#SAVE PENYULUH..... #SAVE PETANI..... WUJUDKAN SWASEMBADA

#SAVE PENYULUH.....  #SAVE PETANI.....  WUJUDKAN SWASEMBADA

Proses Pembuahan Sel Telur oleh Sperma



Tempat pertemuan sel telur dengan sperma pada mamalia adalah di dalam ampula saluran telur (ampula tuba Fallopii). Untuk dapat membuahi sel telur, sperma harus melewati dan menembus beberapa komponen atau bagian sel telur. Komponen pertama yang harus dilewati oleh sperma adalah sel-sel kumulus. Sel-sel kumulus saling berikatan satu dengan lainnya oleh adanya asam hyaluronan, dan dengan adanya ikatan tersebut akan menyulitkan untuk dilewati sperma. Untuk mengencerkan ikatan antar sel kumulus maka akrosom yang berada di dalam kepala sperma mengeluarkan enzim hyaluronidase, sehingga ikatan antar sel kumulus menjadi renggang dan sperma dapat dengan mudah mencapai selubung luar sel telur (zona pelusida).

Pengikatan sperma pada zona pelusida. Pengikatan sperma dengan zona pelusida adalah merupakan interaksi antara reseptor dan ligand, dengan tingkat spesifikasi spesies yang sangat tinggi. Grup karbohidrat yang terdapat dalam glikoprotein zona pelusida berperan sebagai reseptor sperma.  Ketika kepala sperma menyentuh zona pelusida maka terjadilah reaksi akrosom, dimana akrosom yang terdapat dalam kepala sperma mengeluarkan berbagai enzim hidrolitik, diantaranya acrosin yang berperan dalam melisiskan zona pelusida. Sperma yang mengalami reaksi akrosom sebelum bertemu dengan sel telur tidak mampu berikatan dengan zona pelusida dan dengan demikian tidak dapat membuahi sel telur.
Penetrasi zona pelusida. Kekuatan yang diperoleh dari pergerakan ekor dikombinasikan dengan kerja enzim-enzim hidrolitik yang terdapat di dalam akrosom memungkinkan sperma untuk dapat melintasi zona pelusida, masuk ke dalam ruang perivitelin, dan kepala sperma akan berikatan dengan membran vitelin sel telur.
Aktivasi sel telur dan reaksi korteks. Sebelum pembuahan, sel telur berada dalam keadaan istirahat, yakni tertahan pada tahap metafase pembelahan meiosis kedua. Setelah pengikatan sperma pada membran vitelin, sel telur mengalami aktivasi yang ditandai oleh adanya sejumlah perubahan metabolik dan fisik seperti peningkatan konsentrasi kalsium intraseluler, penyempurnaan pembelahan meiosis kedua, dan reaksi korteks. Reaksi korteks merujuk pada eksositosis butiran korteks yang mengandung sejumlah enzim diantaranya adalah protease. Enzim-enzim tersebut akan berdifusi kedalam zonapelusida menyebabkan perubahan struktur zona pelusida, yang dikenal sebagai reaksi zona.
Setelah kepala sperma menyentuh membran vitelin terjadilah aktivasi sel telur. Membran vitelin memberikan reaksi terhadap sentuhan kepala sperma dengan timbulnya suatu tonjolan kecil yang kemudian terbuka. Kepala sperma kemudian menyusup masuk kedalam sitoplasma sel telur. Seluruh tubuh sperma (kepala dan ekor) masuk kedalam sitoplasma sel telur, sedang membran plasma yang menjadi pembungkus sperma, lebur menjadi satu dengan membram vitelin. Selanjutnya kepala sperma terpisah dengan bagian lainnya, dan perlahan-lahan mengembung. Kromatin sel telur dan sperma mengalami kondensasi dan membentuk pronukleus betina dan pronukleus jantan. Kedua pronukleus bergabung dan membentuk individu baru yaitu embrio satu sel (zigot).
Reaksi zona. Reaksi zona merujuk pada perubahan struktur zona pelusdia yang dikatalisis oleh enzim protease dari butiran korteks. Peranan penting dari reaksi zona adalah mencegah terjadinya polispermi, suatu keadaan dimana lebih dari satu sperma yang masuk ke dalam sel telur. Pencegahan terjadinya polispermi terjadi akibat adanya pengerasan zona pelusida dan reseptor sperma yang terdapat pada zona pelusida dihancurkan.
Previous
Next Post »
Post a comment
Thanks for your comment