga mengurangi keinginan untuk makan atau ngemil makanan gurih atau tinggi lemak.
2. Telur Sebabkan Kolesterol Melonjak Cepat
Walaupun telur mengandung kolesterol, tubuh kita memvariasikan jumlah kolesterol itu, sehingga cukup untuk membuatnya berkurang jika kita makan telur. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Surrey, menemukan bahwa setelah diet dengan makan dua telur sehari selama 12 minggu, tidak ada subjek tes yang meningkat kadar kolesterolnya.
Dan selain rendah kalori (75 kalori dalam sebutir telur rebus), telur juga mengandung vitamin D, vitamin B-12 dan nutrisi lainnya.
3. Kebanyakan Makan Telur Bisa Bikin Bisul
Ketua Umum IDI dr Zaenal Abidin, MH, mengatakan telur adalah sumber protein yang mudah diolah dan terjangkau oleh masyarakat. Sayangnya terkadang akibat mitos ada saja orang yang jadi segan memakan telur. "Ini juga untuk mengubah pandangan masyarakat bahwa telur itu membuat bisul. Telur selalu dibuat berdosa padahal sebetulnya dosa itu bukan pada telur," ujar dr Zaenal ketika ditemui beberapa waktu lalu.
Apabila ada orang yang memang terkena bisul ada kemungkinan ia memiliki alergi. Namun dr Zaenal mengatakan makanan yang bisa menyebabkan alergi itu ada banyak sehingga telur tak bisa dipegang penuh sebagai penyebab bisul
4. Telur Mentah Lebih Sehat dan Bergizi
dr Abrijanto SB, MSi, herbalist yang berpraktik di Icon Clinic, Tangerang, menyebut bahwa memang, telur mengandung albumin dan protein. Namun kedua zat ini dalam kondisi mentah tidak dapat diserap tubuh. Begitu juga dengan telur ayam kampung, yang diklaim lebih sehat. "Salah kaprah. Tubuh tetap tidak bisa menyerap, jadi dampaknya tidak ada. Kalaupun ada, cuma sugesti. Kalau mentah, begitu masuk lambung langsung lewat begitu saja," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Untuk 'mematangkan' telur, dr Abrijanto mengungkapkan bisa dilakukan dengan menggunakan susu panas. Suhu panas ini dianggapnya bisa membantu mematangkan telur. "Dari STMJ, yang bikin berstamina itu jahe dan madunya. Untuk telur, yang lebih baik dikonsumsi yang matang. Atau paling tidak setengah matang," pesan dr Abrijanto.
5. Putih Telur Lebih Baik dari Telur Utuh
Mitos terakhir yang perlu diingat adalah mitos bahwa hanya bagian putih telur yang boleh dimakan. Banyak orang percaya bahwa kadar kolesterol telur terlalu tinggi untuk dimasukkan dalam diet, tapi ini tidak benar.
Bahkan, kuning telur adalah sumber kekuatan dan nutrisi. Dengan membuangnya justru akan kehilangan sejumlah vitamin penting. Apalagi kuning telur juga mengandung setengah protein. Selama Anda tidak bermasalah dengan kolesterol, sebenarnya baik-baik saja untuk memasukkan satu atau dua butir telur sebagai bagian dari diet harian.
Demikianlah beberapa mitos telur yang merupakan salah satu sumber gizi dan nutrisi yang sangat berguna bagi tubuh. Jadi masyarakat jangan khawatir lagi kadar kolesterolnya meningkat, atau takut muncul bisul di tubuh. Semoga informasi ini bermanfaat.
Editor : Y.A. Yahya
Sumber : www.detik.com
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment