#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Warga Sesalkan Kapolsek Hentikan Kadis Lakukan Penyuluhan Peternakan

DIOLUHTAN. Bone - Puluhan warga Samaenre menghadiri dan mengikuti kegiatan penyuluhan peternakan dan kesehatan hewan yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan Kab. Bone. Penyuluhan ini diselenggarakan karena adanya beberapa kasus gigitan anjing liar yang telah memakan korban, sehingga perlu dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan serta kewaspadaan warga terhadap penyakit ternak/hewan.
Penyuluhan yang dibawakan langsung oleh Kadis Peternakan, drh. Aris Handono, dan beberapa stafnya dilaksanakan di halaman mesjid raya Al-Anshar Desa Samaenre, Kec. Tonra, sabtu malam (15/4) pukul 20.00 WITA.

Kadis Peternakan, drh. Aris Handono melakukan penyuluhan sebelum dihentikan paksa oleh Oknum Kapolsek dan aparatnya
Sayangnya kegiatan itu dihentikan paksa oleh Kapolsek Tonra, AKP Jaya Muhtar dengan alasan tidak ada izin, salah tempat, melanggar aturan serta undang-undang yang berlaku. Penghentian paksa tersebut menurut info beberapa warga, bahwa malam itu di halaman mesjid digelar penyuluhan peternakan, kemudian saat sedang berlangsung, atas saran warga agar penyuluhan dilanjutkan didalam mesjid karena khawatir akan turun hujan.
Ketika telah berlangsung. Tiba-tiba Jaya Muhtar masuk kedalam mesjid dan meminta agar acara itu dihentikan. “Kegiatan ini tidak ada izin, salah tempat, melanggar aturan serta undang-undang yang berlaku” seperti yang ditirukan warga yang tak ingin disebutkan namanya yang mengaku berada di lokasi malam itu.
Ketika dikonfirmasi melalui HP, Jaya Muhtar mengungkapkan masalah ini sudah aman dan sudah dikoordinasikan kembali bersama Kadis Peternakan, Camat dan Kepala desa setempat, “Sudah aman pak, sudah dibicarakan bersama bapak Kadis, Camat dan Kepala desa setempat” ungkapnya lalu menutup selulernya.
Salah seorang aparat desa menyayangkan kejadian ini, karena kegiatan ini demi kepentingan masyarakat dan tidak ada aroma politik dan kampanye, “Warga desa kami ada yang terkena kasus gigitan rabies, sehingga kami perlu pemahaman mengenai bahaya serta pengendalian penyakit ini, inisiatif PPK Peternakan dan izin Kepala Desa sehingga kegiatan ini berlangsung, apalagi yang seperti ini selalu dilaksanakan, biasanya setelah sholat Jum’at” jelasnya sembari mengisyaratkan agar namanya tidak disebut.
Berbagai komentar masyarakat mengenai kejadian penghentian kegiatan Penyuluhan

Kegiatan tersebut dihadiri Kades Samaenre, para Kadus dan puluhan warga. Dan mereka meminta penjelasan detail mengenai alasan pembubaran paksa tersebut, mengingat aparat kepolisian adalah pelindung dan pengayom masyarakat.
Editor : Y.A.Yahya
Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment